Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Rekaman CCTV


__ADS_3

Tiba waktunya pesta Anniversary itu berakhir, semua tamu undangan sudah mulai kembali, Willy dan Eve juga sudah mulai beranjak pulang, sementara itu Willy berkata pada asisten pribadinya itu.


"Boy! Aku pulang dulu, Kamu urus semuanya!" seru Willy kepada asisten pribadi nya.


"Baik, Tuan muda!" jawabnya


Kemudian Willy dan Eve pulang bersama, sementara Veren yang masih bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba saja Ia dihampiri oleh Boy yang memang sengaja ingin menggodanya.


"Ehem ... ehem!" suara deheman Boy membuat Veren Terkejut.


"Eh ... Kamu! Ngagetin ajah, untung nih jantung nggak copot," ucapnya sembari memakai tas tangannya.


"Mau kemana?" tanya Boy mulai menggoda.


"Ya pulanglah!" jawab gadis itu sembari beranjak pergi.


"Eits ... tunggu dong! Katanya tadi mau lihat buktinya," seru Boy mengingatkan.


Veren sungguh terkejut, ternyata Boy masih mengingat ucapannya tadi saat pesta sedang berlangsung.

__ADS_1


"Hehehe ... Aku pikir Kamu sudah lupa," ucap Veren dengan garuk-garuk tengkuknya.


"Lupa? Nggak semudah itu Aku lupa, bahwa Kamu sudah menfitnah Aku tadi," seru Boy sembari menatap wajah Veren yang terlihat gugup.


"Hehehe fitnah? Tapi kalau itu memang benar gimana hayo!" balas Veren dengan ekspresi wajah yang mulai berubah.


Kemudian Boy mengambil hasil rekaman CCTV pada sebuah laptop miliknya dan menunjukkan bukti rekaman itu bersama-sama.


Sekarang Veren dan Boy duduk bersama dengan memandang layar laptop bersama. Veren tampak menjaga jarak dari Boy.


"Sini dong! Jangan jauh-jauh, nanti nggak kelihatan," seru Boy yang mulai menghidupkan layar laptop tersebut.


Boy mulai menghidupkan layar laptop itu, dan hasil-hasil rekaman CCTV itupun mulai diperlihatkan kepada Veren.


"Sekarang kita lihat bagaimana videonya!" seru Boy sembari menunjukkan hasil rekaman CCTV itu kepada Veren. Boy mulai menggeser kursinya mendekati Veren, sementara Veren yang merasa tidak nyaman, membuat nya sedikit gugup dan berkata.


"Eh ... jangan deket-deket dong!" ucapnya dengan gugup.


"Ya kalau nggak dekat mana bisa kita lihat bareng!" jawab Boy yang tampak melihat Veren dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oke oke! Kita lihat bersama, Aku yakin Kamu pasti yang salah," seru Veren percaya diri.


Hingga akhirnya hasil rekaman CCTV itu mulai terlihat, Boy sengaja mempercepat putaran saat momen ketika Veren memeluk Boy tadi.


"Itu dia, coba Kita lihat, siapakah di antara kita yang bersalah,"


Veren terlihat membulatkan matanya saat melihat hasil rekaman video CCTV itu, yang memperlihatkan jika Veren tiba-tiba saja memeluk Boy yang berdiri di samping nya.


"Tidak tidak, itu tidak mungkin, ini pasti salah!" Veren tampak tidak terima dengan rekaman CCTV itu, tiba-tiba saja Boy menangkup wajah Veren dan berkata.


"Sekarang sesuai konsekuensi nya, kamu harus mendapatkan hukuman dariku!" Boy menatap dalam-dalam mata Veren dan semakin mendekatkan wajahnya, Boy melihat bibir itu tampak gemetar.


"Aduh sial! Kenapa Aku bisa salah, hii ... bodoh bodoh," umpatnya sambil memejamkan matanya, berharap Ia tidak melihat wajah Boy saat menciumnya.


Boy melihat Veren yang tampak memejamkan matanya, menunggu untuk Boy segera menciumnya sesuai kesepakatan tadi. Semakin rapat Veren menutup matanya, maka semakin gemas Boy ingin segera menciumnya.


"Entah kenapa Aku merasa Veren adalah gadis yang mampu membuat hatiku berdegup kencang, apa ini yang dinamakan cinta, aduuhhh Tuan muda, Anda benar-benar sudah bikin saya ingin segera menikah seperti Anda." gumam pria bertubuh tinggi itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2