
Hari itu juga Linda dibawa pulang untuk bertemu dengan Ellen, pertemuan itu terjadi penuh kebahagiaan, akhirnya Linda bisa bertemu kembali dengan putri dan cucunya, Eve dan Willy melihat kebahagiaan pada kedua wanita itu.
Linda menghampiri Willy dan Eve, wanita itu tiba-tiba saja membungkukkan tubuhnya dan namun Eve menahannya.
"Untuk apa Mama lakukan itu? Mama tidak usah merendahkan diri Mama, semuanya sudah berlalu, Aku sudah melupakan semuanya."
"Eve! Mama malu sekali, ternyata selama ini Mama sudah menyia-nyiakan kebaikan seorang putri yang sesungguhnya, Kamu juga putri Mama, apakah kamu masih mau menjadi putri Mama lagi?" ucapan Linda mendapat sambutan pelukan hangat dari Eve
"Tentu saja Ma! Aku akan tetap menganggap Mama sebagai orang tua Eve." jawaban Eve membuat Linda lega, Ellen pun ikut berucap terima kasih dan minta maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak tirinya itu.
"Terima kasih Kak! Kalau saja tidak ada kakak! Mungkin kami tidak akan bisa bertemu lagi, setelah ini kami akan pergi, kami tidak akan mengganggu kalian lagi, dan kami tidak pantas untuk tinggal di rumah ini, Pak Willy sudah begitu baik sudah memberikan izin kepada kami untuk tinggal di sini, tapi kami juga tahu diri, Kami tidak ingin merepotkan kakak lagi." ucap Ellen yang meminta izin untuk pergi meninggalkan rumah pemberian Willy.
"Tidak bisa! Kalian sadar apa yang sudah kalian katakan? Kalian sudah tidak menghargai ku sama sekali." tiba-tiba saja Willy berkata itu kepada Linda dan Ellen.
"Mak_maksud Anda apa Pak?" tanya Ellen yang begitu terkejut mendengar penuturan dari Willy.
"Jika kalian benar-benar ingin mendapatkan permintaan maaf dari kami, maka kalian harus tetap tinggal di rumah ini, dan jangan pergi dari sini."
Jawaban Willy membuat Ellen dan Linda tidak bisa berkata apa-apa, bagaimana bisa seorang William Anthony sebaik itu.
__ADS_1
"Mama, Ellen! Kalian dengar apa yang dikatakan Suamiku? Aku mohon Mama jangan pergi dari rumah ini, Aku akan semakin bersedih jika kalian berdua pergi dari sini, Aku mohon!"
Karena Willy dan Eve memaksa untuk tetap tinggal di rumah itu, Linda dan Ellen tidak jadi memutuskan untuk pergi, mereka berdua menuruti permintaan Eve.
"Baiklah! Jika itu yang kalian mau, Mama tidak bisa berbuat apa-apa, tapi jujur Mama begitu berhutang budi kepada kalian, apa yang bisa Mama lakukan untuk membayar kesalahan Mama kepadamu, putriku?" seru Linda dengan mata yang mengembun.
"Aku hanya minta kasih sayang yang tulus dari seorang ibu, itu saja dan tentunya Aku ingin Mama menyayangiku seperti putri kandung Mama sendiri."
Ah entahlah kenapa ucapan Eve itu membuat air mata Linda jatuh seketika, Linda memeluk Eve penuh kehangatan, betapa baru kali ini Eve benar-benar merasakan pelukan seorang Ibu yang telah lama ia rindukan.
"Mama! Aku sayang Mama!" Eve menumpahkan segala rasa rindunya kepada sosok Ibu. Ellen yang melihat itu terasa ikut terhanyut dalam suasana haru itu, Ellen mendekati Eve dan Linda, Ellen turut memeluk keduanya, sungguh sebuah pemandangan yang membuat seorang William Anthony ikut menitikkan air matanya.
Melihat sang istri yang akhirnya bisa bahagia dan berkumpul kembali dengan keluarganya adalah suatu kebanggaan tersendiri untuknya, akhirnya Ia bisa membawakan kebahagiaan untuk Eve yang selama ini hidup sendirian.
Sungguh pertemuan malam yang tak disengaja itu, rupanya membawa mereka dalam cinta dan kebahagiaan, William Anthony telah hadir membawa berjuta kebahagiaan untuk Eve, dan rasa cinta itu semakin tumbuh subur di dalam hati keduanya, apalagi kehadiran si kembar yang melengkapi kebahagiaan mereka berdua.
Setelah satu bulan lamanya dari tragedi yang merenggut nyawa Michelle Vlora itu, sepertinya sudah tidak ada lagi hal yang menjadi penghambat dalam bisnis William Anthony, Perusahaan itu semakin melebarkan sayapnya, dan nama William Anthony menjadi sangat populer di kalangan pebisnis dunia.
Hingga akhirnya sebuah pesta di adakan untuk merayakan kesuksesan William Anthony, banyak kolega bisnis dari William Anthony yang hadir dalam acara itu. Dan tentu saja semua keberhasilan Willy tak luput dari sang Asisten pribadinya yang selalu nemplok ke sana kemari, Boy beserta sang istri tampak menjadi tamu spesial untuk William Anthony.
__ADS_1
Veren dan Boy, pasangan yang selalu membuat Willy dan Eve tertawa itu hadir dan membawa senyum khas mereka berdua, Veren terlihat sedang hamil besar, mungkin dalam waktu beberapa bulan lagi Ia akan melahirkan.
"Selamat Tuan muda! Akhirnya perusahaan Anda semakin meluas, Saya ikut bahagia." seru Boy.
"Ini semua juga tidak lepas dari dukunganmu selama ini, kamu adalah orang yang setia, selalu mengerti keadaanku, dan selalu menyemangatiku, terima kasih Boy, kamu memang luar biasa!" ucap Willy sembari menepuk pundak Boy.
"Tentu saja Tuan muda! Saya selalu semangat setiap hari, dan dia lah yang selalu memberikan semangat kepada saya, istri saya!" ucapnya sembari merangkul Veren yang sekarang memiliki bobot tubuh yang besar, mengingat dirinya sedang hamil besar, hormon kehamilan itu membuat sebagian besar tubuh Veren terlihat gemukan.
"Ha iya iya! Pasti kamu selalu semangat, melihat istri dan calon bayimu sehat tentunya." balas Willy sembari melihat perut Veren yang membesar.
"Iya dong Tuan muda, saking semangatnya istri saya menjadi menggembung seperti ini." celetuk Boy dari dulu memang suka bercanda.
"Apa kamu bilang? Aku menggembung sekarang! Ini juga karena ulahmu, kalau mompa kira-kira dong, kalau keseringan ya seperti ini." ucap Veren sambil menyikut perut Boy.
"Awwww .... jangan marah dong sayang! Aku tetap bangga memiliki istri sepertimu, biarpun kamu sekarang Segede ini, tapi cintaku tidak akan pernah berkurang, karena punyamu lebih bagus dari wanita manapun yang kulihat di video-video itu." ucapnya lirih di telinga Veren.
Veren tampak malu-malu saat mendengar ucapan suaminya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥