
Sementara itu di Mansion mewah milik William Anthony, Wira Atmajaya tiba-tiba saja datang menemui Liora. Pria paruh baya itu memohon dan memberitahu kepada Liora jika Amara sekarang sedang di rawat di rumah sakit, karena penyakit jantung nya sedang kambuh.
"Apa? Amara masuk rumah sakit? Ya Tuhan adikku, Aku akan ke sana," ucap Liora yang tampak khawatir dengan keadaan sang Adik, sementara itu Eve terlihat mencemaskan keadaan sang mertua, Dia pun ikut mendampingi Liora datang ke rumah sakit.
Akhirnya Liora dan Eve datang ke rumah sakit di mana Amara dirawat, rumah sakit yang sama dengan Netta yang juga dirawat di sana.
"Mommy jangan sedih, Tante Amara pasti baik-baik saja," hibur sang menantu sembari memeluk Liora.
"Amara adalah adikku satu-satunya, dalam kehidupan rumah tangganya, Dia tidak memiliki seorang anak, itu yang menyebabkan Wira berbuat serong, sementara Dia harus berjuang melawan sakit Jantung nya, Aku sudah berusaha meyakinkan Amara agar Dia melepaskan Wira, tapi Dia tidak akan pernah meninggalkan pria itu dengan alasan cinta, Mommy sudah menyerah menasehati Tante mu itu, hingga akhirnya rahasia Netta dan Wira terbongkar juga, tentu saja mungkin itu yang membuatnya ngedrop," ungkap Liora saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
"Kasihan Tante Amara, Om Wira sudah ditipu oleh mbak Netta, dan mbak Netta bertujuan untuk mengambil haknya dari Suamiku, semoga semuanya baik-baik saja Mommy, setidaknya kita tahu siapa Mbak Netta sebenarnya, semoga e suamiku bisa mengerti," ucap Eve lirih.
"Kamu benar sayang! Ini semua ada di tangan Willy, karena Willy sudah berencana melaporkan Wira ke polisi, karena mengingat kondisi Tantenya seperti itu, Ia menangguhkan laporannya," balas Liora.
*
__ADS_1
*
*
*
Sementara itu di kantor polisi.
"Tuan Rafael Marchetti!" panggil seorang sipir lapas kepada Rafael yang tampak duduk meringkuk di tahanan. Rafael mengangkat wajahnya dan segera beranjak menghampiri sang sipir.
"Hari ini Anda bebas, Tuan William Anthony sudah mencabut laporannya," sahut seorang pengacara yang tiba-tiba datang bersama Boy menghampirinya.
"Saya bebas?" tanyanya tak percaya.
"Benar! Tapi ada satu persyaratan yang harus Anda tanda tangani," sahut Boy sembari memberikan surat perjanjian kepada pria itu.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Rafael sembari menerima surat itu.
"Surat perjanjian yang menyatakan jika Anda harus meninggalkan kota ini setelah Anda bebas dari penjara, kedua seluruh aset perusahaan Anda sekarang berada di bawah kekuasaan William Anthony, jadi Anda tidak bisa mengakses kembali perusahaan Anda, karena semua hutang-hutang perusahaan Anda dibayar semua oleh William Anthony, dan sekarang William Anthony adalah pemilik sah perusahaan keluarga Marchetti," ungkap Boy yang menjelaskan tentang isi perjanjian yang tertera dalam surat yang bermaterai tersebut.
"Apa? Perusahaan ku di ambil alih oleh William Anthony?" tanya Rafael tidak percaya.
"Iya Tuan! Dan Anda sudah kalah dalam persidangan, namun Tuan William Anthony tetap membebaskan Anda dari penjara, Tuan William Anthony masih mengingat kemanusiaan, karena istri Anda sedang mengandung saat ini," ucapan Boy membuat Rafael sangat terkejut.
"Apa? Ellen hamil?" tanyanya tak percaya.
Rafael menghela nafasnya, ternyata Ellen hamil, namun Ia tak bisa pungkiri, dirinya memang ayah dari bayi yang dikandung oleh Ellen, karena bagaimanapun juga Rafael melakukan nya berkali-kali meskipun kejadian itu terjadi hanya satu malam saja.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1