
Eve melangkahkan kakinya menuju pintu masuk gedung PT Megantara yang sekarang disulap menjadi sebuah aula pesta. Eve berjalan dengan anggunnya, gaun cantik nan mewah sangat cocok dan pas sekali pada bentuk tubuh Eve yang terlihat begitu seksi
Alinda dan Veren berjalan menghampiri Eve yang terlihat datang sendirian.
"Ya ampun Eve! Kamu cantik banget, nggak nyangka banget jika itu Kamu," seru Veren yang begitu takjub melihat perubahan Eve malam ini.
"Kalian bisa aja!" jawabnya dengan senyum sekilas.
Tampak seluruh yang hadir tersita perhatian nya kepada sosok wanita yang datang malam hari ini. Terutama teman-teman kerja Eve yang sangat terkejut dan pangling melihat penampilan Eve. Tak terkecuali Rafael yang sudah sangat menunggu kedatangan Eve, sedari tadi Rafael celingukan mencari keberadaan Eve, namun belum juga Ia temukan, dan akhirnya Eve datang dan memukau seluruh yang hadir.
"Eve! Akhirnya Kamu datang, dari dulu sampai sekarang Kamu memang sangat cantik Eve, hanya saja Kamu sudah mengandung anak orang lain, tapi tidak masalah Aku akan tetap mengejar mu, office boy kampung itu tidak akan mendekatimu lagi, dan Kamu akan segera menjadi milikku!" gumam Rafael dengan penuh harap.
Sementara Ellen dan Linda tampak tidak suka dengan kehadiran Eve yang menjadi pusat perhatian itu.
"Lihatlah, gadis itu datang dengan gaya yang sok cantik, hmm dia belum tahu saja jika sebentar lagi Aku akan membuatnya menangis dan malu, Aku akan mempermalukan gadis ini di depan semua orang, tunggu saja," seru Linda yang diiringi anggukan Ellen.
"Iya bener Ma! Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya malu dan pulang dari pesta ini dengan menangis," sambung Ellen dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Sementara itu teman-teman Eve tengah membicarakan tentang kehadiran Eve yang begitu memukau hari ini
"Eh lihat bukannya itu Eve? Dia berubah banget malam ini cantik sekali,"
"Eh iya itu bener loh, tapi darimana dia dapat gaun sebagus itu?"
"Ya pasti dari Pak Willy lah, kalian tahu Pak Willy telah mengakui bayi yang sedang dikandung Eve adalah bayinya,"
"Hmm bener tuh, beruntung banget si Eve,"
"Iya betul, padahal Eve baru saja gagal menikah dengan Rafael Marchetti yang kini sudah menikah dengan adik tirinya, ya ampun kasihan banget,"
"Hai Kak! Apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu, apa kakak tidak merindukan adikmu ini," seru Ellen sembari bergelayut manja pada lengan Rafael.
Eve hanya terlihat santai menyikapi sikap Ellen, sedangkan Rafael tampak berbasa-basi kepada Eve.
"Hai Eve! Apa kabar kamu?"
__ADS_1
"Aku baik! Terima kasih." jawabnya singkat, sementara Alinda dan Veren yang ada di samping Eve terlihat geregetan melihat sepasang suami istri yang membuat mereka sakit mata itu.
"Hiii dasar lebay! Kalau Aku jadi Eve! Bakal Aku Jambak tuh rambut si Ellen, aku bejek-bejek tuh mukanya Rafael, udah salah malah berani-beraninya nongol di depan Eve, hmm gemes!" gerutu Veren sembari merremas-rremas kedua tangannya.
"Tahu tuh! Nggak punya malu si Ellen, nggak punya terima kasih sama Eve yang udah biayain kuliahnya, diiih pembalasannya sangat kejam," sambung Alinda yang juga merasa kesal.
"Eve! Aku ingin bicara kepadamu!" seru Rafael
Tiba-tiba saja Ellen menyahuti ucapan Rafael dengan ketus.
"Buat apa kamu bicara lagi dengannya sayang! Kamu nggak perlu ladenin dia, sudah ayo kita pergi!" ajak Ellen sembari menarik tangan Rafael.
Rafael agaknya tidak mau pergi dari hadapan Eve, Ia bersikeras untuk bicara kepada Eve saat itu juga.
"Lepaskan tanganku! Jika Kamu tidak suka di sini, pergi saja! Aku mau bicara sesuatu kepada Eve!" seru Rafael kepada Ellen.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥