
Boy dan Liora menemui Willy yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya, tampak kepalanya yang diperban, karena luka yang cukup serius tepat mengenai tulang belakang di kepalanya, dan itulah yang menyebabkan Willy kehilangan sedikit memorinya.
"Willy anakku? Apa yang sebenarnya terjadi nak? Kenapa kamu harus mengalami hal seperti ini!" Liora mengusap lembut wajah Willy yang masih terpejam itu.
"Nyonya yang sabar, Tuan muda pasti baik-baik saja, kata dokter amnesia yang dialami oleh Tuan muda hanya bersifat sementara, lagipula Tuan muda masih bisa mengingat kita, hanya saja beliau tidak ingat memori yang terjadi baru-baru ini" seru Boy pada Liora.
"Kalau seperti itu apa Willy masih mengingat tentang Jaka?" tanya Liora penasaran.
"Mungkin saya rasa tidak Nyonya! Tuan muda mungkin mengingat dirinya sebagai William Anthony, bukan Jaka Suyanto, sang office boy itu" Jawab Boy menduga.
"Ya Tuhan! Semoga saja Willy cepat pulih."
Tiba-tiba saja Willy menggerakkan tangannya, Boy yang melihat itu terlihat bahagia.
"Tuan muda! Anda sudah sadar?"
"Willy sayang! Ini Mommy nak, Mommy sangat mengkhawatirkanmu!"
Boy dan Liora tampak bahagia sekali, akhirnya Willy bisa tersadar, Willy terlihat mengerakkan tangannya dan mencoba memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sekali.
Wajahnya terlihat meringis merasakan rasa sakit yang begitu dalam itu.
__ADS_1
"Awwww...aku kenapa? Bagaimana bisa aku berada di sini? Mommy! Boy!" Willy melihat wajah Mommy dan asisten pribadinya, Willy masih mengingat jelas dua orang yang disampingnya.
"Tuan muda! Anda tidak apa-apa?"
"Kepalaku berat sekali, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Tuan muda sepertinya ada yang ingin mencelakai Anda, orang itu memukul kepala Anda dengan benda tumpul, anak buah kita menemukan Anda tergeletak di pinggir jalan"
"Bagaimana bisa aku ada di sana? Bukankah seharusnya sekarang aku berada di Perancis?"
Liora dan Boy saling menatap, apa yang dokter katakan memang benar, Willy mengalami amnesia sementara.
Kemudian Boy menceritakan semuanya kepada Willy, jika dirinya sekarang dalam misi penyamaran sebagai office boy di kantornya sendiri, untuk mengetahui siapa yang sudah menggelapkan uang perusahaan, Willy tampak mencoba mengingatnya, namun semakin ia mengingatnya semakin bertambah sakit di kepalanya.
"Boy aku mohon, demi kesembuhan putraku, jangan ingatkan tentang memori yang baru saja Willy alami, kamu tahu sendiri bagaimana keadaannya, nanti jika tiba waktunya, kita beritahu yang sebenarnya" pinta Liora kepada Boy.
"Baik Nyonya! Saya mengerti" Boy mengangguk.
Sementara itu Liora pergi menemui dokter untuk membicarakan tindakan lanjut untuk kesembuhan Willy, Boy masih setia mendampingi Bosnya.
"Boy! Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Katakan?" Willy tampak penasaran, dirinya masih belum mengerti tentang apa yang sudah terjadi padanya.
__ADS_1
"Karena Tuan muda memaksa, baiklah saya akan mengatakannya.
"Tuan muda baru saja menemui Eve di suatu rumah, karena ada laporan yang harus Tuan muda ketahui, saya terpaksa memanggil Tuan muda yang waktu itu masih bersama Eve" seru Boy.
"Bersama Eve? Evelyn staf accounting itu?" tanya Willy penasaran.
"Betul sekali Tuan muda!" jawab Sang asisten.
"Ada hubungan apa aku dengan Eve, setahuku aku dan dia jarang sekali bertemu di kantor, kenapa bisa aku menemuinya?" Willy semakin penasaran.
"Karena Tuan muda sudah...ah ceritanya panjang Tuan muda, Anda dan Eve..." Boy tidak melanjutkan kata-katanya karena Liora datang tiba-tiba.
"Willy, ada kabar bagus, besok kamu bisa pulang, dan kata dokter cukup rawat jalan saja, perlahan-lahan memorimu pasti bisa pulih kembali" ucap Liora.
"Iya Mommy!"
Entah kenapa Willy merasa tidak tenang, dia bisa mengingat dirinya, namun tak bisa mengingat sosok Jaka, dan itu benar-benar membuatnya tersiksa.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada diriku!" Willy memejamkan matanya dan terlintas bayangan wajah Eve sekilas.
"Eve? Kenapa tiba-tiba bayangan karyawan itu muncul...hahh kepalaku pusing"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥