Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Emosi Netta


__ADS_3

Akhirnya Willy memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dini hari jam 3 Willy beranjak pergi dari apartemen Eve.


"Aku pulang dulu sayang! Sampai jumpa di kantor," seru Willy sembari mencium kening Eve yang masih berada dibalik selimut.


"Hmm ... hati-hati Jaka!"


Sebelum Willy benar-benar keluar dari apartemen Eve, Ia mencium dulu perut Eve dan mengelusnya dengan lembut, sembari berbicara kepada si jabang bayi yang tentunya masih sangat kecil.


"Hai Sayang! Daddy pulang dulu ya! Kamu baik-baik saja dalam perut Mommy, Daddy akan selalu menjagamu dan juga Mommy, muach," Willy mengecup sekilas perut Eve yang masih tampak rata. Eve tersenyum dan mengusap lembut rambut Willy sembari berkata.


"Kamu jangan khawatir, Aku akan selalu menjaganya, kehadirannya telah membuat hubungan kita semakin dekat, hingga akhirnya kita jadi seperti ini," Eve tampak malu-malu.


"Besok, Aku akan mempertemukan mu dengan Mommy, Dia pasti sangat bahagia melihatmu, Aku akan memperkenalkan mu sebagai calon istriku,"


"Tapi Aku takut Jaka! Aku takut saja jika Mommy Kamu nggak suka sama Aku,"


"Sssttt, siapa bilang akan seperti itu, Mommy pasti senang bisa bertemu dengan putri dari Ernest Federico, sahabat Daddy," jelasnya


Eve tersenyum, kemudian Willy beranjak dari tempat tidur dan menutupkan selimut ke seluruh tubuh Eve.


"Aku pulang dulu sayang! Tidurlah, anak buahku ada disekitar apartemen ini, jika kamu butuh sesuatu suruh saja mereka yang melakukannya,"

__ADS_1


"Anak buah? Untuk apa?" tanya Eve penasaran.


"Iya, Aku masih sangat khawatir dengan keselamatan mu, Aku rasa kejadian semalam, ada hubungannya dengan Netta, dia pasti sengaja menyuruh orang untuk menghabisi ku, tapi tidak semudah itu Netta melakukannya,"


*


*


*


*


Sementara di tempat lain, Netta tampak emosi dengan membanting barang-barang yang ada di sekitarnya, Ia meluapkan emosi nya setelah mendengar anak buahnya gagal untuk mencelakai Willy.


"Ya ampun, Netta! Kamu kenapa bisa seperti ini, ya ampun berantakan sekali sih," seru Linda kepada wanita yang tampak kacau itu.


"Iya nih Mbak Netta kenapa?" tanya Ellen


Netta menghampiri kedua wanita itu dan berkata.


"Kamu tahu, ini semua gara-gara ulah Eve, saudari tirimu itu," seru Netta kesal, sementara Linda dan Ellen tampak terkejut saat mendengar penuturan dari Netta.

__ADS_1


"Maksud mbak Netta apa?"tanya Ellen menyelidik.


"Apa kalian tidak tahu jika perempuan itu sedang mengandung?"


Linda dan Ellen terbelalak, bagaimana bisa Eve mengandung? Sementara yang mereka tahu Eve tidak memiliki pasangan setelah putus dari Rafael.


"Eve hamil? Bagaimana mungkin? Tapi itu bukan anak Rafael kan?" Ellen terlihat cemas, Ia takut jika bayi yang dikandung oleh Eve adalah anak suaminya, karena Rafael masih sangat mencintai Eve.


"Aku yakin bukan, Rafael tidak pernah menyentuh perempuan itu, Aku tahu itu, Eve mengandung anak orang lain," jawab Netta yang membuat dua wanita itu lega.


"Terus siapa yang sudah menghamilinya?" tanya Linda penasaran.


"Itu yang sedang aku cari tahu, kehamilannya sudah membuat Aku dipecat dari kantor,"


"Kenapa bisa begitu?" Ellen melihat ada sesuatu yang aneh


"Entahlah tiba-tiba saja Willy mengakui bayi itu sebagai anaknya, dan dia memecatku setelah Aku mengumumkan tentang kehamilan Eve kepada semua orang, Willy mengusir ku dari perusahaan, dan Aku tidak terima, apalagi Willy lebih membelakangi perempuan itu daripada Aku, menyebalkan." ujar wanita yang seumuran dengan Willy itu.


"Eve hamil? Siapa sebenarnya ayah dari anak yang sedang dikandungnya?" Gumam Ellen


Linda tampak tersenyum sinis, Ini saatnya waktu yang tepat untuk mempermalukan sang anak tiri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2