Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Jangan di situ


__ADS_3

Apa yang dilakukan oleh Boy itupun tidak berhenti sampai disitu saja, justru Boy mulai menurunkan gaun itu ke bawah, melepasnya dari tubuh istrinya, sementara Veren masih berdiri membelakangi Suaminya, satu persatu Boy melepaskan semua yang ada pada diri isterinya, dari aksesoris rambut dan menampakkan rambut Veren yang Ia gerai. Dan kini hanya meninggalkan bra dan underwear yang masih melekat pada tubuh indah Veren.


Sejenak Boy menciumi tengkuk istrinya, merasakan aroma tubuh wanita untuk pertama kali, ah mungkin ini yang dirasakan oleh Tuan mudanya yang tidak bisa menahan gejolak saat melihat kemolekan tubuh seorang wanita yang terpampang nyata di hadapannya. Kini Boy pun merasakan hal yang sama, benar-benar hasrat itu semakin membara saat tangannya mulai menyentuh area sensitif pasangannya.


Jari jemari itupun mulai menyeruak masuk ke dalam bra milik Veren yang berisi bongkahan kenyal-kenyal dan padat berisi milik wanita yang kini menjadi istrinya, otomatis dua buah bongkahan itu kini menjadi miliknya.


Tentu saja Veren tidak bisa menolaknya, bukan hanya itu adalah kewajiban, namun dirinya juga penasaran bagaimana kah rasanya bercinta, seperti yang pernah Eve ceritakan kepadanya, nyatanya sekarang Ia mulai merasakan nya.


Boy memang masih baru melakukannya, namun naluri kelelakiannya bergerak secara spontan dan Ia pun memainkan ujung bongkahan itu dengan memintir-mintir lembut dan sesekali merremas-rremasnya, sehingga muncullah suara indah Veren untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Akkhhh ... Sayang!" Veren mencoba mengimbangi permainan Boy pada kedua gundukan miliknya dengan meraba kepala Boy yang tampak sedang menelusuri leher jenjang istrinya. Tak bisa dipungkiri keduanya makin terhanyut dalam belaian dan buaian. Setelah Boy cukup bermain pada dada Veren, kini saatnya Dia melepaskan kaitan bra itu, dan tentu saja sekarang dua bongkahan milik Veren terlihat menggantung begitu indah dengan hiasan berwarna coklat di ujungnya.


Dari belakang tubuh Veren, Boy memeluknya dari belakang, tangannya bergerak bebas ke sana kemari, dan tentu saja sesuatu yang keras Veren rasakan dari area belakang tubuhnya saat benda mengeras itu menyenggol tubuhnya.


"Astaga! Apa itu?"


Tiba-tiba saja Veren membalikkan badannya kearah Boy, Boy semakin menyeringai, pria itu tidak banyak bicara, tapi tangannya yang berbicara, dengan cepat Ia meraih tubuh istrinya kembali, dan menyambar bibir mungil itu penuh kemesraan, mellumat nya dan menyesapnya begitu dalam, sehingga membuat Veren kewalahan, Iya benar ciuman yang dulu pernah Veren rasakan sekarang Ia merasakannya kembali, tapi kali ini lebih nikmat dan lebih menjiwai.


Hingga tak terasa tangan Boy mulai mencapai daerah yang paling sensitif dari seorang wanita, Iya ... di sanalah tangan Boy mulai menyentuh dan mengelusnya lembut, karena lembah itu masih terlindungi kain yang tipis yang menutupinya.

__ADS_1


Veren semakin meremang, tubuhnya sudah sangat tidak kuat menahan gejolak itu, Ia mendongak ke atas, saat sensasi sentuhan lembut tangan suaminya mulai membakar gairah nya. Hingga tak terasa dua jari tangan Boy menyelinap masuk ke dalam isi kain tipis berwarna putih itu, sontak apa yang di lakukan oleh Boy membuat Veren menggelengkan kepalanya.


"No ... no jangan di situ," rengeknya saat dirinya merasa ada sensasi rasa yang aneh saat jari jemari Boy mengekplorasi dan menggelitik manja di sana.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


*

__ADS_1


*


...CUKUP ... Ademin dulu ya 😁...


__ADS_2