
Willy melepaskan ciumannya dan kini Ia mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang, berjalan dengan tegaknya dengan membawa bobot tubuh sang istri yang menurutnya tidak lah sulit, lengan kekar itu dengan kuatnya membawa tubuh Eve dan meletakkannya dengan sangat hati-hati.
Tangan Eve tetap melingkar sempurna pada leher suaminya, meskipun kini Ia tengah berbaring dengan perut yang membesar. Bibir mereka saling bersentuhan kembali, semakin dalam dan semakin menggelora.
Saling mellumat dan saling menyesap satu sama lain, lidah Willy menjelajah ke dalam mulut istrinya, mengabsen deretan gigi putih itu, menciptakan sebuah gairah yang begitu besar, hingga tak terasa jari jemari Willy mulai berkelana menyusuri dua bukit yang tinggi menjulang itu.
Menemukan dua buah ceri yang segar pada bukit yang menantang itu, usia kandungan Eve yang semakin tua, membuat ukuran dua gunungnya semakin membesar apalagi produksi hormon menyusui milik Eve sudah terlihat.
Willy berganti memainkan lidahnya pada pegunungan yang indah itu, bermain di sana, menciuminya dan sesekali membuat jejak indah di sana, stempel kepemilikan cinta miliknya. Hmm bukan hanya dua tiga jejak, tapi banyak jejak yang Ia tinggalkan di dua pegunungan itu. Sebelum dua gunung kembar itu dimiliki oleh kedua buah hatinya, Willy memuaskan dulu bermain-main di sana, karena untuk beberapa bulan lagi dirinya akan dibatasi untuk bermain di pegunungan yang menantang itu.
Eve tak henti-hentinya mengeluarkan suara manjanya yang terdengar begitu menggairahkan, menambah semangat sang suami untuk membuat istrinya bahagia.
Cumbuan itu pun turun ke perut Eve yang membuncit, Willy tak lupa mengecup mesra kedua anak kembarnya, mengelusnya sejenak sebelum Ia turun pada lembah kenikmatan yang biasa Ia datangi.
Sangat bersih dan tidak ada rerumputan di sana, Eve selalu menjaga miliknya agar tetap terawat, sungguh itu membuat Willy tidak sabar untuk bermain di sana. Sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang maha karya, tempat sesempit ini mampu menyimpan dua kehidupan sekaligus, dan mampu membuat Willy tergila-gila, bagaimana tidak mata lelakinya tidak bisa memungkiri bahwa dirinya benar-benar suka bermain di sana.
Eve merremas rambut sang suami saat lidah itu terasa begitu menggelitik indah di bawah sana, dan sesekali Ia menggelengkan kepalanya karena rasa itu sangatlah membuatnya gila.
"Akkhh ... sayang, apa yang kamu lakukan? Ini membuat ku gila." ucapnya dengan suara yang mendesaah.
Willy begitu pintar memainkan perannya sebagai laki-laki normal, bukanlah seorang William Anthony jika Ia tidak bisa membuat wanitanya terperdaya, Eve benar-benar dibuat tak berdaya sama sekali, hanya dengan permainan lidah saja, Ia bisa mencapai puncaknya terlebih dahulu, nafasnya tersengal disaat sesuatu yang hangat keluar dari bawah sana.
Willy tersenyum smirk, Ya tahu jika istrinya sedang mengalami pelepasan dan tanpa menunggu lama, Dirinya pun segera menjenguk baby mereka yang tentunya sudah sangat rindu dengan kehadiran Daddy-nya.
"Akkhh ...."
Akhirnya senjata keris pusaka itu masuk sempurna ke dalam tempatnya, meliuk-liuk di sana dan terus bergerak indah menciptakan suasana yang begitu romantis dengan cahaya yang temaram. Dan akhirnya si kembar bisa berjumpa dengan Daddy-nya meskipun terhalang oleh dinding rahim sang Mommy, namun si kembar sangat senang saat Mommy dan Daddy-nya tengah menikmati kebersamaan mereka.
Keringat keduanya sama-sama basah, tubuh keduanya sama-sama saling bergerak, ah entahlah sudah berapa lama mereka mengarungi samudera percintaan, berkali-kali Eve mengalami pelepasan karena bukan saja ukuran milik Daddy-nya si kembar yang begitu hot, tapi juga staminanya yang tidak bisa diragukan lagi.
Setelah hampir satu jam Willy menjenguk baby mereka, akhirnya Ia merasa sudah sangat tidak kuat lagi menahan rasa ingin melepaskan sesuatu yang akan membantu Baby mereka untuk lahir ke dunia.
Lenguhan panjang itu pun terdengar begitu seksi memenuhi kamar mereka yang sudah dilengkapi dengan kedap suara. Willy menyemprotkannya di dalam, karena usia kandungan Istrinya yang mulai menua, Dokter pun menyarankan untuk merangsang agar kelahiran baby kembar mereka dengan normal.
Dengan demikian maka akan merangsang kontraksi rahim untuk mempercepat proses persalinan, semakin sering Willy menjenguk baby mereka maka Ia pun akan mempermudah Eve untuk melahirkan bayi kembar mereka.
*
__ADS_1
*
*
*
*
Sementara di tempat lain, Michelle tampak menghubungi Rafael Marchetti yang sudah tai sabar menunggu kabar dari Michelle.
"Halo pak Rafael!" sapanya sembari menghisap rokok dan mengeluarkan asapnya.
"Michelle! Bagaimana apa kamu berhasil menjebak Willy?"
"Pak Rafael tidak usah khawatir, Pak Willy sudah masuk ke dalam perangkap Saya, besok kami akan pergi berdua untuk makan malam, dan di saat itu Saya akan memulai permainannya, Anda tinggal menunggu hasilnya Pak, dan sebentar lagi keinginan Anda akan segera terwujud." ucap wanita itu penuh percaya diri.
Rafael tersenyum dan berkata. "Bagus! Cepat lakukan, Aku sudah tidak sabar lagi ingin melihatnya hancur, dan Eve akan membencinya, di sanalah aku datang, saat Eve membutuhkan seseorang, Aku akan datang sebagai penolong dirinya, dan akan ku ambil kembali apa yang harus menjadi milikku." ucap Rafael begitu yakin bahwa Dia akan membuat Willy dan Eve berpisah.
Rupanya pembicaraan Rafael dan Eve tanpa sengaja di dengar oleh Ellen, ternyata Sang suami tengah membayar seseorang untuk membuat Willy dan Eve berpisah.
"Aku tidak bisa biarkan ini, Aku tidak mau melihat mu hancur sayang, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, Aku tidak bisa kemana-mana, apa yang harus aku lakukan?" gumam Ellen mencoba mencari cara untuk memberi tahukan hal ini kepada Eve.
"Besok pagi Aku akan terbang ke Indonesia, dan besok Aku akan mulai dengan rencana ku selanjutnya." ucap Rafael sembari tersenyum puas, akhirnya sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan Eve yang beberapa bulan ini tidak Ia jumpai.
Ellen yang mendengar itu tampak senang, akhirnya mereka kembali ke Indonesia setelah beberapa bulan lamanya Rafael meninggalkan Indonesia demi mewujudkan dendam nya.
"Itu berarti ada kesempatan untukku bertemu dengan Kak Eve, semoga saja tidak terlambat, Aku tidak ingin Pak Willy melakukan sesuatu yang buruk kepada suamiku, jika saja Pak Willy tahu siapa yang sebenarnya sedang mengusiknya, pria berkuasa itu tidak akan tinggal diam."
Sementara di dalam kamar yang temaram itu, Willy dan Eve tampak tersenyum bahagia, keduanya telah mencapai puncaknya bersama, saling memeluk dan saling tertawa bahagia.
Kebahagiaan keduanya pun semakin lengkap dengan gerakan halus yang selalu aktif ketika Willy dan Eve sedang bersama.
"Lihatlah! Mereka berdua tak berhenti bergerak, ya ampun kalian berdua menggemaskan sekali." Eve tampak menyentuh perutnya yang bergerak dengan ujung jarinya dan itu terasa begitu membahagiakan bagi dirinya.
"Ah sayang! Kalian berdua ikut senang ya rupanya." ucapnya kepada kedua bayi kembarnya. Willy tersenyum dan ikut mengusap perut sang istri.
"Tentu saja mereka berdua ikut senang, bertemu dengan Daddy-nya yang keren ini, bukan begitu sayang!"
__ADS_1
"Terserahlah!" Eve tampak memutar bola matanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
MAMPIR YUK BESTIE KARYA PUNYA TEMAN OTHOR YANG KECE 🤭
JUDULNYA SUAMIKU CEO IMPOTEN 🤭, YUK AH GASKAN 🏃🏃😊😊
Larasati, gadis yang berasal dari kota kecil yang kabur dari kejaran para anak buah Tuan tanah. Menuju ke kota besar. Saat, ia tiba di kota besar itu, ketiga anak buah Tuan tanah masih mengejarnya. Ia pun panik, dan berlari menuju ke jalan raya yang cukup ramai. Tiba-tiba saja, sebuah mobil Ferarri yang melintas menabrak tubuhnya. Ia pun terjatuh dengan kepalanya yang mengeluarkan darah lalu hilang kedasaran.
Arkana Sudradjat, CEO muda anak cabang purasahaan Sudradjat Grup. Pria yang telah menabrak Larasati. Pria itu selalu bersikap dingin dan angkuh pada setiap orang, tapi berbeda dengan sikapnya pada Larasati.
Setelah tragedi kecelakaan itu, Arkana dan Larasati menjadi dekat. Bahkan mereka menjadi saling mencintai. Namun, Mama dari Arkana tidak menyetujui hubungan mereka. Bahkan, Mama Arkana telah menjodohkan Arkana dengan gadis pilihan.
Tentu, sebagai anak pembangkang. Arkana menolak mentah-mentah keinginan Mama nya itu. Membuat Mama nya semakin membenci Larasti.
Bukan tanpa alasan, ia memilih Larasati, karena cinta? itu tentu. Tapi juga ada hal lain yang ia tutupi dari semua orang. Larasati adalah gadis satu-satunya yang mau menerima dengan tulus keadaan dirinya yang tidak sempurna.
Sikap dingin dan angkuh yang selama ini Arkana tunjukan, hanya untuk menutupi kekurangannya agar tidak di ketahui oleh orang lain.
Tapi, berbeda dengan Larasati. Gadis yang baru ia kenal itu, dapat memahami dan mengerti keadaanya dalam proses waktu yang singkat!
Bagaimana kisah mereka? Akankah mereka dapat melewati semua rintangan yang ada? Dan menuju dalam kehidupan yang indah nan bahagia?
(Suami-ku CEO Impoten)
(Arkana & Larasati)
__ADS_1