
"Maaf Dokter? Siapa yang dimaksud oleh suster? Apakah itu Nyonya Amara istrinya Tuan Wira Atmajaya?" tanya Netta yang tidak sengaja mendengarkan ucapan sang suster.
"Iya Nyonya, itu benar, beliau adalah Nyonya Amara istri Tuan Wira Atmajaya," jawab dokter mengiyakan.
"Jadi benar, itu adalah isteri Wira Atmajaya, Ya Tuhan mungkin kah ini caramu menebus kesalahanku selama ini kepada Nyonya Amara, Engkau pertemukan aku kepada seorang istri yang pernah Aku sakiti, yang pernah Aku goda suaminya hanya karena keinginan ku untuk mendapatkan hak ku sebagai putri kandung Anthony,"
"Sebelum Aku menghembuskan nafas terakhirku, Aku ingin berbuat sesuatu untuk menebus semua kesalahanku selama ini, Iya ... cara ini adalah satu-satunya untuk membuatku pergi dengan tenang, Aku akan mendonorkan jantung ku kepada Nyonya Amara, Aku ingin mereka mengenangku bukan sebagai Netta yang jahat, Aku ingin mereka mendengar selalu degup jantungku meskipun Aku sudah tiada, biarlah jantung ini berpindah raga, Aku ikhlas," gumam Netta sembari menitikkan air matanya. Tiba-tiba saja Netta memanggil sang dokter.
"Dokter!" seru Netta dengan suara lemah.
"Iya Nyonya!" dokter melihat Netta yang seolah ingin menyampaikan sesuatu.
"Saya tahu penyakit saya tidak bisa di sembuhkan, sebelum saya pergi untuk selamanya, Saya ingin menyatakan jika saya akan mendonorkan jantung saya kepada Nyonya Amara, dan setelah saya meninggal nanti, saya rela jika jantung ini berpindah pada Nyonya Amara, dan saya sudah ikhlas," ucapnya kepada sang dokter.
"Nyonya Netta yakin?" tanya dokter sekali lagi.
__ADS_1
"Iya Dokter," jawabnya yakin.
"Baiklah Nyonya, Saya akan menyampaikan ini kepada keluarga Nyonya Amara," ucap Sang dokter, namun tiba-tiba saja Netta mengatakan sesuatu.
"Jangan dokter, jangan bilang kepada keluarga nya, tolong rahasiakan ini dari mereka, Saya tidak mau mereka mengasihani Saya, karena Saya ikhlas melakukannya," ucapnya sambil menahan rasa sakitnya.
"Kalau itu permintaan Nyonya! Baiklah kami akan merahasiakan nya, kalau begitu Saya akan melakukan prosedur untuk pernyataan Anda sebagai bukti jika Anda benar-benar telah mendonorkan jantung Anda kepada Nyonya Amara," balas sang dokter.
"Terima kasih Dokter!" ucapnya.
Kemudian Dokter keluar dari kamar Netta, kemudian dokter segera menemui dokter ahli bedah jantung, bahwa sudah ada pendonor yang bersedia untuk mendonorkan jantungnya kepada Amara.
"Mommy tenang saja, Tante Amara pasti sembuh, Aku sudah menelepon suamiku, sebentar lagi Dia pasti datang," seru Eve kepada Liora.
"Iya sayang! Semoga saja semuanya baik-baik saja, oh iya ... Mommy lupa, bukankah Netta juga dirawat di rumah sakit ini? Ayo kita temui Dia, tapi Dia dirawat di kamar mana?" ucap Liora bertanya-tanya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja seorang dokter memanggil Liora yang sedang duduk di luar kamar Amara sembari menunggu kedatangan William Anthony.
"Nyonya Liora, ada kabar bagus untuk Anda!" seru dokter itu.
Tentu saja apa yang dikatakan oleh sang dokter membuat Liora dan Eve senang, mungkin saja ada harapan untuk kesembuhan Amara.
"Ada apa dokter? Apakah keadaan adik saya akan baik-baik saja?" tanyanya tidak sabar.
"Tentu saja Nyonya! Kami baru saja mendapatkan seseorang yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Nyonya Amara," ucapan sang dokter membuat Liora tersenyum haru, akhirnya ada orang baik yang mau mendonorkan jantung untuk sang adik.
"Katakan dokter, siapakah orang baik itu? Saya akan mengucapkan terima kasih kepadanya dan keluarganya," ucap Liora.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1