
Willy tersenyum merekah saat sang istri berucap itu padanya, sembari menatap mata sang istri, Willy berucap pelan. "Aku bisa saja melakukannya setiap hari, tapi apa bayi kita baik-baik saja? Aku khawatir saja jika terjadi sesuatu pada mereka, karena Kamu tahu sendiri bagaimana Aku saat bersamamu, kadang Aku tidak bisa mengontrol Diriku sendiri," ucapnya sembari menyangga bobot tubuhnya dengan kedua tangannya. Sementara Eve berada di bawah Kungkungannya. Karena Willy menyadari jika dirinya begitu tergila-gila pada istrinya.
"Bayi kita baik-baik saja, selama ini Aku tidak pernah merasa aneh pada kandungan ku, mereka berdua anak-anak yang kuat seperti Daddy-nya," jawab Eve sembari mengusap lembut dada suaminya.
"Benarkah?"
"Hmm ...." Eve menganggukkan kepalanya sembari melepaskan kancing kemeja sang suami, Willy yang mengetahui kenakalan sang istri mencoba mengimbangi dengan mencium kening dan seluruh wajah sang istri hingga berakhir pada bibir Eve yang sedikit terbuka.
Willy mengecup mesra bibir indah itu hingga akhirnya lummatan dan sesapan mulai mengawali aktivitas panas mereka. Dan entahlah kejadian itu terjadi begitu saja, hingga akhirnya keduanya pun polos tanpa sehelai benangpun.
Bersembunyi di balik selimut tebal itu mereka berdua menciptakan suasana yang akan membuat siapa saja yang mendengarnya ikut merinding, suara-suara erotis itu memenuhi kamar mewah yang sudah dilengkapi oleh kedap suara, betapa pun mereka mendesaah dan mengerang panjang, tidak ada satu orangpun yang akan mendengarnya.
__ADS_1
"Baby! Katakan jika kamu merasa sakit! Aku akan menghentikannya," bisik Willy disela-sela gerakan dirinya memompa yang dibawah sana.
"No sayang, Aku tidak pernah merasa kesakitan, justru semua ini membuatku merasa sangat candu," balasnya dengan mata yang masih terpejam, merasakan denyutan kenikmatan pada pusat penyatuan itu. Yang menjalar ke seluruh tubuh.
Mendengar jawaban dari sang istri, Willy semakin semangat untuk bermain di sana, namun Ia juga tidak mau egois, laki-laki blasteran Perancis itu tetap memikirkan kondisi bayi mereka yang berada di dalam kandungan Istrinya.
Dengan pelan-pelan Willy bergerak indah dan membuat yang di bawah sana semakin basah dan basah, keduanya sama-sama menikmati kemesraan pada malam itu. Hingga akhirnya keduanya berhasil mencapai puncaknya dalam durasi waktu yang cukup lama, 1 jam lebih Willy membawa Eve terbang melayang bersama dirinya.
Aktivitas itupun berakhir dengan saling memeluk, dengan nafas yang masih naik turun, Eve tampak menyandarkan kepalanya pada dada sang suami, seolah tak ingin jauh-jauh dari aroma sang suami yang memberikan dirinya sebuah ketenangan.
Eve membalasnya dengan senyuman sembari mengusap wajah suaminya dan membuka kulit sintetis yang masih menempel pada wajah Willy.
__ADS_1
"Awwww ... sakit sayang, pelan-pelan dong!" pekik Willy saat kulit palsu wajah Jaka itu dilepas oleh sang istri. Sehingga nampaklah wajah tampan asli William Anthony, sungguh ketampanan yang hakiki.
"Pak Willy! Maaf Aku lepaskan wajah Jaka, terima kasih sudah mendatangkan Jaka malam ini, tapi untuk selanjutnya Aku ingin melihat wajah asli suamiku, karena sesungguhnya Jaka adalah Willy, dan Willy adalah Jaka, kalian tetaplah satu orang," ucap Eve sembari mengusap lembut pipi suaminya.
Tiba-tiba saja Willy teringat sesuatu yang ingin Ia berikan kepada istrinya.
"Tunggu sebentar! Aku ada sesuatu untukmu!"
Willy bangkit dan berdiri mengambil sesuatu yang Ia sembunyikan di dalam sebuah tempat. Setelah Willy mengambil itu kemudian Ia memberikannya kepada sang istri.
"Apa ini?" tanya Eve sembari duduk dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥