Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Perintah Willy


__ADS_3

Setelah bernegosiasi, kini Anton berdiri di depan Willy yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Sekarang pergilah! Kau tahu apa yang harus kamu lakukan, jangan coba-coba mempermainkan ku, ingat itu!" titah Willy kepada Anton yang sudah mengantongi cek sebesar lima puluh juta.


Pria itu tentu saja lebih memihak kepada Willy, secara uang yang Ia dapatkan dua kali lipat lebih dari yang dijanjikan oleh Michelle.


"Baik Pak! Saya akan melakukan perintah Anda, Anda tidak usah khawatir semua akan sesuai dengan keinginan Anda." ucapnya dengan tersenyum.


"Bagus!"


Akhirnya Anton segera pergi dari rumah itu, sementara Dia juga menugaskan kepada seseorang pria lagi untuk melakukan sesuatu untuknya.


"*Permisi Bos! Pria itu sudah datang!" ucap salah seorang anak buahnya.


"Suruh Dia masuk!" balasnya.


Kemudian, seorang pria bertubuh tinggi tegap datang masuk ke ruangan dimana Willy berada, pria yang memiliki kemiripan tubuh dengan Willy terlihat menghadap kepala Bos besar itu.


"Apa ada tugas Bos?" tanya seorang pria yang bernama George itu. Pria yang terbiasa bekerja sama dengan Willy.


Willy tersenyum dan menghampiri laki-laki yang memiliki kesamaan tubuh dengannya, hanya saja yang membedakan laki-laki itu tidak memiliki tato naga di punggungnya.


"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku!" ucap Willy dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


"Saya selalu siap Bos, apa yang harus Saya lakukan?"


Willy tersenyum dan kemudian mengatakan apa yang harus George lakukan, sepertinya laki-laki itu cukup senang dengan tugas yang akan diberikan oleh Willy kepadanya.


"Bagaimana, apa kamu mengerti?" tanya Willy sembari memberikan sebuah kotak yang berisi suatu perlengkapan untuk George.


"Saya sangat mengerti sekali Bos, ini pekerjaan yang menyenangkan, Saya akan melakukannya untuk Anda!" jawab Pria itu.


Willy memerintahkan Boy untuk memberikannya uang sebagai bayaran untuk pria yang sanggup melakukan tugas besar ini.


"Ambillah! Itu untukmu ... dan ingat besok malam kamu sudah bertugas." seru Willy sembari memberikan gepokan uang sebanyak lima puluh juta.


George tertawa senang, dan tentunya ini pekerjaan yang mudah untuknya, apalagi dirinya adalah pecinta banyak wanita yang pastinya akan sangat senang mendapatkan tugas ini dari Willy.


"Baiklah Bos! Kalau begitu Saya permisi dulu, terima kasih atas kepercayaan Bos, Saya akan melakukan perintah Bos dengan baik." jawabnya sembari pergi meninggalkan ruangan itu.


Willy tersenyum dan tanpa mengotori tangannya, Willy akan segera mengetahui siapa yang sebenarnya sudah mengirim Michelle Vlora untuk datang kepadanya.


Sementara di kediaman keluarga D'angelo, malam ini rupanya Eve sudah menantikan kedatangan sang suami, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, tapi kenapa Willy belum datang juga, Eve masih bersabar menunggu.


Sesuai perintah suaminya tadi siang, Eve berdandan cantik dan menyemprotkan parfum yang diberikan oleh Willy ke titik-titik bagian tubuhnya yang biasa Willy sukai. Meskipun Ia sedang hamil besar, nyatanya tak membuat Eve terlalu buruk, justru Ia semakin seksi, Eve terlihat semakin cantik dan segar, mungkin efek hormon kehamilan dan rasa bahagianya, sehingga membuat aura bumil satu ini sangat terpancar.


Setelah cukup lama menunggu, Eve sedikit di buat risau dengan kehadiran Willy yang belum muncul juga.

__ADS_1


"Ya ampun, lihatlah Daddy kalian, katanya nggak pulang malam-malam, nyatanya sampai jam segini belum pulang juga." ucapnya sembari melihat sisi luar balkon, berharap Willy segera pulang.


Namun sayang Willy belum juga menunjukkan batang hidungnya. Eve agaknya sedikit lelah menunggu, Ia memutuskan untuk berbaring di atas ranjang.


"Hm ... awas saja kalau datang, Kamu nggak akan bisa menyentuhku!" umpatnya sedikit kesal, karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Tiba-tiba saja mobil mewah Willy mulai memasuki area depan Mansion mewahnya, Willy segera turun, karena Ia yakin jika istrinya pasti sudah lama menunggunya.


Willy mulai berjalan menuju kamar tidur mereka, pintu mulai terbuka dan Ia melihat kamar tidur yang sudah di matikan lampunya, hanya lampu meja saja yang di hidupkan oleh Eve, dan itu terlihat sedikit temaram pada kamar mereka.


Eve menyadari jika suaminya baru pulang, tapi dirinya pura-pura tidur, sementara Willy mulai melepaskan jasnya dan membuka sedikit kancing kemejanya, setelah itu Ia mendekati Eve yang tampak sedang tidur membelakanginya.


"Cup"


Sebuah kecupan mendarat pada pipi wanita cantik itu, namun Eve tak bergeming, dirinya masih merajuk, apa yang dikatakan oleh Willy tidak sesuai dengan ucapannya tadi siang.


"Sayang! Kamu sudah tidur?" tanya Willy sembari mengelus pipi Eve.


Sepertinya Eve masih terdiam dan tidak membalas suaminya. Willy tersenyum, Ia tahu jika istrinya sedang merajuk. Willy pun tidak tinggal diam, Ia tahu titik kelemahan sang istri, sejenak Willy memainkan tangannya. Membuat Eve sedikit menggigit bibir bawahnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Wew kira-kira Willy ngapain tuh 🤔🤭...


__ADS_2