Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Tuan muda


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, seorang pria yang tampak melihat ke sisi jendela kamar dimana ia dirawat di sebuah rumah sakit, terlihat sedang memikirkan sesuatu, kepalanya masih diperban, namun kondisi fisiknya masih terlihat kuat.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa ada sesuatu yang seolah membuatku risau, aku seperti memiliki janji kepada seseorang, tapi siapa?" Willy mengusap wajahnya kasar dan memejamkan matanya, tiba-tiba sekilas bayangan karyawannya itu lagi yang muncul, Eve dan Eve yang selalu muncul dalam pikirannya.


"Astaga! Kenapa dia selalu membayangiku? Aku benar-benar tidak mengerti!" Willy kembali duduk di atas tempat tidurnya, Ia mencoba memejamkan matanya, mencoba menenangkan pikirannya, mungkin saja ada jawaban atas kegundahannya.


"Eve? Ada apa dengan karyawati itu? Apakah dia butuh pertolongan ataukah aku pernah berbicara sesuatu kepadanya? Ini benar-benar membuat kepalaku semakin pusing" Jaka mencoba mengingat kembali saat-saat sebelum dirinya amnesia. Namun semakin mengingat semakin dirinya merasa kesakitan.


Liora yang mengetahui keadaan anaknya, menghampirinya dan berkata kepada anaknya.


"Willy, sudahlah nak! Jangan paksakan dirimu untuk mengingat dulu, pelan-pelan saja, sekarang kamu istirahat ya, Mommy keluar sebentar" seru Liora kepada putranya, Willy mengangguk.


*


*


*


*


Eve tampak antusias mencari informasi keberadaan Jaka, dirinya segera beranjak pergi ke lokasi dimana Jaka ditemukan, Eve sendirian tanpa bantuan siapapun pergi mencari keberadaan Jaka. Sejak kematian sang Ayah, Eve menjadi pribadi yang mandiri, kehadiran ibu tiri dan Adik tirinya memaksa Eve bersikap dewasa dan mandiri, dimana Linda dan Ellen selalu membuat hidup Eve kacau, apalagi sekarang Ellen sudah berhasil merebut tunangan kakaknya, yaitu Rafael.

__ADS_1


Eve membawa mobilnya ke lokasi dimana Jaka ditemukan, dilihatnya sekitar jalan yang terlihat cenderung sepi, hanya ada beberapa orang yang melewati jalanan itu, mobil Eve berhenti dan Ia melihat dua orang ibu-ibu yang sedang melintas di jalan itu, kemudian Eve bertanya kepada keduanya.


"Permisi ibu!"


"Iya mbak ada yang dapat kami bantu?"


"Emm saya ingin bertanya tentang korban pemukulan seorang office boy yang kemarin malam ditemukan disini, apakah dia masih hidup?"


"Oh...pria itu, office boy itu, kasihan dia Mbak banyak ngeluarin darah, tapi dia masih hidup kok, ada beberapa orang yang membawanya ke rumah sakit!" ujar salah seorang diantaranya.


"Rumah sakit? Kalau boleh tahu rumah sakit mana ya?" tanya Eve yang sudah tidak sabar.


"Oh kalau itu kami kurang tahu, sepertinya pria itu dibawa oleh orang-orang suruhan, yang saya dengar mereka menyebut pria itu dengan sebutan Tuan muda, waktu itu kebetulan saya lewat di sini dan menyaksikan pria itu dibawa ke dalam mobil mewah dengan sangat hati-hati, dan pria-pria yang membawanya memanggil pria itu ya dengan sebutan itu, Tuan muda!" cetus wanita itu.


"Baiklah Mbak, kami permisi dulu!" pamit kedua wanita itu.


"Iya... terima kasih banyak ya Bu!" balas Eve tersenyum, dan kedua wanita itu pergi menjauh dari Eve.


Eve masuk ke dalam mobil, Ia masih sangat bingung dengan pernyataan dua wanita itu, kenapa Jaka dipanggil Tuan muda, sementara yang Eve tahu Jaka adalah pria yang sangat sederhana, dan jauh dari kemewahan.


"Hah... sudahlah, sebaiknya aku cari rumah sakit yang merawat Jaka, aku yakin Jaka pasti masih ada di sana"

__ADS_1


Eve segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terbesar di kota itu, karena dirinya yakin jika Jaka pasti ada di sana.


"Jaka aku yakin kamu masih ada di sana! Aku akan datang kepadamu"


Dan setelah beberapa menit, akhirnya Eve tiba di rumah sakit terbesar RS. SEHAT JASMANI ROHANI, Eve mulai masuk ke dalam rumah sakit terbesar di kotanya itu.


Eve bertanya kepada resepsionis tentang pasien yang bernama Jaka Suyanto.


"Permisi Suster! Saya mau tanya, emm apa kemarin malam ada pasien yang datang kemari atas nama Jaka Suyanto, yang terkena pukulan di kepalanya?" tanya Eve menyelidik.


"Sebentar ya mbak kami cek dulu"


Eve menunggu sejenak suster mengecek data pasien yang telah masuk, dan setelahnya Ia memberitahukan kepada Eve.


"Maaf mbak, pasien atas nama Jaka Suyanto tidak terdaftar di sini, dan kemarin malam memang ada pasien yang masuk dengan luka yang sama persis dengan yang mbak sebutkan, tapi namanya bukan Jaka Suyanto, tapi..." Suster tidak melanjutkan kata-katanya karena Eve tiba-tiba tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang terjatuh.


Eve segera menghampiri wanita itu dan menolongnya.


"Ibu tidak apa-apa?" seru Eve kepada Liora sembari membantunya berdiri


"Tidak apa-apa, terima kasih" jawab Liora dengan tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2