Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Aku cemburu


__ADS_3

"Kenapa Kamu ada di sini? Bukankah kamu harus menemani klien kamu?" tanya Eve serius, menatap wajah suaminya yang sedang mencoba menenangkan dirinya.


"Apa kamu marah?" Willy berkata kepada dua bola mata yang Ia tatap lekat-lekat. Menyandarkan tubuh istrinya pada dinding kamar mandi. Dengan kedua tangan Willy mengunci istrinya agar tidak bisa melepaskan diri darinya.


"Tidak! Untuk apa Aku marah." alasan biasa yang diucapkan wanita saat menutupi rasa kecewanya. Eve tertunduk tak berani menatap bola mata suaminya yang menuntutnya untuk berkata 'Iya Aku memang cemburu.'


"Tatap mataku! Katakan! Apa kamu cemburu?" Willy mengulang pertanyaannya kembali dan tetap saja Eve masih menjawab tidak.


"Tidak! Aku tidak cemburu, untuk apa? Sudah biasa kan kamu bertemu dengan klien, makan siang berdua, apa ada yang salah? Itukan memang sering kamu lakukan Sayang, lagipula Aku tidak mungkin membuatmu malu dengan marah-marah nggak jelas, jadi ... jika Kamu tanya padaku, apa Aku marah atau tidak? Jawabnya tidak!"


"Kau bohong!" ucapan Willy membuat Eve terkejut, nyatanya dirinya memang sedang berbohong.

__ADS_1


"Aku tahu kamu berbohong, bibirmu bisa berkata tidak, tapi bola matamu mengatakan jika kamu sangat tidak menyukainya, bukan begitu sayang? Kamu tidak bisa membohongiku begitu saja, seluruh hatimu sudah aku pegang, maafkan Aku!" ucapan Willy sontak membuat Eve sangat terkejut, bagaimana bisa suaminya bisa menebak isi hatinya, padahal Ia sudah berusaha untuk menutupinya.


Eve terdiam namun air matanya yang berbicara, buliran bening itu mulai terjatuh meski sebenarnya Eve mencoba untuk tersenyum, entahlah hati seorang wanita begitu rapuh jika di hadapkan tentang rasa cemburu. Willy yang mengetahui bagaimana perasaan istrinya, tampak mengusap air mata itu dan mengatakan sesuatu pada istrinya.


"Maafkan Aku jika sudah membuatmu bersedih, ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang Michelle Vlora, Dia bukanlah klienku, iya ... dia memang datang sebagai klienku, tapi sebenarnya dia adalah wanita yang sengaja di kirim oleh seseorang untuk menghancurkan nama baik perusahaan kita, Aku sendiri belum mengetahui siapa pelaku sebenarnya, maka dari itu Aku masih berpura-pura baik kepadanya, agar Aku bisa segera mengetahui siapa yang sudah mengirimkannya ke sini, Aku mohon kamu bisa mengerti, hmm!" Willy mencoba meyakinkan Eve dengan bicara apa adanya.


Eve mengangguk dan mulai memahami alasan suaminya, tapi entahlah meskipun begitu Eve masih sangat merasa cemburu, mungkin saja karena hormon kehamilan itu membuat perasaan si ibu menjadi begitu sensitif.


"Aku tidak tahu kenapa perasaan ini begitu rapuh, Aku merasa sakit saat melihatmu bersama wanita lain, meskipun hanya sekedar jalan berdua, tapi entahlah hati ini tidak bisa berbohong, Aku benar-benar cemburu, Aku sangat cemburu."


Willy menangkap sinyal keluhan dari dalam hati Istrinya, Dia langsung memeluk istrinya dan mencoba untuk terus meyakinkannya agar sang istri percaya kepadanya.

__ADS_1


"Sudahlah! Aku tidak ingin melihatmu bersedih, Aku harap kamu bisa mengerti, ini semua Aku lakukan untuk mendapatkan informasi tentang siapa sebenarnya yang membawa perempuan itu ke sini, Plis ... kamu mengerti kan!" Willy kembali meyakinkan Eve untuk ikut membantu rencananya.


"Iya Aku mengerti! Tapi Aku tidak suka perempuan itu menyentuh suamiku, karena suamiku hanya milikku saja, Dia tidak boleh menyentuhmu." ucapan Eve membuat Willy tersenyum.


"Tentu saja Aku hanya milikmu sayang! Hanya milikmu ...."


Willy mulai meraih bibir mungil itu dan mengecupnya mesra, bukan hanya sekedar kecupan biasa tapi di padu dengan lummatan yang indah dan begitu mendebarkan.


"Aku mencintaimu emm ..." suara Eve terdengar mendesaah saat kecupan Willy mulai merambat pada leher Eve dengan lembut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


...Uluh-uluh mas Jaka so sweet banget sih 🤭Tarik nafas dulu ya bestie 😁...


__ADS_2