Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Ingin sekali menggigitmu


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, kini kesehatan Ellen mulai membaik, meskipun masih nampak kesedihan dalam hatinya, setidaknya sekarang Ia lebih baik dari saat bersama Rafael, Ellen ditempatkan pada suatu rumah oleh Willy, Ia sengaja menyembunyikan Ellen atas permintaan Ellen sendiri yang tidak mau bertemu dengan suaminya.


"Sekarang Kamu bisa tinggal di sini, Kamu dan bayimu aman disini, orang-orang suruhan Rafael tidak akan pernah mengetahui tempat ini, kamu bisa merawat bayimu di sini!" ucap Willy kepada Ellen yang tampak sedang menggendong bayinya.


Ellen menghadap Willy yang di dampingi sang istri, terlihat menundukkan kepalanya, bahkan hampir saja Ia bersimpuh di depan keduanya. Namun Eve menahannya.


"Hei... apa yang kamu lakukan? Berdirilah!" Eve membawa Ellen berdiri kembali.


"Aku tidak pantas mendapatkan semua ini dari kalian, setelah apa yang ku perbuat kepada mu Kak, mungkin sebaiknya Aku pergi jauh saja dari sini." ucap Ellen menyesal.


"Kamu pikir Aku setega itu membiarkanmu pergi begitu saja, dengan membawa bayi sekecil ini, dimana hati nurani ku sebagai seorang Ibu, kamu dan bayimu akan tetap di sini, tinggallah di sini." pinta Eve sembari mengusap air mata Ellen.


Eve memeluk Ellen, air mata bahagia itu pun pecah seketika, hubungan yang dulu sempat merenggang, sekarang telah bersatu kembali, bagaimana pun juga Eve dan Ellen adalah saudara, meskipun tidak ada ikatan darah di antara mereka, namun ikatan pernikahan Ernest Federico dan Linda masih tetap ada meskipun Ernest telah meninggal.


*


*


*

__ADS_1


*


*


Hingga tak terasa hari yang dinanti-nantikan oleh Rafael pun segera tiba, malam ini adalah malam yang paling menegangkan untuk Rafael dan Michelle, Rafael sudah menyiapkan sedemikian rupa untuk dirinya bertemu lagi dengan Eve, karena di gadang-gadang William Anthony akan membawa istri ikut serta dalam peresmian kantor baru Rafael.


"Sudah waktunya kamu menyerahkan Eve kepadaku, dan malam ini akan menjadi malam bersejarah untuk mu William Anthony." ucap Rafael yang tampak berdiri di depan cermin dengan penampilan gagahnya.


Sementara itu Eve sudah bersiap untuk ikut bersama sang suami, Willy sengaja membawa sang istri untuk meyakinkan Rafael jika dirinya tidak akan pernah ada di dalam hati Istrinya, karena kini hati dan kehidupan Eve hanya William Anthony yang memilikinya.


"Amazing! Kau sangat cantik sekali sayang!" puji Willy kepada Eve yang malam itu terlihat anggun dengan gaun pesta yang super mewah, meskipun dirinya baru saja melahirkan, namun body golnya masih terlihat sangat seksi, Mommy dari Baby Filio dan Baby Fiona itu sungguh bak seorang bidadari.


Willy mendekati sang istri dan meraih pinggang indah itu seraya berkata, "Kamu cantik! Aku ingin sekali menggigitmu malam ini, tapi sayang! Aku harus menunggu lama." ucapnya sembari menatap bibir Eve yang ingin sekali Ia kuasai.


"Bersabar lah! Jika waktu nya tiba, Aku akan menjadi milikmu lagi." balasnya.


"Tapi sampai kapan? Melihatmu seperti ini Aku benar-benar tidak bisa tahan untuk ahh ....emppttt."


Spontan Willy mencium bibir Eve, tak bisa dipungkiri Willy Begitu mencintai istrinya, meskipun baru sepuluh hari Eve melahirkan, tampaknya Willy sudah tidak sabar ingin mellumat bibir mungil itu.

__ADS_1


Eve tidak bisa menolaknya, sebatas ciuman bibir Eve dengan senang hati akan memberikannya, tapi untuk hal yang lebih, Eve tegas menolaknya.


"Emmpt ... sudah cukup! Kita harus segera berangkat." ucapnya sembari mendorong tubuh suaminya agar melepaskan ciuman itu yang dirasa semakin panas.


Willy menghela nafasnya dan mencoba menenangkan dirinya, mau gimana lagi dia harus berpuasa beberapa Minggu lagi sebelum sang istri benar-benar pulih dari pasca persalinannya.



Bagaimana Willy bisa tahan jika penampilan istrinya seperti ini 🤭



Dan Willy pun tak bisa membuat sang istri untuk menolak ciumannya 🤭🤭


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...HAYO SIAPA YANG MAU DI GANDENG SAMA SI JAKA?🤔😁...

__ADS_1


__ADS_2