Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Ini tidak boleh


__ADS_3

Willy bangkit dan duduk di sofa sembari menatap Eve yang sedang memberikannya segelas teh hangat.


"Minumlah Pak! Semoga saja setelah minum teh hangat ini, keadaan Pak Willy segera membaik." ucapnya sembari memberikan teh itu kepada Willy.


"Terima kasih banyak, Eve!" Willy menerima teh itu dan segera meminumnya. Setelahnya Willy meletakkan kembali gelas teh itu di atas meja dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Baiklah kalau begitu, Saya permisi dulu!" pamit Eve sembari melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan.


"Tunggu dulu!" Willy menahan kepergian Eve.


"Aduh apalagi sih, aduh pak Willy plis jangan mendekat lagi" gumamnya sembari merremas jari jemarinya, Eve terlihat gugup sekali.


Willy berjalan menghampiri Eve yang masih berdiri di tempatnya. laki-laki berotot itu kini berdiri di belakang Eve. Perasaan Eve benar-benar kacau, Dia gugup sekaligus salah tingkah, entahlah kenapa tiba-tiba saja perasaannya seperti itu.

__ADS_1


Willy memegang pundak Eve, mengelusnya sampai pada kedua ujung tangan wanita tampak sedang menahan pertentangan batinnya itu, digenggamnya tangan Eve dan diletakkannya genggaman tangan itu di depan perut Eve, dan kembali Willy mendekatkan dirinya pada tubuh Eve dengan mendekapnya dari belakang.


Dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya Eve tidak bisa menolak saat Willy menyentuhnya, karena apa yang diberikan oleh Willy sama persis dengan apa yang diberikan Jaka untuknya, caranya membelai, caranya memeluk, caranya menggenggam kedua tangannya, dan tentu saja caranya saat mengecup bibir Eve, semuanya sama.


"Pak Willy! Saya mohon jangan lakukan itu, ini tidak boleh dan tidak benar" ucapnya dengan nafas yang sudah tidak beraturan.


"Kenapa tidak boleh dan kenapa tidak benar? Aku akan menjadi Ayah untuk bayimu, Aku akan menikahimu Eve" bisiknya mesra di telinga wanita yang sedang menahan perasaannya itu.


Pria bertubuh besar itu menyibakkan rambut Eve dan mengecupnya dengan lembut, Eve terpejam dan sedikit membuka mulutnya, Dirinya tak kuasa menahan rasa seperti sengatan aliran listrik yang mengalir dalam darah, membuat perasaan wanita yang sedang mengandung itu semakin tak karuan.


Betapa Willy sejatinya sangat merindukan wanitanya, dihirupnya aroma tubuh Eve yang selalu membuatnya candu, kecupan demi kecupan sangat terasa hangat dan menggetarkan jiwa.


Eve menikmatinya seolah itu adalah sentuhan Jaka, sangat terasa setiap usapan tangan Willy terasa sama dengan usapan lembut tangan Jaka, itulah yang menyebabkan Eve tak bisa lari saat Willy selalu ingin mendekatinya.

__ADS_1


Nafas Eve sudah sangat tidak beraturan, nafas yang terengah-engah, dan bibir bawahnya yang selalu Ia gigit, saat cumbuan dari Willy begitu membuatnya panas dingin.


Tangan Eve semakin menggenggam tangan Willy dengan erat, seolah rangsangan itu telah berhasil Willy transfer pada jiwa Eve.


Spontan Eve membalikkan badannya dan menatap kearah Willy, Eve merasa jika Jaka ada di depannya, entahlah apa yang sekarang ada dalam pikirannya, Eve benar-benar dibuat buta jika di depannya kini adalah Willy, Eve mencium bibir pria yang sengaja membangkitkan gairah jiwanya itu.


Ciuman itu sangat panas, bahkan lebih panas dari teriknya matahari di atas kepala.


"Tuhan! Maafkan Aku, apa yang Aku lakukan ini benar-benar diluar kendaliku, Aku tidak bisa menolaknya, pria ini datang saat Jaka pergi, dan Dia memberikan segala apa yang pernah Aku rasakan dari Jaka, Aku benar-benar terhanyut"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2