
Saat itu juga Mbak Yem pergi ke kamar Eve, di sana masih ada Liora dan Willy yang sedang menemani Eve dan kedua bayi kembar mereka. Mbak Yem mengetuk pintu dan Liora membukakannya.
"Mbak Yem! Ono opo toh? Kok bali maneh? Opo ono sing keri?"
(Mbak Yem! Ada apa? Kok kembali lagi? Apa ada yang ketinggalan?) tanya Liora yang melihat Mbak Yem kelihatan panik.
"Bukan Nyonya! Ada suatu hal penting yang harus Nyonya Eve ketahui." ucap Mbak Yem sembari berjalan menuju tempat tidur Eve.
Eve dan Willy melihat Mbak Yem yang tampak sedang menunjukkan sesuatu kepada mereka berdua.
"Tuan dan Nyonya, Saya mau memberikan ini untuk Nyonya." seru Mbak Yem sembari memberikan ponsel Ellen kepada Eve.
"Ponsel? Ponsel siapa itu Mbak Yem? Dan kenapa diberikan kepada Saya?" tanya Eve penasaran.
"Nanti Saya jelaskan Nyonya, Sekarang coba Nyonya lihat layar ponsel itu, disitu ada foto gadis yang mirip sekali dengan adik Nyonya, Mbak Yem cuma ingin memastikan jika itu memang foto adik Nyonya, Monggo dilihat!"
__ADS_1
Kemudian Eve menyalakan layar ponsel Ellen, dan benar saja Eve membulatkan matanya saat melihat wajah Ellen sedang tersenyum dalam ponsel itu, foto Ellen yang sengaja disetting sebagai latar belakang layar utama.
"Astaga! Ini benar Ellen! Darimana Mbak Yem mendapatkan ponsel Ellen? Itu berarti Ellen ada di sini?" tanya Eve yang begitu terkejut melihat foto adik tirinya yang selama beberapa bulan ini tiada kabar berita, Rafael membawanya pergi jauh dan itupun perintah dari Willy untuk menjauhi keluarganya, agar Rafael tidak mendekati Istrinya lagi, nyatanya sekarang Ellen kembali, dan itu artinya Rafael juga berada di kota ini.
"Tadi, saya mendapatkan ponsel ini dari sopir taksi Nyonya!"
Kemudian Mbak Yem menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Ellen, ternyata Ellen berada di dalam rumah sakit yang sama dengan Eve. Willy dan Eve mendengarkan seksama penuturan dari Mbak Yem.
"Begitu ceritanya." Kata akhir yang Mbak Yem ucapkan.
Eve memperhatikan suaminya yang terlihat serius menatap layar ponsel itu, kemudian Eve memberikan ponsel Ellen kepada suaminya. Willy menerimanya dan membuka panggilan yang sedang dilakukan oleh Rafael.
Willy meletakkan ponsel itu pada telinganya, terdengar suara yang begitu Ia kenal, iya ... suara Rafael yang sedang menghubungi istrinya.
"Ellen! Kamu dimana sekarang?"
__ADS_1
Willy tampaknya menyuruh semua penghuni kamar untuk diam dengan memberi kode menutupkan satu jari ke mulutnya, dan semuanya pun mengikuti perintah Willy.
"Halo! Ellen? Apa kamu tadi datang ke kantor? Kata sekretaris ku Kamu datang ke ruangan ku, tapi kenapa kamu malah menghilang? Atau jangan-jangan kamu sudah mendengarkan pembicaraan ku dengan Michelle? Apa itu kamu? Katakan perempuan bodoh! Awas saja kalau kamu bicara kepada Eve, Aku tidak segan-segan melenyapkanmu dan juga ibumu, camkan itu!"
"Tut ... Tut ... tut ...."
Rafael menutup ponselnya, dan akhirnya Willy pun tahu siapa yang sudah mencoba mengganggunya selama ini, dan yang tak lain adalah Rafael Marchetti, Willy benar-benar terlihat begitu kesal, ternyata laki-laki itu tidak jera sudah berani mengganggu hidupnya bersama Eve.
"Sekarang Aku tahu! Ternyata Kamu biang keladi selama ini, tunggu saja kehancuran mu Rafael Marchetti." ucap Willy dengan geram yang tak sengaja di perhatikan oleh Eve.
"Rafael Marchetti? Memangnya ada apa lagi Sayang?" tanya Eve yang benar-benar tidak mengerti maksud suaminya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1