
Sementara itu, Willy memang sengaja mengerjai Eve dengan pura-pura memeriksa laporan yang diberi Eve dengan menunjukkan sedikit kesalahan pada laporan keuangan yang sudah dibuat wanita bertubuh langsing itu.
Willy meletakkan laporan Eve di atas meja, Eve terlihat terkejut kenapa Willy meletakkan kembali laporan keuangannya, apakah ada yang salah? Pikir Eve menebak.
"Kenapa Pak? Ada yang salah?" tanya Eve terkejut.
"Coba di cek lagi, di bagian lembar kedua, Aku butuh penjelasan" ucap Willy sembari menatap wajah Eve yang terlihat gugup, Willy tersenyum smirk, kali ini Willy bisa berlama-lama dengan Eve dalam ruangannya.
Eve meraih kembali laporan tersebut dan Ia mengecek kembali kesalahan yang di sebutkan oleh Willy. Eve merasa tidak ada kesalahan serius.
"Saya rasa tidak ada kesalahan yang serius pak, semuanya sudah benar dan saya sudah mengeceknya betul-betul" sangkal Eve, kemudian Willy berdiri dan menghampiri Eve.
Willy mendekati Eve, Eve terlihat salah tingkah saat melihat Willy yang semakin mendekatinya.
__ADS_1
"Kamu lihat ini" tunjuk Willy di sebuah angka nominal, Eve mengikuti telunjuk tangan Willy, pria yang saat ini dekat sekali dengan dirinya sedang menunjukkan sesuatu yang harus Eve jelaskan kepada Willy.
"Kamu jelaskan, darimana ini mendapatkannya, kenapa begitu besar perolehannya, sementara yang aku tahu selama ini perusahaan tidak pernah mendapat benefit sebesar itu" tukas Willy dengan suara seksinya, Eve melihat wajah Willy begitu dekat, hanya beberapa centi saja, dan lagi-lagi entah kenapa Eve seolah tak bisa bergerak saat Willy mendekatinya.
"Ba_baiklah Saya akan menjelaskannya" Eve berusaha untuk tidak menatap wajah Willy lagi, kemudian Eve mulai memperhatikan laporannya dan menjelaskannya kepada Willy.
"Begini pak..."
Eve tampak sedang menjelaskan darimana perolehan prosentase keuangan yang besar itu, Willy tak melihat tangan Eve yang tampak menunjukkan tentang laporan itu, namun Willy justru memperhatikan wajah Eve secara intens, betapa cantiknya wanita yang kini sedang bersamanya, wanita yang sangat ia rindukan, ingin rasanya Willy memeluk dan menciumnya, namun Ia harus menahannya, karena Eve masih menganggap Willy adalah atasannya bukan Jaka.
"Apa maksud, Bapak?" Eve berdiri dari kursinya, sementara itu Willy tampak menahan Eve untuk pergi dari ruangannya.
"Astaga! Tatapan mata ini, aku tidak bisa menghindarinya, Aku melihat Jaka di sini, Kenapa dengan diriku" Eve berjalan mundur, saat Willy mencoba mendekatinya.
__ADS_1
Eve tak bisa lari, meskipun kesempatan untuk lari dari ruangan Willy sangat besar, Eve merasa kakinya berat meninggalkan ruangan itu, entahlah seperti ada magnet yang menarik kaki Eve, sehingga terasa berat Ia untuk melangkah pergi.
Semakin Willy mendekati Eve, semakin Eve berjalan mundur hingga tubuhnya tertahan pada dinding kaca pada ruangan besar direktur utama itu.
"Apa yang bapak inginkan?" seru Eve dengan menahan nafasnya yang terlihat naik turun.
"Aku tidak tahu kenapa Aku tiba-tiba merasakan ini, debaran hati ini tidak bisa berbohong, Aku mencintaimu Eve!" Eve memejamkan matanya dan merasakan betapa deru nafas Willy terasa begitu hangat menyapu wajahnya.
Dan entah kenapa Eve tidak bisa menyingkirkan tangan Willy dari wajahnya, Willy membelai pipi dan berlanjut pada bibir Eve.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...SABAR YA 😊...