
"Selamat Sayang Kau akan menjadi Ibu dari dua orang anak, iya ... dua bayi," Willy memeluk istrinya penuh kebahagiaan.
"Terima kasih sayang! Terima kasih Kamu sudah memberikan kebahagiaan dalam hidupku, bayi ini adalah anugerah terbesar dalam hidupku, Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap Willy pada istrinya, tanpa terasa air mata itu keluar sendirinya dari sudut mata Willy.
Eve yang melihat suaminya menangis, segera mengusap buliran bening itu dengan lembut.
Willy terpejam dan mencium tangan istrinya.
"Aku adalah wanita yang sangat beruntung, memiliki suami sepertimu, mengandung anak dari seorang yang hebat seperti dirimu, ini suatu kebanggaan bagiku melahirkan anak-anak dari William Anthony," Jawab sang istri sembari mengusap lembut wajah sang suami.
Hingga akhirnya mereka berdua pulang dengan wajah yang bahagia, kehamilan Eve yang ternyata mengandung sepasang anak kembar, membuat Willy semakin protektif menjaga kandungan Istrinya.
"Nggak nyangka ya! Pertemuan kita malam itu memberikan kebahagiaan untuk kita berdua, meskipun awalnya Kamu marah-marah nggak jelas padaku," sindir Willy sembari melirik ke arah istrinya.
"Ya marahlah, Kamu juga sih ...." Eve tidak melanjutkan kata-katanya.
"Emangnya Aku kenapa? Aku kan cuma menuruti kemauan mu saja, lagipula Kamu sendiri yang memulainya," sambung Willy sembari tersenyum nakal.
"Iya sih tapi Aku kan nggak ingat Sayang!" sangkal Eve.
"Nggak ingat? Benar Kamu nggak ingat? Yakin? Saat Kamu buka seluruh bajumu, terus Kamu paksa Aku untuk memelukmu, apa kamu juga tidak ingat? Tapi Kamu menikmatinya loh, Kamu terlihat suka sekali saat Aku ...."
__ADS_1
Eve dengan cepat menutup bibir suaminya dengan telapak tangannya sembari menggelengkan kepalanya. Dengan tatapan mata yang mesra, Eve tersenyum malu-malu.
"Aku memang tidak ingat saat membuka bajuku, tapi yang Aku ingat adalah saat dekapan seorang pria yang terasa sangat hangat, memeluk diri ini begitu syahdunya, memberiku rasa kenikmatan surgawi, itu yang masih terngiang dalam pikiran ku, hingga Aku tahu yang melakukan itu adalah Office Boy ku sendiri, Jaka Suyanto," ucapnya sembari tersenyum kepada suaminya.
"Dan Jaka Suyanto itu adalah William Anthony," balas Willy sembari mengecup pipi sang istri.
"Kau menyukai permainan Jaka rupanya," sahut Willy dengan senyum manisnya.
Eve tampak malu-malu dan memalingkan wajahnya, memang benar adanya Dirinya memang sangat menikmati permainan Jaka yang membuatnya tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa merasakan setiap sentuhan yang diberikan oleh seorang William Anthony saat misi penyamaran menjadi Office Boy waktu itu.
*
*.
*
*
"Willy, kalian sudah pulang? Bagaimana keadaan cucuku? Pasti dia sehat-sehat saja kan?" tanya Liora penasaran.
Eve dan Willy berakting seolah-olah mereka sedang bersedih, sehingga membuat Liora semakin penasaran.
__ADS_1
"Cepat katakan pada Mommy! Apa yang terjadi? Kenapa kalian diam saja," paksa Liora yang semakin cemas.
Akhirnya Willy membuka suara dan mengatakan kepada Liora sesuatu yang akan membuat Liora shok.
Willy menghampiri Liora sembari menatap Liora dengan ekspresi seolah-olah Ia sedang bersedih, sementara Eve mencoba menahan rasa ingin tertawa, karena berpura-pura bersedih, hanya demi memberi Liora kejutan.
"Mommy! Mommy yang sabar ya!" ucap Willy mengawali.
"Apa maksudmu?" Liora semakin penasaran dan tak sabar.
"Karena bayi Willy, bayi Willy ...."
"Bayimu kenapa? Cucuku kenapa? katakan?" Liora tampak mulai menitikkan air matanya saat Willy berhasil mengerjai sang Mommy. Karena Willy berhasil mengerjai sang Mommy, akhirnya dengan segera Willy memeluk Liora dan berkata, "Sebentar lagi rumah ini akan ada dua tangis bayi yang lucu-lucu, Mommy akan mendapat dua cucu sekaligus," ucap Willy sembari memeluk Liora.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
__ADS_1
...Tentu saja Eve tidak akan lupa dong, gimana rasanya saat bersama mas Jaka, benarkan bestie!😁...