
"Apa yang Anda tuduhkan itu salah besar, dan Anda sudah mencemarkan nama baik Saya, apa Anda masih rindu untuk tinggal di hotel prodeo? Jika iya, anak buah Saya akan mengantarkan Anda dengan senang hati, percuma saja Anda berada di sini, semua kecurangan Anda sudah Saya ketahui, Anda sengaja membayar wanita itu untuk datang ke perusahaan Saya, selain dia ingin mengambil data perusahaan Saya, rupanya wanita itu sudah mencoba merayu William Anthony." seru Willy yang membuat Rafael tak mampu berkata apa-apa.
"Tapi, William Anthony tidak sebodoh yang kalian kira, aku sudah curiga jika Michelle Vlora bukanlah seorang pengusaha, tapi Dia adalah wanita bayaran, bukan begitu Bu Michelle?" ucap Willy sembari tersenyum kepada Michelle yang terlihat kesal.
"Wanita itu sengaja menjebak Saya dengan mengajak Saya makan malam, tapi yang datang bukanlah William Anthony, Dia adalah George anak buah Saya yang setia, Maaf Bu Michelle, jika malam itu George bertindak kasar kepada Anda, dia memang suka begitu." ucap Willy sembari menunjuk ke arah George yang tampak sedang berdiri di depan pintu masuk, pria itu berdandan mirip sekali dengan Willy, sehingga membuat Michelle dan Rafael begitu terkejut.
"Ohh ... ya ampun! Dia mirip sekali dengan William Anthony? Itu tidak mungkin." seru Michelle tak percaya.
"Sial! Jadi ini adalah Willy palsu, ternyata aku sudah tertipu." gumam Rafael sembari mengepalkan tangannya.
George berjalan menuju ke tengah ruangan dan menghampiri Willy yang berdiri di sana, bak pinang dibelah dua, keduanya begitu mirip, tak seorangpun mampu mengenali Willy asli, kecuali Eve yang tahu betul mana suaminya.
Seluruh yang hadir dalam acara itu, benar-benar terkejut melihat kedatangan Willy palsu yang ternyata adalah pria yang berduel bersama Michelle di ranjang.
"Dia mirip sekali dengan Pak Willy!"
"Iya benar! Sangat mirip, sangat susah untuk membedakannya."
"Tapi Pak Willy asli lebih gagah dari Pak Willy palsu bener, kan?"
"Pasti lah! Pak Willy asli jelas lebih tampan dan lebih bening!"
__ADS_1
Terdengar para tamu undangan yang sedang membicarakan tentang Willy palsu.
"Dia adalah George, pria yang sengaja saya kirim untuk mengelabuhi Bu Michelle, dan rupanya Bu Michelle menikmatinya, bukan begitu Bu?" seru Willy yang sudah memperlihatkan bukti sesungguhnya.
George tampaknya menghampiri Michelle dan berkata, "Maaf sayang! Waktu itu Aku meninggalkan mu sendiri, lagipula Aku sudah cukup puas bersama Dirimu, tapi jika untuk bermain lagi denganmu, Aku sudah tidak mau lagi," ucapnya sembari tersenyum nakal.
"Brengsek Kamu! Kamu laki-laki bedebah, laki-laki sialan, berani-beraninya kamu mengambil kesempatan untuk melakukan itu padaku." kesal Michelle mengumpat habis-habisan George.
"Hei ... kamu sudah lupa siapa yang memulai duluan, apa aku memaksamu? Tidak kan? Jadi untuk apa kamu marah, sudah terima saja." balas George sembari menunjuk wajah Michelle.
Rupanya Michelle benar-benar sudah terlanjur malu, belum lagi omongan tamu-tamu undangan yang terus menyudutkannya, akhirnya Michelle membongkar semua kebusukan Rafael di depan umum.
"Cukup! Ini semua gara-gara dia! Iya ... dia sudah menyuruhku melakukan semua ini, pria itu sangat terobsesi kepada istri William Anthony, Ia ingin menjatuhkan William Anthony dengan cara licik dan setelahnya Ia akan mengambil istri William Anthony," ucap Michelle sembari menunjuk ke arah Rafael.
"Habisi saja! Aku tidak takut, setidaknya kita sama-sama masuk ke dalam penjara Pak Rafael, Aku sudah terlanjur malu dan kamu juga harus ikut merasakan malu sama seperti diriku." sahut Michelle yang tampak meracau di depan seluruh tamu undangan.
"Cukup!" sentak Willy dengan nada tinggi, sehingga seisi ruangan itu terlihat hening.
Willy berjalan menuju ke arah sang istri yang tampak memperhatikan dirinya seraya berkata, "Tidak akan ada yang bisa memisahkan kami berdua, sebelum kamu mengambil dirinya dari diriku, langkahi dulu mayatku!" ucap Willy sembari menatap wajah sang istri yang tampak tersipu malu.
"Oh ... jadi itu maumu, baik Aku akan melenyapkanmu sekarang juga, agar Aku bisa mendapatkan Eve kembali, karena dirimu Eve meninggalkan ku dan pergi menjauh dariku, Aku tidak bisa terima."
__ADS_1
Tiba-tiba saja Rafael mengeluarkan senjata dari balik jasnya, Rafael menodongkan pistol pada Willy yang sedang berdiri membelakanginya.
Eve yang melihat itu begitu takut dan khawatir jika saja Rafael benar-benar menarik pelatuk pistol itu.
"Sayang awas!" seru Eve memberi tahukan kepada suaminya jika Rafael sedang membawa senjata.
Willy membalikkan badannya dan tiba-tiba saja Rafael dengan segera menarik pelatuk pistol itu.
"Awassssss!"
"Doorrrr." terdengar satu tembakan.
"Bruuuggg." Seseorang jatuh tersungkur di depan Willy.
Setelah tembakan itu meletus, anak buah Willy segera menangkap Rafael dan mengambil senjata api yang ada di tangannya.
"Astaga! kenapa kamu lakukan ini? Bertahanlah!" seru Willy sembari menghampiri seseorang yang telah melindunginya dari tembakan Rafael.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Siapakah kira-kira yang tertembak?🤔...