Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Mencintai dua orang


__ADS_3

Eve turun dari lantai atas dengan lift, hatinya benar-benar kacau, kenapa bisa dirinya membalas ciuman Willy, Eve merutuki dirinya sendiri, entahlah kenapa tiba-tiba saja dia merespon sentuhan Willy yang menurutnya sama persis dengan sentuhan yang Jaka berikan.


Eve kembali ke ruangannya, terlihat dengan jelas wajahnya yang memerah, menahan rasa malu saat Ia membalas ciuman Bosnya.


"Aduuh Eve! Kenapa kamu ikut menikmatinya, huuuu ... harusnya kamu menghindarinya, kok malah ikutan terhanyut sih! Huffftt ... Aku benar-benar tidak bisa menghindarinya, seolah itu adalah Jaka, Iya Aku seolah merasakan ciuman Jaka" gerutunya sambil menepuk-nepuk meja berkali-kali.


Alinda dan Veren yang melihat itu tampak saling menatap.


"Eve kenapa?" tanya Veren penasaran.


"Tahu...!" Alinda tampak menaikkan pundaknya.


Kedua wanita itu menghampiri Eve yang sedang salah tingkah.


"Kamu kenapa Eve?" Veren menyentuh pundak Eve, sontak Eve terperanjat dan tak sadar menyebut nama Willy.


"Maaf pak, maafkan Saya pak! Saya nggak bermaksud mencium Bapak, Pliss ampuni Saya!" racau Eve dengan mata yang terpejam.


"Eve! Ini Aku, Veren!"


Eve membuka matanya, dia sangat terkejut ternyata rasa gugupnya membuat Eve tak menyadari jika Veren dan Alinda sedang menghampirinya.

__ADS_1


"Ka_kalian! Aku pikir tadi pak..." Eve tidak melanjutkan kata-katanya.


"Pak Willy maksudmu?" sambung Alinda menebak.


Eve terdiam dan mengalihkan pembicaraan dengan meraih mouse komputer dan menatap layar komputernya.


"Eve! Kamu dan Pak Willy berciuman?" tanya Veren tiba-tiba.


Eve menoleh kearah kedua temannya dan menatap wajah mereka yang tampak serius.


"Please! Kenapa kalian tatap Aku seperti itu?" ucap Eve sembari memijit pelipisnya. Alinda dan Veren terdiam dengan pandangan yang penuh tanya.


"Okey ... Aku ngaku, iya Aku dan Pak Willy melakukan itu, ta_tapi itu tidak seperti yang kalian bayangkan" ungkap Eve sembari menggigit bibirnya bawahnya.


"Aku sendiri nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, Aku sangat mencinta Jaka, tapi tak bisa ku pungkiri Aku melihat sosok Jaka ada pada diri pak Willy, dan itu sangat terasa saat Pak Willy menciumku, Aku merasakan Jaka ada bersamaku" ungkap Eve yang membuat dua temannya itu tampak mengerutkan keningnya.


"Apa mungkin Jaka adalah Pak Willy dan Pak Willy adalah Jaka, mereka satu orang" celetuk Alinda yang membuat Eve membulatkan matanya.


"Hmm ... tidak mungkin, mereka berdua sangat berbeda, kalian tahu penampilan fisik saja sudah berbeda, dari wajah, rambut, kulit muka, caranya berbicara, semuanya berbeda, nggak mungkin mereka satu orang" sangkal Eve yakin.


"Tapi kamu belum tahu yang ada didalamnya Eve?" celetuk Veren.

__ADS_1


"Maksudmu?" Eve terlihat mengerutkan dahi.


"Kamu melihat dari sisi luarnya saja, dalamnya kamu belum tahu kan?" ucap Veren dengan tersenyum kecil, perlahan Eve menangkap apa maksud ucapan Veren.


"Gila kamu!" jawab Eve sembari tersenyum.


Alinda dan Veren saling terkekeh.


"Ya iyalah, hanya kamu yang tahu bagaimana dalamnya Jaka" balas Alinda.


"Udah ah, kalian jangan ngaco, Jaka tidak akan ada yang menggantikannya, walaupun itu pak Willy sekalipun"


"Jangan bicara begitu, jika saja pak Willy adalah Jaka, apa yang kamu lakukan?" tanya Veren asal.


"Nggak mungkin, mereka sangat jauh berbeda, dan itu hal yang sangat mustahil" ucapnya.


"Hmm ... tapi ciumannya tidak mustahil, kan?" goda Veren sembari menjauh dari tempat Eve. Karena Veren tahu Eve pasti mencubitnya.


"Veren ... hmm kamu tuh ya! Dasar godain aja"


Veren dan Alinda tampak terkekeh melihat tingkah Eve yang terlihat malu-malu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2