Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Laporan keuangan


__ADS_3

Eve masih terlihat masih mengerjakan laporan, dan setelah itu Ia akan menyerahkannya kepada Willy, biasanya Eve akan memberikan laporannya kepada Wira, namun sekarang dia harus menyerahkan langsung kepada Willy.


Eve tampak bingung dan ragu, bagaimana caranya untuk menyerahkan laporannya kepada Willy, yang memaksa dirinya harus bertemu langsung dengan Willy.


"Aduh ... ini benar-benar membuatku gemetaran, kok Aku tiba-tiba deg-degan gini sih" pikir Eve sembari beranjak pergi ke ruangan Willy dengan membawa berkas laporan yang sudah Ia selesaikan tadi.


Tapi mau bagaimana lagi, Eve harus menyerahkannya secara langsung kepada Willy, mau tidak mau Ia harus memberanikan diri datang ke ruangan Willy.


Eve berjalan perlahan menuju ke ruangan Willy yang berada di lantai atas, Eve mencoba mengatur nafasnya, Ia sangat gugup sekali, setelah Ia tiba di lantai atas Eve melihat Boy yang baru saja keluar dari ruangan Willy, Boy sangat terkejut melihat kedatangan Eve yang membawa sebuah map berisi laporan miliknya.


"Pak Boy, Pak Willy ada di dalam?" tanya Eve kepada Boy.


"Ada, Beliau ada di dalam, ada apa?" tanya Boy balik.


"Ah...em...Saya mau nitip ini bisa nggak?" seru Eve kepada Boy berharap Boy bisa membantunya untuk memberikan laporannya kepada Willy.


"Apa itu?" Boy mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ini laporan keuangannya, semua sudah saya kerjakan, tinggal ngasihkan aja sama pak Willy, emm...pak Boy bisa sampaikan ini langsung kepada Pak Willy nggak? Plis" pinta Eve penuh harap.


"Emangnya kamu sendiri nggak bisa? Itukan laporanmu, kalau aku yang ngasih, entar di tanya penjelasannya, mana bisa aku menjelaskan, ya kamu aja yang kasihkan sendiri, toh biasanya kamu sendiri yang ngasih ini sama pak Wira" ucap Boy


"Ya ... itu kan dulu, ya beda lah, dulu pak Wira nggak ada apa-apa, sekarang pak Willy..." jawabnya pelan.


Boy tersenyum dan melihat ekspresi gugup Eve.


"Udah, mendingan kamu kasihkan sendiri sama pak Willy, jangan khawatir beliau nggak bakalan gigit kamu, paling cuma di sayang doang" balas Boy sambil tertawa kecil.


"Hah ... maksud pak Boy!" Eve terlihat membulatkan matanya. Boy terkekeh.


Eve melihat Boy yang tampak pergi turun ke lantai bawah, Eve kembali menatap pintu ruangan direktur utama PT Megantara itu. Eve melangkahkan kakinya menuju ruangan Willy.


"Eve! Tenangkan dirimu, kamu harus bisa menghadapi pria ini" gumamnya pada diri sendiri.


Dengan menarik nafas dalam-dalam Eve mengangkat tangannya dan mengetuk pintu ruangan direktur itu.

__ADS_1


"Masuk!"


Terdengar suara khas Willy yang berkharismatik, suara bariton yang terdengar seksi. Eve membuka handle pintu dan membukanya pelan-pelan.


Willy terlihat sedang memeriksa beberapa berkas yang terkumpul di atas meja kerjanya, sementara itu Eve mulai masuk ke dalam ruangan Willy.


Spontan Willy menghentikan aktivitasnya, dirinya merasa ada kehadiran seseorang yang telah mengganggu ketenangannya. Willy mengangkat wajahnya dan benar saja, Eve berada di hadapannya sekarang.


"Selamat siang Pak! Maaf Saya ingin menyerahkan laporan ini kepada Bapak, silahkan diperiksa dulu pak!" seru Eve sembari menyerahkan laporan itu kepada Willy.


Willy menyandarkan punggungnya dan memainkan ballpoint di atas meja kerjanya, sembari menerima laporan yang diberikan Eve kepadanya.


"Duduklah dulu, biar aku periksa" ucap Willy sambil membuka laporan yang sudah diberikan Eve kepadanya.


Eve tampak tegang, meskipun Ia mencoba merilekskan pikirannya, namun tetap saja Eve sangat gugup dan deg-degan.


"Haduh ... pakai nunggu segala lagi" gumamnya gugup.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2