Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Sentuhan yang lembut


__ADS_3

Eve mulai menggenggam kedua tangannya, sangat terasa jika Willy mulai menyentuh bibir Eve dengan bibirnya, awalnya terasa hangat di bibir Eve, perlahan sentuhan itu berubah menjadi sentuhan yang lembut dan sangat menggetarkan jiwa.


"Kecupan ini, oh tidak! Kecupan ini seperti kecupan yang Jaka berikan, benar-benar aku merasakannya, seolah Jaka hadir di depanku"


Eve bergumam sembari merasakan sentuhan lembut itu yang memaksa dirinya untuk membalasnya. Eve tak bisa bohong, Ia menikmati segala sentuhan yang diberikan oleh Willy kepadanya, entahlah Eve tak bisa menolaknya, seakan dirinya tengah berciuman dengan Jaka, ciuman yang membuat mereka larut dalam perasaan mereka.


"Tidak, ini tidak benar ... kenapa Aku bisa seperti ini, Jaka! Aku merasakan kehadiranmu saat ini, ciuman ini benar-benar sama persis dengan apa yang kurasakan saat bersamamu, oh Shiiit! Siapakah laki-laki ini?" Eve meracau sembari menikmati setiap sentuhan yang membuatnya terpejam itu.


"Eve! Aku tahu kamu pasti merasakan kehadiranku, Kamu tidak bisa berbohong, caramu membalas ciuman ini begitu terasa, jika kamu sedang membayangkan Jaka, Aku lah Jaka, Eve...Aku lah Jakamu" Willy semakin dalam membuat wanita itu tak berdaya, Willy menuangkan kerinduannya yang begitu dalam kepada Eve dengan memegang tengkuk wanita yang sedang merasakan sentuhannya itu.


Cukup lama mereka saling bercumbu, hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu dari luar, dan sontak keduanya melepaskan ciumannya masing-masing. Eve melepaskan tangannya dari kedua pundak Willy, Ia menatap dalam-dalam mata Willy dan berkata.


"Maafkan Saya pak! Saya harus pergi." ucap Eve sembari meninggalkan Willy yang masih berdiri di tempatnya, Willy mencoba mengatur nafas dan merapikan jasnya, sementara Eve tampak berjalan menuju pintu keluar dari ruangan Direktur utama itu, Eve membuka pintu dan Ia mendapati Boy yang sedang berdiri di balik pintu.

__ADS_1


Boy terkejut, dilihatnya Eve dengan wajah yang memerah tampak keluar dari ruangan bosnya itu. Eve segera pergi dari sana, sementara Boy tampak mengerutkan dahi dan tersenyum tipis, Boy seakan tahu apa yang telah terjadi antara Eve dan Bosnya.


"Aku tahu Eve kenapa, hmm ..." Boy menggelengkan kepalanya pelan.


Boy mulai masuk ke dalam ruangan Willy, dilihatnya Willy sedang berdiri menghadap jendela kaca.


"Tuan muda! Eve kenapa?" tanya Boy menelisik


Willy membalikkan badannya dan berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Saya sudah menduganya," balas Boy dengan tertawa kecil.


Willy terkekeh, entahlah dua pria itu memang terikat dalam hubungan antara bos dan asisten, tapi hubungan personal mereka seperti sahabat, tak ada yang mereka tutupi, keduanya saling terbuka.

__ADS_1


"Oh iya Boy, bagaimana rencana kita tentang persiapan ulang tahun perusahaan? Apa semua sudah beres?" tanya Willy tentang rencana pesta ulang tahun perusahaan yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.


"Semuanya sudah hampir selesai Tuan muda, Anda jangan khawatir" jawab Boy


"Pada hari ulang tahun perusahaan nanti, Aku akan mengumumkan bahwa Eve adalah calon istriku, Aku akan melamarnya di depan semua orang."


"Apakah pada saat itu rahasia Jaka akan Tuan muda bongkar?" tanya Boy.


Willy terdiam dan Ia beranjak dari tempat duduknya, berjalan menuju jendela kaca besar dan berkata.


"Dia akan mengetahui sendiri tanpa Aku mengatakannya, Eve akan mengetahui jika Willy dan Jaka adalah satu orang yang sama" ucapnya sembari melihat pemandangan kota yang terpampang di depan matanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2