Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Itunya kecil


__ADS_3

Sepertinya dua pria itu terkekeh sembari melihat istri mereka, membuat Veren membisikkan sesuatu pada telinga Eve.


"Mereka sedang apa sih kok ketawa ketiwi?" tanya Veren menyelidik.


"Mungkin Boy minta les privat dulu sama suamiku," balas Eve sembari tersenyum menatap sahabatnya itu.


"Les privat? Untuk apa?" tanya Veren penasaran.


"Ya ampun Veren! Mungkin Boy butuh pencerahan sedikit dari suamiku yang sudah berpengalaman lebih dulu,"


Veren mulai mengerti maksud Eve dan dirinya tampak malu-malu.


"Mengerti maksudku kan?" Eve berkata sambil menaikkan alisnya.


"Iya Aku mengerti! Aduh Eve kok Aku deg-degan banget ya! Ini malam pertama ku tidur bareng sama laki-laki,"


"Ya nggak apa-apa lah! Dia kan suamimu sekarang, Dia udah berhak atas dirimu seutuhnya," seru Veren dengan nada berbisik.

__ADS_1


"Kamu deg-degan nggak sih waktu itu?" tanya Veren menyelidik saat Eve pertama kali melakukan hal itu.


"Deg-degan? Enggak sih, Aku lupa soalnya bagaimana Aku memulainya, yang Aku rasa tiba-tiba ada sesuatu yang menembus ke dalam dan rasanya nggak bisa Aku bayangkan, ya ... meskipun sedikit sakit sih, tapi lama-lama rasa sakit itu hilang dan berganti rasa yang begitu nikmat," ungkapnya sembari membayangkan saat-saat bagaimana si Jaka Office Boy itu tengah menggagahinya.


"Ah ... gila Kamu!" sahut Veren sembari menyikut tangan Eve.


"Memang begitu kok, rasanya memang membuatku gila, coba aja kalau tidak percaya, Aku yakin Kamu nggak bakal mau lepasin, pasti nambah," ucap Eve menggoda pengantin baru itu.


"Nambah? Terus kenapa kamu nggak nambah waktu itu?" celetuk Veren menggoda balik temannya itu.


"Boro-boro mau nambah, Aku kaget banget lah, tiba-tiba saja ada pria yang telanjang di samping ku, sedangkan Aku sendiri juga telanjang bulat, ya pasti paniklah," ucapnya.


"Iya juga sih, Ah udah ah ... sialan Kamu," sahut Eve sembari menggelengkan kepalanya, Veren tampak tersenyum, tiba-tiba saja Alinda datang menghampiri Eve dan Veren.


"Hai Veren! Ya ampun ... selamat ya semoga selalu bahagia sampai kakek nenek," ucap Alinda kepada pengantin baru itu, Veren tampak tersenyum bahagia dan sekaligus terkejut melihat sosok pria yang berada di samping Alinda.


"Alinda! iya terima kasih banyak atas doanya, Ini siapa Lin?" tanya Veren penasaran dengan pria yang digandeng oleh Alinda ke pesta pernikahan nya hari ini. Pria bertubuh gembul yang imut-imut, Namun Alinda tampak bahagia menggandeng pria tersebut.

__ADS_1


"Eh ... iya, kenalin ini calon suamiku, namanya Yogi Abraham," ucap Alinda memperkenalkan pria tersebut.


Kemudian pria yang biasa di sebut Yogi itupun memperkenalkan dirinya kepada semuanya, dan setelah itu baik Alinda maupun Yogi tampak pergi untuk menikmati hidangan yang disajikan.


"Eh ... Aku makan dulu ya! Eve, Veren, Boy ... Pak Willy, mari!" pamit Alinda sambil menggandeng mesra pria itu.


Sementara Veren dan Eve yang melihat Alinda tengah menggandeng pria yang berbadan subur itu, tampak geleng-geleng kepala.


"Eh ... Alin Nemu di mana tuh cowok, ya ampun tuh badan berat banget kayak kontainer, Pasti itunya kecil tuh," bisik Veren kepada Eve.


"Hah ....! Kecil apanya?" tanya Eve penasaran.


"Ya ... anunya!" jawab Veren spontan.


"Anunya?" Eve tampak mengerutkan keningnya.


"Eh ... maksud Aku tenaganya itu yang kecil, iya kan ... pasti gampang capek tuh," celetuk Veren.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2