Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Kamar pengantin


__ADS_3

Pesta pernikahan itu tampak meriah sekali, banyak tamu undangan dan kolega bisnis Willy yang ikut menghadiri dan turut memberi doa restu kepada kedua mempelai, hingga akhirnya acara itu telah berakhir, Eve dan Willy kembali ke rumah mereka dengan mengendarai mobil mewah, karena terlalu banyak menyalami tamu undangan, Eve agaknya sedikit kelelahan, Willy yang melihat itu segera menyuruh istrinya untuk istirahat di dalam, Willy memanggil pelayan dan menyuruh mereka mengantar Eve ke dalam kamar. Mengingat Eve tengah mengandung, membuat kondisi fisiknya kurang semangat.


"Istirahatlah! Nanti aku menyusul," seru Willy kepada Eve yang terlihat kelelahan, Liora yang mengetahui itu segera menghampiri mereka.


"Kamu kenapa Sayang! Istrimu kenapa Thole!" tanya Liora yang melihat Eve sedikit lesu.


"Eve kecapekan mungkin Mom! Biar pelayan mengantar Dia ke kamar duluan," balas Willy.


"Owalah piye toh, Yo wes lah ben di terno neng kamar wae, owalah Cah ayu, mesakke!" ucapnya sembari mengusap lembut wajah Eve. (Aduh gimana sih, ya sudah biar diantar ke kamar saja, kasihan).


Akhirnya Eve diantarkan ke kamar oleh pelayan, sementara Willy masih mengurusi beberapa urusan sebentar di ruang kerjanya.


Sesampainya Eve di dalam kamar pengantin, Dirinya dibuat takjub dengan dekorasi kamar pengantin yang sangat indah, banyak bunga-bunga yang menghiasi di setiap sudut ruangan, aroma wangi bunga-bunga segar menyeruak pada Indra penciuman Eve.

__ADS_1


Eve berjalan mengitari setiap sudut kamar pengantin itu, Dirinya begitu takjub melihat kecantikan kamar tidur pengantin yang berhiaskan tirai-tirai dari kain berwarna putih mendominasi hiasan kamar pengantin itu.


"Wao ... cantik banget!" ucapnya sembari duduk di ranjang tidur, meraba bunga-bunga yang ditaburkan di atas tempat tidurnya, perlahan Eve merebahkan tubuhnya, Ia menghirup aroma wangi pada bunga-bunga segar yang menghiasi setiap sudut ranjang mewah itu.


Eve kembali terbangun, dilihatnya Ia yang masih memakai gaun pengantin itu, kemudian perlahan Eve berdiri dan melepaskan satu persatu aksesoris yang menempel di atas kepalanya. aksesoris tiara yang cukup berat di kepalanya, membuat Eve sedikit agak pusing. Eve melepaskannya dan meletakkannya di atas meja.


Kemudian perlahan Eve membuka sanggul rambutnya, dan kini rambut panjangnya pun tergerai indah. Hingga tanpa Ia sadari sepasang mata tengah memperhatikan Eve yang sedang melepaskan hiasan di kepalanya.


Setelah Ia selesai melepaskan segala aksesoris di kepalanya, lantas Eve mulai membuka gaun pengantinnya, Ia memulainya dengan membuka resleting yang ada di belakang punggungnya, sepertinya Ia sedikit kesusahan untuk melepaskan ritz tersebut.


"Sayang, Kamu! Kapan datangnya, Aku kok nggak tahu," ucap Eve sembari menatap bola mata Willy yang berbinar itu.


"Kamu terlalu sibuk melepaskan tiara cantik itu, sehingga Kamu tidak melihat kedatangan suamimu, hmm!" Willy tampak menarik pinggang istrinya.

__ADS_1


"Ma_maaf! Aku tidak tahu." Jawabnya sambil menatap dalam-dalam bola mata yang penuh dengan gairah itu.


"Apa urusanmu sudah selesai?" Eve bertanya sembari mengusap lembut leher Willy.


"Sudah!" jawab pria itu singkat.


Ritz yang sudah terbuka itu membuat gaun Eve sedikit melorot, dan itu membuat Willy ingin segera melepaskan gaun pengantin istrinya, yang pastinya itu sangat berat saat dipakai oleh istrinya.


Perlahan Willy membalikkan badan Eve ke tembok, dan mengusap lembut punggung mulus itu, kemudian Ia mengecup sekilas punggung Eve yang kini terpampang nyata.


Eve terpejam dan kedua tangannya berpegangan pada tembok, sementara Willy terus menghimpit badan Eve dan menciumi punggung itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2