Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Ada apa denganku


__ADS_3

Dan hari itu juga Eve mencari keberadaan Willy di setiap rumah sakit, namun sayang Ia tidak menemukan titik terang keberadaan Jaka, hingga larut malam Eve juga tak menemukannya di mana pria yang kini ia cintai.


"Jaka! Kamu dimana?" Eve menundukkan wajahnya pada setir mobil dengan menumpukan kedua tangannya, Ia tak tahu harus berbuat apa, Eve bangkit dan mengusap air matanya sendiri.


"Aku tidak boleh lemah, Eve ada seorang bayi yang membutuhkan perhatianmu, yakinlah Jaka pasti akan kembali kepadamu, Jaka pasti datang kepadamu" gumam Eve yakin.


Kemudian Eve melajukan mobilnya menuju apartemennya.


Sementara hari itu juga Willy sudah diperbolehkan pulang ke rumah, Willy menaiki mobil mewahnya, disebelahnya ada sang Mommy yang selalu mendampingi putranya, mobil mewah itu berhenti di perempatan lampu merah, Willy melihat-lihat pemandangan kota yang terlihat penuh kelap-kelip lampu kota, hingga tiba-tiba mobil Eve berhenti tepat di samping mobil Willy.


Sontak Willy dikejutkan dengan sosok wanita yang berada dalam mobil berwarna merah itu, sosok yang selalu menghantui pikirannya itu, yang tak lain adalah karyawannya sendiri.


"Eve!" Wily membuka jendela mobilnya, ditatapnya wajah wanita yang akhir-akhir ini membuatnya tidak tenang.

__ADS_1


"Kenapa aku begitu berdebar saat melihatnya, ada apa ini?" gumam Willy yang terus memperhatikan Eve yang belum menyadari jika kehadirannya menyita perhatian seorang laki-laki. Hingga tak sengaja Eve membuka pintu jendelanya, spontan Eve melihat wajah Willy di dalam mobil mewah di sebelahnya.


Pandangan itu saling bertemu, ada getaran aneh saat Eve menatap wajah Willy, tampan dan jauh lebih tampan dari Jaka, namun ada kesamaan saat bola mata Willy menatapnya.


"Eh... bukannya itu pak Willy? Dia sudah pulang dari Perancis? Apa aku tidak salah lihat? Aduuh tatapannya kok mirip banget ya sama Jaka? Sumpah mirip banget" Eve mencoba menetralisir perasaannya dengan memalingkan wajahnya dan bersandar pada jok mobilnya.


"Eve? Kenapa aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari dirimu, ada apa dengan diriku!" Willy mengusap wajahnya dan memijit pelipisnya, Liora yang melihat sang anak yang tampak gelisah, mencoba menenangkannya.


Hingga akhirnya lampu hijau menyala, Eve segera melajukan mobilnya, Sehingga Willy kehilangan Eve. Willy memperhatikan mobil yang dikendarai oleh Eve melaju kencang meninggalkan dirinya.


"Willy! Willy!" panggil Liora berkali-kali.


Willy terkesiap dan menoleh ke arah sang Mommy. Willy tersenyum paksa, ada sesuatu yang membuat Willy merasakan debaran yang aneh saat melihat karyawannya itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa Willy? Apa yang kamu lihat?" tampaknya Liora masih penasaran.


"Ah... tidak ada Mom!" jawabnya mengelak..


Kemudian mobil mewah itu berjalan menuju perumahan elit yang berada di pusat kota, hingga beberapa saat mobil Alphard mewah itu berhenti di depan sebuah mansion mewah hunian yang menciptakan sejuta keindahan dan kemewahan, kepulangan Willy disambut oleh pelayan-pelayan yang sudah berjajar rapi, seolah -olah Willy baru saja pulang dari Perancis.


Keberadaan Willy di rumah sakit sangat dirahasiakan dari keluarga besarnya, apalagi dari Wira dan Amara, mereka menganggap Willy baru saja pulang dari Perancis.


Willy kembali memasuki istananya yang megah, lantai marmer dan ukiran yang bernilai eksotis tinggi, menghiasi mansion dari putra Jeffry Anthony tersebut. Jeffry Anthony terkenal dengan orang terkaya di kotanya, kekayaannya berlimpah ruah, hingga di akhir hayatnya Jeffry Anthony memiliki wasiat kepada Willy untuk mencari putri dari dari Ernest Federico, untuk mengetahui siapa yang sudah penghianat dalam keluarga besarnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2