
Hari ini adalah hari Minggu, hari libur ngantor, tentu saja Eve berada di dalam apartemennya, dia hanya menghabiskan waktunya untuk di rumah saja, biasanya Eve jalan-jalan bersama kedua temannya, Alinda dan Veren. Namun sekarang ia lebih suka di dalam rumah, mungkin karena efek kehamilannya, dia merasa lebih betah tinggal di rumah.
Eve masih memikirkan Jaka yang belum menghubunginya, dan dirinya masih terngiang berita kemarin malam, Eve sangat mengkhawatirkan Jaka, maka dari itu Eve memutuskan untuk menemui Jaka di rumahnya.
Eve keluar dari Apartemen nya, tiba-tiba saja Rafael muncul di depannya, Eve melihat wajah bahagia dari Rafael. Eve tidak menghiraukan sama sekali kehadiran Rafael di situ, Eve pergi begitu saja meninggalkan Rafael yang masih berdiri di depan pintu apartemennya.
"Kamu tidak akan bisa menemukan Jaka lagi!'' ucap Rafael dengan senyum smirk. Eve membalikkan badannya dan berkata.
"Apa maksudmu?" tanya Eve serius.
"Lebih baik kamu menikah denganku saja Eve, sebentar lagi aku akan menceraikan Ellen, kita bisa hidup bahagia selamanya, sesuai harapan kita dulu!" bujuk Rafael merayu Eve.
"Maaf, tapi aku tidak bisa, aku akan tetap menikah dengan Jaka" Eve bersikeras bahwa dirinya akan menikah dengan Rafael.
"Ayolah Eve kamu jangan bodoh, Jaka sudah mati, dan kamu tidak perlu menunggunya, dia tidak akan datang!" ujar Rafael mencoba meyakinkan Eve.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu? Apa yang kamu lakukan pada Jaka? Katakan?" Eve memukul pundak Rafael dan merasa Rafael telah berusaha menyembunyikan sesuatu tentang Jaka.
"Kamu tidak perlu tahu apa yang telah aku lakukan kepada Jaka, yang terpenting sekarang Jaka tidak akan menikahimu, sebaiknya kamu lupakan Jaka, dan kembalilah padaku Eve, aku mohon padamu" seru Rafael.
"Kamu benar-benar bajiingan! Apa yang sudah kamu lakukan pada Jaka? Dengar ya, aku sudah bersumpah pada diriku sendiri untuk tidak mengingatmu kembali, dan aku sudah menemukan pria yang baik dan bertanggung jawab seperti Jaka, tidak seperti kamu!" kesal Eve kepada mantan kekasihnya itu.
"Eve, hubunganku dan Ellen cuma sebatas pernikahan di atas kertas saja, aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu"
"Cukup! Aku tidak mau mendengarnya, sekarang katakan dimana Jaka? Apa yang kamu lakukan padanya?" Eve terus mendesak Rafael dengan paksa.
Eve terkesiap, bibirnya tidak mampu berucap, jadi berita di Televisi itu benar adanya, office boy itu adalah Jaka.
Tiba-tiba saja terucap dari bibir Eve dengan lemah.
"Kamu sudah tega sekali memisahkan seorang anak dari ayahnya"
__ADS_1
"Apa maksudmu Eve?" Rafael menatap wajah Eve yang terlihat sudah menjatuhkan air matanya itu, Eve berbalik menatap Rafael dengan tajam.
"Aku mengandung anaknya Jaka! Dan hanya dia yang berhak menikahiku, dan kamu adalah seorang pengecut...aku sangat membencimu, Rafael!"
Eve masuk kembali ke dalam apartemennya, dia sedikit membanting pintu agar Rafael tahu jika dirinya tidak menginginkan kehadiran laki-laki itu.
Rafael terdiam dan terhenyak, ternyata Eve sudah mengandung anaknya Jaka, jadi Eve bukanlah perawan lagi, Jaka sudah mendahuluinya.
"Ah... sial! Kenapa mereka tidak melenyapkan Jaka saat itu juga, dia sudah merebut wanita yang kucintai" umpatnya kesal, dan setelah itu Rafael segera pergi meninggalkan apartemen Eve.
Sementara di dalam, Eve tidak percaya jika Jaka telah mati, Ia yakin Jaka masih hidup, kemudian Eve mencari sumber informasi tentang berita semalam, karena Eve sangat yakin jika Jaka masih selamat.
"Aku tahu kamu masih hidup Jaka! Aku akan segera menemukanmu, tapi sekarang aku harus tahu keberadaanmu, pasti ada orang sekitar yang menyelamatkanmu" Eve terus mengorek informasi tentang kejadian semalam di Internet.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥