
Sementara itu, setelah cukup lama Eve dan Willy menikmati percintaan mereka, tiba waktunya pelepasan kenikmatan yang keluar dari pusat penyatuan dua orang insan itu, membuat keduanya terhempas dengan nafas yang memburu. Willy berada di bawah tubuh istrinya, kali ini Eve berada di atas, mengendalikan semua aktivitas mereka.
Setelah itu Eve turun dari tubuh suaminya dan Ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Willy masih terdiam di tempatnya menikmati sisa-sisa denyutan kecil dari percintaannya bersama sang istri.
Setelah Eve membersihkan dirinya, akhirnya Ia keluar dari kamar mandi dan memakai kembali pakaiannya yang teronggok di atas lantai. Willy mulai bangkit dan menghampiri Istrinya.
"Terima kasih sayang!" bisiknya sembari memeluk sang istri dari belakang.
"Terima kasih untuk apa?" balasnya sembari mengancingkan kembali bajunya.
"Untuk waktumu hari ini," Willy berucap sembari mencium leher istrinya.
"Bukankah itu sudah kewajibanku! Aku ingin melihat suamiku bahagia, kapanpun dan di mana pun jika Kamu menginginkan nya, Aku akan selalu bersedia, asalkan tidak mengganggu pekerjaanmu," ucapnya sembari tersenyum.
"Sekarang izinkan Aku pulang, Aku mau istirahat sejenak, nanti malam kita ke dokter, sudah waktunya periksa kandungan, temani Aku ya?" ucap Eve sembari melingkarkan tangannya pada leher Willy.
"Tentu saja, Aku pastikan selalu ada waktu untukmu, Aku juga ingin melihat keadaan bayi kita," balas Willy sembari mencium kening istrinya.
Kemudian Willy beranjak ke kamar mandi, Eve merapikan baju dan makeup nya sebelum dirinya keluar dari ruangan Willy. Eve tampak menyisir rambutnya yang masih basah, sementara Willy baru keluar dari kamar mandi setelah dirinya membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Tubuh tegap itu masih terlihat basah oleh air, menambah keseksian tubuh seorang William Anthony, ditambah lagi rambutnya yang juga basah, menambah daya tarik tersendiri bagi William Anthony, sungguh Ia laki-laki yang sangat tampan.
Eve menghampiri suaminya dan mengelapkan handuk ke seluruh tubuh sang suami. Keduanya sama-sama basah, karena keduanya telah melewati percintaan yang syahdu dalam ruangan William Anthony.
Bekas gigitan Willy pun terlihat sangat jelas pada leher Eve yang putih, tentu saja jejak kissmark itu terlihat begitu merah menggoda, karena masih segar dan Eve baru mendapatkannya saat bercinta tadi.
Setelah keduanya sudah berpakaian lengkap, kini Willy kembali membuka kunci otomatis pintu ruangannya dan mengantarkan istrinya sampai depan kantor.
Tentu saja kehadiran kedua pasangan itu tidak luput dari ghibahin para karyawan yang tampak senyum-senyum melihat bos mereka yang selalu terlihat mesra.
"Ih sama-sama basah tuh rambut!"
"Habis olahraga pastinya,"
"Olahraga apaan?"
"Ya push up lah!"
"Push up?"
__ADS_1
"Push up dengan satu penyangga di tengah,"
"Astaga! Gila kamu, Aku pikir apaan,"
beberapa karyawan tampak berbisik-bisik sambil tersenyum membicarakan bos dan istrinya. Dan akhirnya Willy dan Eve tiba di depan kantor, mobil yang mengantarkan Eve mulai datang menghampiri istri sang Direktur.
Sementara itu Boy dan Veren yang tak sengaja melihat Willy dan Eve yang keluar dari gedung PT Megantara itu tampak di buat geleng-geleng kepala.
"Nah! Bener kan dugaanku, ah ... Tuan muda benar-benar tidak bisa menyia-nyiakan waktu sedikit pun, istrinya datang langsung gercep, ini di kantor gimana di rumah?" ucapan Boy tanpa sengaja di dengar oleh Veren.
"Kalau di rumah pasti nggak sempat pakai underwear tuh si Eve!" celetuk Veren yang membuat Boy menoleh kearah wanita yang sedang traveling otaknya itu.
"Nanti kamu juga gitu ya! Nggak usah pakai celaana dalaam kalau di rumah, biar enak ... langsung tancap gas," Boy berkata sambil menggerakkan alisnya naik turun.
"Apa sih Kamu!" Veren tampak tersipu malu.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1