
setelah beberapa kali Eve mencoba mengejan sekuat tenaga, untuk pertama kali Willy mendengar suara tangis bayi yang begitu kencang, rasa sakit yang sebelumnya begitu menyiksa kini berubah menjadi kebahagiaan dan keharuan, bayi laki-laki yang pertama kali keluar dari rahim Eve.
Willy melihat saat dokter menggendong bayi yang masih memerah itu, selang beberapa menit Eve merasakan ingin mengejan lagi, dengan sekuat tenaga Eve mendorong bayi keduanya, akhirnya suara tangis kedua pun mulai terdengar kencang, bayi perempuan yang sangat cantik.
Dokter melihat bayi kedua pasangan itu dan berucap kepada Willy yang setia menunggu sang istri.
"Selamat, Tuan dan Nyonya! Bayi kembar Anda sehat, tampan dan cantik." ucap dokter yang diiringi tangis bahagia keduanya. Willy memeluk istrinya dan mencium keningnya.
"Terima kasih Sayang! Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang sempurna untukku, Aku selalu mencintaimu!"
Eve tersenyum dan tiba-tiba saja Eve pingsan karena merasa begitu kelelahan, melahirkan dua bayi sekaligus, dan tentu saja Willy begitu panik dan menepuk-nepuk pipi istrinya.
"Sayang! Kamu kenapa? Dokter! Dokter! Istri Saya kenapa?"
Willy begitu panik melihat Eve tak sadarkan diri, kemudian dokter segera memeriksa kondisi Eve, sementara dua bayi kembarnya sedang dibersihkan oleh perawat.
"Tuan tidak usah khawatir, istri Anda tampaknya kelelahan, tidak perlu cemas, kami akan menangani Nyonya Eve dengan baik Tuan!" ucap dokter.
__ADS_1
Willy memeluk lagi istrinya dan mengusap lembut wajah sang istri.
"Maafkan Aku sayang! Gara-gara Aku kamu jadi begini!" ucapnya sembari memandangi wajah istrinya yang tampak kelelahan.
Liora melihat putranya yang menangis tersedu-sedu saat istrinya sedang pingsan, seolah-olah dirinya merasa ditinggalkan Eve. Liora mulai mendekati putranya dan mengusap punggungnya.
"Wes toh Leh! Eve ngunu kepegelen, ben istirahat disek, mbabarno bocah ora siji, loro sisan, wong nglahirno bocah siji wae rasane jungkir walik, opo maneh loro koyo Eve, ora usah nangis geru-geru ngunu, Eve ora menyang nangndi-nangndi."
(Sudah lah! Eve itu kecapekan, biarkan istirahat dulu, melahirkan dua bayi sekaligus, orang bayi satu saja rasanya jungkir balik, apalagi dua seperti Eve, tidak usah menangis tersedu-sedu seperti itu, Eve tidak akan kemana-mana) hibur Liora kepada Willy yang terlihat berurai air mata dan wajah tampannya terlihat sembap.
"Katakan Mommy! Apa Aku yang salah sudah membuat Eve seperti ini, dia melahirkan bayi kembar kami, dan gara-gara Aku dia harus pingsan seperti ini.?" jawabnya sambil mengusap air matanya, seperti seorang anak yang kehilangan induknya, ya ... itulah Willy, begitu besarnya rasa cinta kepada sang istri, Ia merasa begitu bersalah telah membuat Eve seperti ini.
"Ya mau gimana lagi dong Mommy! bikinnya enak sih! Aku jadi ketagihan kan Mommy." jawabnya yang diiringi jeweran dari Liora.
"Huuuhh kamu tuh ya! Dasar."
Willy tampak mulai tersenyum dengan ucapan dari sang Mommy.
__ADS_1
*
*
*
Liora dan Mbak Yem sangat bahagia, akhirnya si kembar lahir ke dunia, sungguh beruntung mereka berdua di karuniai sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan, bayi yang tampan dan cantik.
"Puji syukur! Duh Gusti! Putuku lahir selamet, seneng atiku Mbak Yem!"
(Puji syukur! Duh Gusti! Cucuku lahir selamat, seneng hatiku Mbak Yem) ucap Liora penuh kebahagiaan.
Setelah beberapa saat Eve pun tersadar dari pingsannya, perlahan mata cantiknya mulai terbuka, Ia melihat wajah sang suami yang tampak cemas dan selalu berada di sampingnya.
"Sayang! Kamu sudah siuman, syukurlah! Aku bahagia sekali, tolong jangan lakukan ini lagi padaku, Aku tidak bisa jika harus berpisah dengan mu!" seru Willy sembari menciumi tangan Eve.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥