
Eve menggelengkan kepalanya dan menepis tangan sang suami.
"Lepasin!" ucapnya dengan bibir yang mengerucut. Willy agaknya membiarkan dulu istrinya untuk tenang, sebelum Willy beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia membisikkan sesuatu pada telinga sang istri.
"Aku minta maaf jika sudah datang terlambat, ada sesuatu hal yang harus Aku lakukan secepatnya, Aku mandi dulu, apa Kamu tidak mandi denganku?" ucap Willy mencoba merayu Istrinya.
"Malas! Mandi saja sendiri." jawab Eve tetap dengan ekspresi semula. Yaitu mengerucutkan bibirnya.
"Ya ... sudah, Aku mandi dulu, ngomong-ngomong malam ini kamu sangat menggoda!" ucapnya lembut sembari beranjak berdiri kemudian Ia mulai masuk ke dalam kamar mandi.
Eve merasa jika suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi, kemudian Eve bangun dan duduk di ranjangnya sembari meraba pipinya yang baru saja dikecup sang suami dengan mesra.
Eve kesal memang, tapi kekesalannya tidak merubah rasa inginnya untuk selalu dekat dengan suaminya, apalagi Willy baru saja mengatakan jika dirinya begitu menggoda malam ini, sejenak wanita cantik itu tersenyum.
"Aku memang kesal sama Kamu, tapi jujur aku tidak bisa seperti ini." ucapnya lirih.
Setelah beberapa saat terdengar suara pintu kamar mandi mulai terbuka, dengan cepat Eve pura-pura tidur agar Willy tidak mencurigainya jika dia belum tidur dan masih menunggu suaminya datang.
Willy melihat Eve yang tampak tidur dengan menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya, Willy menghela nafasnya dan berjalan menuju arah jendela kamar mereka, suasana malam ini membuat suhu kamar itu lebih dingin, namun Willy masih mengenakan handuk sebatas dililitkan pada perutnya, sehingga nampaklah pemandangan tato naga itu begitu jelas pada punggung Willy yang kekar.
Pria yang sedang berdiri di depan jendela itu terlihat begitu seksi dengan rambut yang masih basah, sesekali Ia menoleh ke arah istrinya, tidak ada pergerakan dari sang istri, Willy terlihat mengambil segelas sampanye dan meminumnya sembari menatap pemandangan malam itu.
__ADS_1
Cukup lama Willy berdiri di sana, membuat Eve sedikit penasaran apa yang sedang di lakukan oleh suaminya, Eve memutuskan untuk berbalik badan dan melihat kearah Suaminya yang sedang berdiri di depan jendela kamar mereka.
Sungguh pemandangan yang membuat Eve tergoda untuk menghampiri suaminya, tato naga itu seolah sebuah magnet untuk dirinya segera mendekati suaminya. Namun karena gengsi Ia mengurungkan niatnya lagi.
"Nggak nggak, yang marah kan aku, harusnya dia yang datang padaku." gumamnya sembari menutupkan kembali selimut itu. Tampaknya Willy mulai menghampiri Istrinya, wanita mana yang kuat melihat gurat otot pria tampan itu, dengan hanya berbalut handuk putih untuk menutupi area vitalnya, pria itu berjalan begitu gagahnya menghampiri Eve yang sedang berbaring.
Willy duduk di samping istrinya dan berkata.
"Apa kamu masih marah padaku?" tanyanya dengan suara seksinya.
"Kalau mau pulang telat bilang dulu, nggak usah membuat orang menunggu lama, kamu pikir nggak capek apa menunggu," jawab Eve kesal.
"Iya iya Aku minta maaf! Sekarang berbalik dong sayang, masa aku harus lihat punggung mu terus, nggak enak!" ucap pria yang sedang merayu Istrinya itu.
"Baiklah, kalau kamu tidak suka Aku di sini, Aku tidur di luar saja." seru Willy kepada Eve sembari berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti bajunya.
Eve tiba-tiba bangun dari tidurnya dan segera mengejar suaminya.
"Sreeeppp."
"Jangan pergi!" Eve berkata kepada Willy sembari berdiri di belakang punggung suaminya. Willy berhenti dan membalikkan badannya. Ia melihat Eve tampak menatapnya penuh harap, ada kerinduan yang begitu besar dari sorot mata Eve yang sendu.
__ADS_1
Dalam cahaya temaram itu wajah cantik Eve terlihat begitu menggoda, apalagi gaun tidur yang Ia kenakan sangat menonjolkan lekuk tubuhnya yang sangat seksi apalagi dengan penampilan perut besarnya. Gaun itu melambai-lambai membuat tubuh indah Eve terlihat begitu nyata.
Willy tersenyum dan mendekati istrinya, ah sudahlah betapa Eve untuk kesekian kalinya, Ia tidak mampu menolak pesona seorang William Anthony, yang membuatnya benar-benar lumpuh saat berhadapan dengan ayah dari bayi yang Ia kandung itu.
Willy berjongkok di hadapan Eve sembari mencium perut besar istrinya, dan tak lupa Ia pun membisikkan sesuatu pada bayi kembarnya.
"Hai Sayang-sayangnya Daddy! Apa malam ini kalian ingin bertemu dengan Daddy? Bilang dulu dong sama Mommy, apa Mommy mau? Kalau Mommy tidak mau, Daddy tidak bisa memaksa Mommy kalian, jika kalian ingin bertemu Daddy, yakinkan Mommy kalian dulu, ok!"
Ajaibnya setelah Willy berbicara itu, terlihat gerakan lembut dari perut Eve, gerakan yang begitu simfoni dan membuat Willy bahagia. Eve terlihat tersipu malu, nyatanya bayi kembar mereka ingin dijenguk oleh Daddy-nya.
"Kamu lihat sendiri, mereka ingin bertemu denganku, jika kamu tidak menginginkannya, Aku tidak akan memaksa." ucap Willy sembari berdiri dan menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba saja terdengar suara lembut yang keluar dari bibir Eve nan manja.
"Siapa bilang Aku tidak mau!" ucap nya dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya. Willy mulai melepaskan tangannya dari perut Eve dan kini berganti posisi dengan menangkup wajah Eve dan segera meraup bibir itu dengan lembut.
"Apa kamu menginginkan nya?" bisik Willy disela-sela dirinya mencumbu istrinya.
"Hmm ... Aku selalu menginginkannya Sayang! Selalu ...." Eve semakin mendesaah saat kecupan Willy beralih pada leher jenjangnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...TAHAN YA 😁...