
Liora begitu terkejut saat mendengar ucapan Willy yang menyatakan jika bayi yang dikandung oleh Eve adalah kembar, Liora spontan menjewer telinga putranya dan berkata, "Kamu tuh ya ... udah bikin Mommy jantungan, seneng banget ngerjain Mommy," ucap Liora dengan tangannya yang menjewer telinga Willy.
"Iya iya ampun Mommy, Willy minta maaf, aduh Mommy piye toh, untung wae kuping Iki ora copot, bakal ilang Iki gantengku Mommy,"
(Iya iya ampun Mommy, Willy minta maaf, aduh Mommy gimana sih, untung saja telinga ini tidak lepas, ketampanan ku bakal hilang Mommy)
Willy memegang telinganya saat Liora melepaskannya.
Eve tampak tersenyum melihat tingkah Willy yang begitu hangat dengan sang ibu, sementara di kantor Willy terkesan sangat tegas, seorang CEO yang disegani oleh kolega bisnis dari dalam maupun luar negeri, tampak begitu akrab dengan sang Ibu, bahkan telinga nya pun tak luput dari jeweran sang Mommy. Seolah Willy masih seperti anak kecil bagi Liora, yang masih nakal dan jail.
Liora menghampiri menantunya dan memeluknya sayang sembari berkata, "Eve sayang! Mommy sangat bahagia sekali, kamu sudah memberikan kebahagiaan pada keluarga ini, putri Ernest Federico memang bidadari dalam keluarga ini, dan sekarang dengan kehadiran si kembar di rumah ini, Mommy tidak akan kesepian, terima kasih ya sayang."
Sementara itu datang Mbak Yem, sang asisten rumah tangga yang selalu setia mengabdi kepada keluarga besar D'angelo.
__ADS_1
"Permisi Nyonya, makan malam sudah siap, loh Tuan muda kena opo toh kok telinganya merah gitu," seru Mbak Yem yang melihat telinga Willy yang terkena jeweran dari Liora.
"Willy ngunu nakal Mbak Yem! Aku arep di bujuk, yo tak jewer kuping e, ben kapok,"
(Willy itu nakal Mbak Yem! Aku mau dibohongi, ya Aku jewer telinganya, biar kapok) seru Liora.
"Lowalah dalah, mesakke loh Nyonya, cah Bagus Iki,"
(Ya ampun, kasihan loh Nyonya, anak ganteng ini)
"Nggak kesel piye Aku ini, Dia ndak bilang kalau Aku bakal punya cucu kembar, eh dia malah sedih, opo Aku ndak ikut sedih Mbak Yem!" Jawab Liora sambil mengelus perut Eve.
Sang asisten yang mendengar itu tampak bahagia sekali, betapa rumah itu akan ramai oleh tangis dan tawa dua bayi yang akan segera hadir.
__ADS_1
"Mosok toh Nyonya! Walah nek ngene kuwi Aku manut seneng loh Nyonya,"
(Benarkah Nyonya! Kalau memang seperti ini Saya ikut seneng Nyonya) Mbak Yem tampak ikut bahagia.
"Wes toh pancen Tuan muda ini tiada tandingannya, mantap... sekali tebar langsung bersemai, bukan cuma satu tapi dua, jos pinter Tuan muda, eh ngomong-ngomong Tuan muda siapa yang ngajarin gitu, perasaan Anda benar-benar jauh dari kata wanita," seru sang asisten yang mengetahui betul-betul seluk-beluk kehidupan asmara Willy yang tidak pernah menyentuh satu orangpun wanita dalam hidupnya, hari-harinya hanya dihabiskan untuk mengurus bisnisnya.
"Hehehe ... Aku bisa sendiri Mbak Yem! Orang gampang kok caranya, tinggal masukin terus semprot, dibiarin bentar ... entar bersemi sendiri, tuh buktinya udah tumbuh dua sekaligus, pinter kan Aku Mbak Yem," ungkap Willy yang membuat setiap orang yang mendengarnya pasti tersenyum.
"Wes pokok e muantul Sampeyan, benihnya subur banget tur tanahnya juga bagus, Mbak Yem yakin si kembar nanti bakal cakep-cakep kayak Mommy dan Daddy-nya," celetuk sang asisten yang membuat mereka tertawa.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Tersenyumlah karena senyum itu ibadah 😊...