Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Keris ku tidak berkarat


__ADS_3

"Rindu? Kau tanyakan rindu padaku? Apa kamu kira Aku juga tidak merindukanmu?" balas Eve dengan menatap mata sang suami lekat-lekat. Willy tersenyum dan berucap syukur, akhirnya dirinya bisa melepaskan rasa yang selama ini membuatnya tersiksa, menahan gejolak itu bagi seorang pria normal sepertinya adalah sesuatu yang menyiksa dan sering membuat sakit kepala.


"Matur nuwun Duh Gusti! Akhire Aku iso mbebasno roso kuwi sing mbarahi Sirah ngelu, ayo ndang ben ora suwi-suwi, Aku wis ora sabar!"


(Terima kasih Tuhan! Akhirnya Aku bisa melepaskan rasa yang membuat kepala pusing, Ayo cepat biar tidak lama-lama, Aku sudah tidak sabar!) ucap pria bermata biru itu sambil mengangkat tubuh istrinya untuk Ia bawa ke kamar mereka.


"Ehh ... Sayang! Turunkan, malu nanti di lihat orang." seru Eve dengan wajah paniknya.


"Biarkan saja! Kamu kan istriku, untuk apa Aku malu."


Di saat bersamaan, Liora dan Mbak Yem datang ke kamar si kembar, disaat Liora membuka pintu kamar itu, secara tidak sengaja Ia melihat adegan Willy yang sedang menggendong istrinya.


"Hah ... Mommy!" Eve begitu terkejut melihat kedatangan Liora yang tiba-tiba.


"Turunkan- Turunkan!" Eve meminta Willy untuk menurunkan tubuhnya. Liora dan Mbak Yem terlihat salah tingkah melihat keduanya yang terlihat mesra.


"Willy! Eve kalian belum tidur?" tanya Liora, sedangkan Mbak Yem tampak senyum-senyum di belakang Liora.


"I_iya Mommy, kami akan segera tidur, tadi Aku menemani si kembar sebentar." jawabnya. Karena merasa terusik oleh suara mereka, kedua bayi kembar itu terdengar menangis, spontan semuanya datang menghampiri Baby Filio dan Baby Fiona.


Rupanya kedua bayi kembar itu memang tampak membuka matanya, Willy menghela nafasnya sembari mengusap wajahnya kasar.


"Sabar sabar! Entah sampai kapan Aku bersabar." gumamnya sembari melihat ketiga wanita itu sibuk menenangkan kedua bayinya. Terlebih Ia memperhatikan Eve yang juga ikut menenangkan bayinya. Willy mendekati istrinya dan berbisik, "Aku tunggu di kamar, jangan lama-lama!"


Eve menatap wajah sang suami dan mengangguk, setelah itu sejenak Willy berkata kepada bayi kembarnya.


"Daddy bobo dulu ya Sayang! Daddy capek banget, kepala Daddy pusing." ucapnya sembari mengecup pipi kedua bayi lucu itu. Kemudian Willy beranjak dan berkata kepada Liora.

__ADS_1


"Aku ke kamar dulu Mommy! Kepalaku pusing, Aku mau istirahat." ucapnya sembari memegang perutnya. Sontak apa yang diucapkan Willy membuat Liora berkacak pinggang.


"Itu perut bukan kepala, Willy! Astaga ...!" ucap Liora yang diiringi tawa kecil Eve dan Mbak Yem.


"Ya ... maksud Willy, perut ku lapar Mommy, minta di isi kalau ndak di isi yo lapar bin pusing Mommy, piye toh Mommy itu! Ayo sayang ambilkan Aku makan! Aku sudah lapar sekali." alibinya sembari menarik tangan Eve agar segera Ikut dengannya.


"Ya Wis! ndang melu Willy Nduk! Bocah Iki nek ora dituruti ngunu bakal ngamuk, si kembar ben karo aku wae, ono mbak Yem sing ngancani, wis ndang!"


(Ya sudah! cepat ikut Willy, Sayang! Anak ini kalau tidak dituruti akan marah, si kembar biar sama Aku saja, ada Mbak Yem yang menemani, ayo cepat!)


Tampaknya Liora mengerti maksud Willy, meskipun sang putra bilang lapar, tapi sebenarnya putranya itu minta dimanja oleh istrinya, mengingat semenjak Eve melahirkan bayi mereka dan fokus mengurus si kembar, saat itulah Willy harus merelakan dirinya sendirian dan membiarkan istrinya mencurahkan seluruh perhatian untuk si kembar.


Karena sekarang usia Baby mereka sudah dua bulan, tentu saja Liora mengerti akan kebutuhan biologis putranya.


"Ta_tapi Mommy! Apa Mommy tidak apa-apa jika Aku tinggal?" tanya Eve yang khawatir jika bayi kembarnya rewel.


"Tuh dengar kata Mommy! Ayo dong sayang!"


Willy seperti nya sudah tidak sabar lagi, terlihat Mbak Yem ikut menggoda pasangan suami istri itu.


"Wis ndang toh Nyonya! Yen kesuwen ngenteni mesakke keris e Tuan muda! mundak neyeng Nyonya!"


(Sudah cepat Nyonya! Kalau kelamaan nunggu kasihan keris nya Tuan muda! Entar berkarat Nyonya) celetuk Mbak Yem sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Liora dan Eve tampak tertawa kecil mendengar ucapan asisten rumah tangga nya itu, sementara Willy tidak terima jika kerisnya dibilang berkarat oleh mbak Yem.


"Ngawur Iki Mbak Yem! Keris ku ora ono neyeng e kok! Isih kinclong tur landep loh Mbak Yem, lah wong bendino tak elus-elus masio ora digunakake!"

__ADS_1


(Sembarangan ini Mbak Yem! Keris ku tidak ada karatnya kok, masih kinclong juga tajam loh mbak Yem, orang setiap hari Aku usap-usap meskipun tidak digunakan) jawab Willy enteng, namun cukup membuat ketiga wanita itu tertawa kecil.


*


*


*


*


*


Hai hai reader ku Sayang, terima kasih banyak ya udah pantau kisah William Anthony dan Evelyn Angelina sampai akhir, othor berharap cerita ini bisa menghibur kalian, mohon maaf jika ada kata-kata atau komentar othor yang kurang berkenan, atau ada adegan yang bikin Kalian tidak suka, othor hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.


Next untuk novel selanjutnya, sebenarnya othor udah nyediain cerita tentang Duda hot yang pastinya bikin Baper abis, kocak dan tentu saja bucin yang akan membuat kalian senyum-senyum sendiri, jadi tunggu launching novel berikutnya ❤️❤️❤️


Spill judul novel berikutnya adalah


MELAMAR OM DUDA


Inshallah besok atau lusa akan segera launching, jadi ditunggu yah.... tetap pantau novel ini hingga notifikasi dari novel baru othor tiba 😊.


...TERIMA KASIH...


...TAMAT...


__ADS_1


Bonchap ditunggu yah 😊


__ADS_2