
"Tapi Aku tidak bisa Baby! Aku tidak bisa menahan rasa ini lagi," ucapnya menangkup wajah Eve dengan kedua tangannya, kemudian Willy menempelkan kening mereka berdua.
"Harus bisa! Tidak akan lama lagi bukan!" balas Eve sembari memegang tangan Willy.
Willy menghela nafas dan memejamkan matanya, mungkin kali ini Eve benar, Ia harus bisa menahan hasrat itu, dan pastinya Ia tidak ingin berlama-lama untuk segera menghalalkan Eve sebagai istrinya.
"Baiklah! Aku setuju, kita tidak akan melakukannya sebelum menikah, tapi ... Aku akan mempercepat pernikahan kita, Aku tidak mau menunggu terlalu lama, Aku bisa gila jika kamu jauh dari diriku," ucap pria itu mesra.
Eve tersenyum dan mengecup pipi Willy sembari berbisik.
"Kamu pikir Aku tidak gila jika menunggu terlalu lama, Aku juga sangat menginginkanmu," balasnya dengan tatapan yang mesra.
Willy semakin mempererat pelukannya dan berkata.
"Sekali saja!" rengek pria bertato itu.
"Enggak!" Eve bersikeras menolak.
"Sekaliiii saja, pliiss!" pintanya memelas.
__ADS_1
"Sekali nggak, tetap enggak!" Eve justru menjauhi Willy dengan turun dari pangkuan pria itu sembari mengambil makanan yang Ia letakkan di atas meja tadi.
Kali ini Willy benar-benar harus menahan rasa itu hingga dirinya telah resmi menjadi suami Eve sepenuhnya.
Eve mengambil makanan itu dan menyuapkannya pada Willy dengan mesra.
"Ayo makan!" pinta Eve agar Willy membuka mulutnya. Willy tetap menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kita makan berdua, Aku tidak mau kamu sakit, jika kamu sakit Aku juga pasti sakit, kamu mau bayi kita ikut sakit?" rayu Eve penuh kelembutan.
"Tidak, Aku tidak mau bayi kita sakit, Aku ingin melihatnya lahir ke dunia ini dengan sehat, baiklah ... Aku akan makan," tiba-tiba saja pria tampan itu menurut apa kata Eve, akhirnya Eve berhasil juga merayu Willy, dan keduanya sama-sama menikmati makanan itu dalam satu wadah.
*
*
*
*
__ADS_1
Sementara itu di kediaman keluarga Marchetti, Rafael dikejutkan dengan kedatangan Ellen yang membawa sesuatu untuknya.
"Sayang! Aku bawa sesuatu untukmu, coba lihat deh!" ucapnya sembari menunjukkan sebuah undangan kepada Rafael.
Rafael menengok kearah Ellen dan melihat apa yang sedang ditunjukkan oleh istrinya, sebuah undangan dari William Anthony untuk keluarga Marchetti, dalam rangka acara hari ulang tahun perusahaan keluarga D'angelo.
"Apa itu?" Rafael tampak menerima undangan itu dan membacanya.
"Ulang tahun perusahaan PT Megantara!" ucapnya lirih.
"Iya sayang! Keluarga besar Marchetti bakal di undang semuanya ke acara tersebut, kita datang ya sayang!" ajak Ellen yang bersemangat untuk memanas-manasi kakak tirinya itu dengan menggandeng Rafael dalam acara ulang tahun perusahaan nanti.
Sementara dalam pikiran Rafael, Ia akan bertemu lagi dengan Eve, dengan begitu akan ada kesempatan baginya untuk merayu Eve kembali ke dalam pelukannya, tak peduli jika Eve sedang hamil, karena yang Ia tahu Jaka telah pergi, Dirinya masih sangat mengharapkan Eve kembali.
"Baiklah, kita akan hadir dalam acara itu," jawabnya sembari berharap Eve akan kembali padanya.
"Hmm ... ini pasti menjadi momen yang sangat mengejutkan, Aku akan menunjukkan kemesraanku di depan Eve, Bagaimanapun Aku ingin melihatnya menderita, apalagi sekarang Dia sedang hamil, hmm ... sungguh malang nasibmu Eve, itulah akibatnya jika kamu selalu mengambil sesuatu yang Aku suka, Kamu pasti akan malu Eve," gumam Ellen dengan senyum sinisnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥