
Spontan Eve, Willy dan Liora menengok ke arah Ellen yang tampak sangat terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar.
"Ellen!" seru Eve sembari menyambut kedatangan Adiknya di dalam mansion itu.
"Ellen! Sejak kapan kamu datang?" tanya Eve sembari merangkul pundak Ellen yang tampak menggendong bayi perempuannya.
"Katakan Kak? Apa yang terjadi pada suamiku?" tanyanya balik dengan ekspresi yang begitu cemas.
Eve tidak bisa menutupinya, karena Ellen sudah terlanjur mengetahui berita itu, kemudian Willy menghampiri Ellen dan mencoba untuk memenangkannya.
"Kemarilah! Ayo duduk!" ajak Willy kepada Ellen untuk duduk sembari mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Willy.
"Katakan Pak Willy! Ada apa dengan suamiku? Aku memang tidak ingin bertemu dengannya, tapi Aku hanya ingin tahu apakah Dia baik-baik saja?" Ellen benar-benar begitu khawatir dengan keadaan suaminya, apa berita yang baru saja ia dengar itu benar adanya, jika iya itu artinya Rafael harus menikmati sisa hidupnya di dalam penjara.
"Ellen! Aku harap kamu bisa bersabar dan menerima kenyataan jika Rafael Marchetti memang telah melenyapkan nyawa seseorang, yaitu Michelle Vlora, Rafael terbukti sudah menembak Michelle dan membuatnya meninggal dunia.
Willy menceritakan semuanya kepada Ellen, dan Ellen pun tak bisa berbuat apa-apa, Ia tahu jika suaminya memang sudah sangat bersalah.
__ADS_1
"Rafael akan selamanya mendekam di dalam penjara, dan dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya pada hukum yang berlaku, maafkan Aku!" ucap Willy.
Ellen pasrah dan hanya bisa menghela nafasnya, kini Ellen harus fokus pada bayinya dan dia akan merawat bayinya meskipun tanpa Rafael di sisinya.
"Pak Willy tidak perlu minta maaf, suamiku memang harus segera mendapatkan pelajaran, semoga saja itu bisa membuatnya sadar, mungkin dengan kami menjauh darinya, suamiku akan menyadari jika bayi ini akan selalu ia rindukan, meskipun dia tidak pernah mencintaiku;" Ellen berkata dengan nada yang mengecil, sembari mengusap wajah Putrinya, Baby Zyva.
"Kamu yang kuat Ellen! Kamu harus bisa demi putrimu." seru Willy memberi semangat untuk Ellen.
Sejenak Ellen teringat dengan Linda, bagaimana dengan nasib Linda? Pastinya sekarang Dia tidak mungkin lagi tinggal di rumah Rafael yang tentunya sudah bukan punya Rafael lagi.
"Kak Eve! Terus bagaimana dengan Mama? Pasti Mama pergi dari rumah itu." tebak Ellen mengkhawatirkan keadaan Linda.
Willy yang melihat istrinya cemas dengan keadaan Linda, segera Ia memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan Linda dimana pun ia berada sampai ketemu, Willy mengerahkan anak buahnya untuk menyusuri berbagai tempat untuk menemukan Linda.
Eve yang melihat jika suaminya sedang memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan Linda, merasa berhutang Budi kepadanya.
"Sayang! Terima kasih banyak kamu sudah bersedia untuk membantu mencari keberadaan Mama, Apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu selama ini, sudah terlalu banyak hal yang kamu lakukan demi aku." ucap Eve kepada sang suami.
__ADS_1
Willy berkata kepada istrinya sembari menarik pinggang ramping sang istri.
"Aku tidak butuh apa-apa darimu, cukup dampingi Aku saja dan Jadilah ibu dari anak-anakku, Aku akan melakukan apa saja asal bisa membuatmu tersenyum, kamu mengerti?"
Tentu saja ucapan sang suami membuat Eve begitu bahagia dan beruntung sekali memiliki suami yang bukan hanya tampan dan kaya, tapi begitu tulus mencintainya.
"Tentu saja Aku akan selalu ada di sampingmu, sekarang dan untuk selamanya." balas Eve sembari tersenyum.
*
*
*
*
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥