
"Benar begitu pak Willy?" tanya Michelle menyelidik. Willy tersenyum dan mengiyakan ucapan asistennya.
"Iya benar sekali Bu Michelle, kami sedang menunggu kelahiran buah cinta kami." jawabnya dengan bangga, Michelle tampaknya sedikit kesal, ternyata Willy sudah mempunyai istri, tapi itu tidak masalah buatnya, secara dirinya sudah terlanjur suka dengan Direktur muda itu, awalnya hanya sebuah profesionalitas saja, tapi lama-lama Michelle memiliki ketertarikan pada William Anthony.
"Aku tidak perduli Willy sudah mempunyai istri atau belum, Aku sudah terbiasa menggoda laki-laki dengan tubuhku, dan Aku yakin William Anthony akan jatuh ke dalam pelukan seorang Michelle." gumamnya sembari tersenyum jahat.
"Oh iya Pak Willy, sebagai tanda penghormatan Saya atas kerjasama kita, besok Saya ingin mengundang Anda makan malam bersama, tentunya Saya berharap Anda sudi menerima undangan Saya, bagaimana Pak Willy? Ya ... sembari membicarakan tentang rencana proyek kita selanjutnya." ucap Michelle dengan nada yang centil.
Willy tersenyum dan mengiyakan undangan dari Michelle.
"Tentu saja, Saya akan datang Bu Michelle, bagaimana mungkin Saya bisa menolak undangan dari wanita secantik Anda!" jawabnya.
Michelle terlihat sangat bahagia, akhirnya Ia memulai jebakan baru untuk Willy, dan tentunya Ia masih menunggu kedatangan Pria bayaran nya yang tiba-tiba menghilang itu.
"Baiklah Pak Willy, Saya permisi dulu, ada hal yang harus segera saya selesaikan, besok malam Saya akan menunggu Anda di restoran Gading Gajah, tempat favorit Saya." ucap Michelle sembari menggoyangkan badannya.
Boy yang berada di samping Willy agaknya alergi dengan tingkah wanita itu, Boy sedikit bergidik ketika Michelle berbicara genit kepada Willy, dan setelah itu Michelle pun pergi dari hadapan mereka berdua.
Willy dan Boy melihat kepergian Michelle yang terlihat melenggang dengan pantat yang di ayunkan ke kanan dan ke kiri, mirip sekali dengan bebek mentok seperti ucapan Boy.
"Astaga! Kok ada ya wanita kayak gitu? ck ... ck ... ck ...." Boy tampak menggelengkan kepalanya.
"Tuan muda nggak salah nerima undangan dari wanita itu, Saya khawatir saja jika wanita itu melakukan sesuatu pada Anda Tuan muda," seru sang asisten serius.
__ADS_1
"Dia belum tahu siapa yang dihadapi nya sekarang, sebentar lagi Dia akan masuk ke dalam perangkapnya sendiri, kita ikuti saja permainan nya, dan saatnya tiba Dia yang akan menyesal telah berani bermain api dengan William Anthony." ucapnya dengan tatapan mata yang serius.
"Sudah, ayo kita masuk! Setelah ini kita ke tempat pria itu, Aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya." ucap Willy sembari berjalan menuju ruang kantornya.
*
*
*
*
*
Jam pulang kantor pun tiba, Willy dan Boy pergi dulu ke tempat pria yang sudah disembunyikan oleh anak buah Willy. Mereka menyembunyikan pria itu di suatu rumah kecil dimana dulu Willy bersembunyi saat dirinya menyamar menjadi Jaka.
"Pak Willy! Anda?" ucapnya yang tak percaya jika Willy datang menghampirinya.
"Kenapa? Kamu terkejut Aku datang kemari?" balasnya sembari menatap wajah pria yang bernama Anton tersebut.
"Sa_saya ...." Anton tampak terbata-bata, Ia tidak menyangka jika Willy yang sudah menyuruh orang untuk menculiknya.
"Ke_kenapa Bapak melakukan hal ini? Apa salah Saya Pak?" tanya Anton penasaran.
__ADS_1
Willy mendekati Anton dan bertanya kepadanya. "Katakan padaku! Apa hubungan mu dengan Michelle Vlora?" pertanyaan Willy membuat Anton begitu kaget, bagaimana Willy bisa mengetahui hubungannya dengan Michelle.
"A_apa maksud Anda Pak?" tanyanya sedikit takut, bagaimanapun juga Willy mempunyai pengaruh yang cukup besar, jika tak berkehendak Willy bisa saja melakukan sesuatu kepada pria itu.
"Kamu pasti tahu apa maksudku? Jangan pura-pura di depan ku, Aku sudah mengetahui semuanya, Jangan kira Aku bodoh. Apa yang kamu lakukan dengan kameramu itu?" seru Willy sembari menunjuk kamera milik Anton.
"Sa_saya, saya tidak melakukan apa-apa Pak." jawabnya gugup.
"Berapa bayaran yang kamu dapatkan dari perempuan itu?" tanya Willy tiba-tiba.
Anton tampak terkesiap tak percaya, jika Willy benar-benar telah mengendus rencananya bersama Michelle. Willy membalikkan badannya dan bernegosiasi dengan Anton.
"Aku bisa membayarmu lebih banyak dari Michelle, asalkan kamu beritahu apa rencana wanita licik itu!" ucap Willy dengan tatapan serius.
Anton agaknya berpikir jika Willy saja bisa membayarnya lebih, bagaimana bisa Dia menolaknya, bagaimanapun juga Willy tak akan percuma menggelontorkan uang, Willy terkenal dengan pria yang mudah sekali mengeluarkan uang demi urusan nya agar tetap lancar.
"Michelle, wanita itu ingin menjebak Anda Pak!" ucap Anton tiba-tiba.
"Aku sudah menduganya!"
Kemudian Anton menceritakan semua tentang rencana Michelle kepada Willy, yang membuat Willy semakin semangat untuk membuat wanita itu jera. Willy menyunggingkan senyumnya.
"Begitu ya! Kita lihat saja nanti."
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥