Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Pusara Netta


__ADS_3

Untuk beberapa saat Willy memandangi wajah Netta untuk yang terakhir kalinya, tak ada lagi kebencian Willy kepada Netta, semuanya itu pupus, yang ada hanyalah penyesalan yang mendalam, kenapa dan kenapa, itulah pertanyaan yang membuat Willy merasa sangat bersalah. Dan sekarang tidak ada gunanya lagi, mereka harus mengikhlaskan kepergian Netta untuk selama-lamanya.


Willy mencium kening Netta untuk pertama dan terakhir kalinya, sembari berucap pada jasad Netta.


"Maafkan Aku Kak! Aku sangat menyesal kenapa kita dipertemukan dengan kondisi seperti ini, saat dirimu harus pergi untuk selama-lamanya, Kau akan tetap menjadi saudariku, dan akan selalu begitu, Tuhan lebih menyayangi mu Kak, sekarang kamu sudah tidak merasakan sakit lagi, dunia yang kejam ini tidak akan lagi membawamu dalam dendam, Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu dalam pangkuan-NYA, berbahagialah Kakakku, Arnetta Anthony," ucap Willy sembari mengusap lembut kening yang sudah teraba dingin itu.


Akhirnya Willy menutup kembali kain putih itu, kemudian petugas medis membawa kembali jenazah Netta menuju kamar operasi.


Suasana duka menyelimuti seluruh anggota keluarga D'angelo, Willy yang sangat menyesal atas tindakan yang Ia lakukan kepada Netta, membiarkan wanita itu mendekam di penjara, dan akhirnya Ia pergi untuk selamanya dengan meninggalkan kisah pilu, dan kenangan yang tertinggal hanyalah detak jantung Netta yang masih terdengar dalam tubuh Amara.


Selama hampir kurang lebih 5 jam, akhirnya operasi transplantasi jantung Amara selesai dilakukan, pintu emergency pun mulai terbuka , terlihat dokter mulai keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Willy dan keluarga.


"Dokter! Bagaimana keadaan Tante Saya?"

__ADS_1


"Operasi sukses dan berjalan lancar, Nyonya Amara akan segera kami pindahkan ke ruang pemulihan, sementara jenazah Nyonya Netta sudah kami bersihkan dan jenazah bisa segera dikebumikan oleh pihak keluarga," ucap Dokter tersebut.


Eve mengusap lembut dada sang suami, mencoba menenangkan nya dan berkata.


"Ini semua sudah kehendak NYA, Mbak Netta sudah bahagia di sana, Kamu yang sabar, Aku yakin Mbak Netta pasti bahagia melihatmu sekarang, karena kamu sudah mengetahui kebenarannya, jika Mbak Netta adalah putri Jeffry Anthony," ucap Eve sembari mengusap lembut wajah sang suami.


Willy menatap wajah istrinya dan menganggukkan kepalanya pelan. Lantas merangkul istrinya.


"Sekarang kita urus dulu jenazah Mbak Netta, kita kebumikan Dia dengan terhormat, bagaimana pun juga Dia adalah bagian dari keluarga besar D'angelo," ucap Eve sembari menatap wajah suaminya.


"Iya, Kamu benar sayang, Dia akan tetap menyandang nama Daddy, meskipun ia tidak mungkin lagi kembali ke dunia ini, setidaknya Kak Netta masih mendapatkan nama Daddy di belakang namanya," balas Willy yakin.


Prosesi pemakaman Netta pun telah tiba, perlahan peti jenazah itu diturunkan di liang lahat, Jenazah Netta bersanding dengan mendiang Jeffry Anthony, Willy sengaja menempatkan pusara Netta di samping ayah mereka.

__ADS_1


Hingga akhirnya tanah basah itu mulai menimbun peti mati itu, yang terlihat sekarang adalah gundukan tanah yang masih basah dan dipenuhi dengan taburan berbagai bunga.


Willy berjongkok dan mengusap pusara sang Kakak, mendoakannya dalam hati.


"Selamat tinggal Arnetta Anthony! Semoga Tuhan selalu bersamamu, berbahagialah dalam pangkuan - NYA,"


Kemudian Willy mulai berdiri dengan menaburkan bunga di atas kuburan Netta, sekilas Eve melihat sosok cantik dengan memakai gaun putih tampak tersenyum di bawah pohon tak jauh dari pusara Netta, kondisi Eve yang sedang hamil membuat mata batinnya terbuka, entahlah mungkin si jabang bayi yang membuka indera ke enam Eve, sehingga Ia dengan nyata melihat wajah Netta yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan kepada mereka.


"Mbak Netta!"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2