
"Hamil? Bagaimana Tuan muda bisa hamil, eh kamu jangan sembarangan ya kalau ngomong, mana mungkin Pak Willy ha ... mil!" sejenak Boy menurunkan nada bicaranya, karena Ia merasa ucapan Veren ada benarnya.
Willy menatap Boy yang terlihat menggaruk-garuk tengkuknya.
"Kenapa Boy?" Willy menatap Boy serius.
"Hehehe ... kata Emak Boy ya Tuan muda, dulu pas Emak Boy sedang hamil saya, katanya Bapak Boy yang ngalamin muntah-muntah, bukan Emak ... itu kata orang-orang, ikatan batin antara jabang bayi sama bapaknya kuat sekali, makanya Boy mirip banget toh sama Bapak, cuma kurang cakep itu aja sih" tampak ketiga wanita itu tertawa kecil mendengar pernyataan Boy.
"Jadi, menurut saya pak Willy mempunyai ikatan batin yang sangat kuat dengan bayi Anda, memang bukan pak Willy yang hamil tapi ..." Boy tidak melanjutkan ucapannya, namun matanya tertuju pada Eve yang sedang berdiri di sana.
Eve merasa bingung dengan pernyataan Boy yang menatap dirinya, seakan-akan Willy adalah Ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.
Sedangkan kedua teman Eve, Alinda dan Veren tampak saling menatap, Ayah dari bayi yang dikandung oleh Eve adalah Jaka, tapi kenapa Willy yang merasakan Syndrom itu.
Willy mulai mengerti, tentu saja Ia yang mengalami hal yang seperti Boy bilang, bagaimana pun juga Willy adalah Ayah kandung dari bayi yang sedang dikandung oleh Eve.
Sementara Eve tampak garuk-garuk kepalanya, bagaimana bisa Willy yang mengalami hal itu, Ia tampak bingung.
"Jaka adalah Ayah dari bayi ini, tapi kenapa Pak Willy yang mengalami hal itu, dia yang mengalami mual dan muntah, aneh banget" gumam Eve sembari memperhatikan keadaan Willy, yang sejujurnya Ia sendiri tidak tega melihatnya.
"Baiklah Tuan muda! Sebaiknya Anda istirahat saja, ataukah Saya antarkan Anda pulang sekarang, supaya Anda bisa beristirahat di rumah?" tawar Boy
"Tidak usah, lebih Aku istirahat saja di dalam" ucapnya sembari pergi menuju ruangannya.
__ADS_1
Eve memperhatikan Willy yang terlihat lemas dan pucat, ada rasa iba yang tiba-tiba muncul dalam hatinya.
"Kasihan pak Willy! Pasti dia sangat lemas" gumamnya.
Akhirnya Boy membawa Willy naik ke ruangan atas, Eve melihat wajah Willy yang bersandar pada lift, perlahan pintu lift tertutup dan wajah yang pucat itu tak terlihat lagi.
"Hmm ... kasihan ya pak Willy, eh tapi kok aneh ya, apa mungkin gara-gara pak Willy mengakui bayimu sebagai anaknya, jadi bayimu itu seolah mengakui Pak Willy sebagai Ayahnya, dia sampai muntah-muntah gitu loh, mana pucat lagi, kasihan tahu nggak" ucap Veren.
"Mungkin juga" balas Alinda.
"Hmm ... ya udah deh, kita keluar yuk!" ajak Alinda.
Eve yang masih tidak tenang melihat keadaan Willy yang seperti itu, berinisiatif untuk melakukan sesuatu untuk membantu Willy mengurangi rasa sakitnya.
"Baiklah, kami duluan" balas Veren dan Eve pun mengangguk.
Setelah melihat kedua temannya pergi, Eve segera pergi ke pantry untuk membuatkan teh hangat untuk Willy.
"Mudah-mudahan setelah minum ini, pak Willy bisa lebih baik" ucapnya sembari membawa teh itu ke ruangan Willy.
Setibanya di depan pintu ruangan direktur utama, Eve mulai mengetuk pintu dengan pelan. Tak berapa lama Boy membuka pintu dan alangkah terkejutnya saat ia melihat Eve berdiri dengan membawa segelas teh hangat.
"Eve! Ada apa?" tanya Boy.
__ADS_1
"Ini Aku buatkan teh hangat untuk Pak Willy, mudah-mudahan bisa mengurangi mualnya" ucap Eve sembari menyodorkan teh itu kepada Boy.
"Kenapa kamu berikan padaku? Bukankah teh itu untuk pak Willy? Ya udah kasihkan sana, Aku mau keluar sebentar" alasan Boy agar Bosnya bisa berduaan dengan Eve.
"Ta_tapi ..." Eve berusaha menolaknya.
"Udah nggak apa-apa, tolong awasi sebentar ya, Aku mau cari makan dulu, lapar banget nanti Aku pasti kembali" seru Boy sembari beranjak pergi turun ke lantai bawah.
"Loh ... loh Pak Boy mau kemana?"
Eve melihat Boy yang sudah turun dari lantai atas, dan terpaksa Eve harus memberikan sendiri teh itu kepada Willy.
Eve perlahan mulai masuk ke dalam ruangan itu, Dirinya melihat Willy yang sedang berbaring di atas sofa dengan menumpukan satu tangannya di atas kepalanya, Eve mulai mendekati pria yang membuatnya selalu mengingat tentang Jaka tersebut.
"Pak Willy! Saya buatkan teh hangat untuk Anda" sontak suara Eve tiba-tiba membuat mata Willy bersinar lagi, Ia tampak terlihat sehat dan merasa tidak lemas lagi.
"Eve, Kau di sini?"
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Sabar ya ... uncch Pak Willy sedang merayu Eve bestie, apakah Eve akan jatuh cinta kepada Willy ataukah masih setia dengan Jaka ... hmm pada dasarnya dua pria itu satu orang yang samaðŸ¤
__ADS_1
...