Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Semalam Daddy-mu nakal


__ADS_3

Malam yang indah itu pun telah berlalu, entah sudah berapa episode mereka berdua melakukan adegan ranjang itu, sebuah kewajiban bagi setiap insan yang telah terikat oleh tali pernikahan, dari berbagai gaya model bercinta sudah mereka terapkan, tampaknya pagi ini keduanya masih terlelap dalam buaian mimpi indah, pemilik tato naga itu tampak masih mendekap sang istri, seolah hanya dirinya yang berhak atas diri wanita yang kini menjadi Ibu atas bayi William Anthony.


Tak berselang lama Eve tampak membuka matanya perlahan, Ia menatap langit-langit kamar yang masih dihiasi dengan dekorasi nan indah itu, sangat terasa deru nafas yang hangat menyapu wajahnya dan itu membuat Eve terbangun dari tidurnya.


Eve beranjak duduk dengan melepaskan tangan Willy dari atas tubuhnya, dengan sangat pelan, agar sang suami tidak terbangun karena Ia menyadari telah banyak stamina yang laki-laki itu keluarkan untuk malam panjang mereka.


Eve mengecup kening Willy singkat dan membelai wajah yang dulu bersembunyi di balik seorang Jaka Suyanto. Kemudian Ia beranjak turun dari ranjangnya. Dengan tubuh yang masih polos Eve turun dan segera pergi ke kamar mandi, meninggalkan Willy yang masih pulas karena telah lembur semalaman.


Setelah beberapa menit Eve keluar dari kamar mandi, Ia masih melihat sang suami yang tampak masih terpejam.


Setelah Eve mengganti pakaiannya dan telah berdandan, Dirinya segera menghampiri sang suami yang tampak masih terpejam. Dengan kecupan hangat pada pipi pria bertubuh atletis itu, Eve mencoba membangunkan suaminya untuk pertama kali sebagai seorang istri.

__ADS_1


"Jaka! Ayo bangun ... ini sudah siang, Aku sudah buatkan teh hangat untukmu," bisiknya mesra di telinga sang suami, perlahan Willy membuka kedua matanya, samar terlihat bayangan wajah cantik Eve yang mulai menghiasi pemandangan pertamanya.


Willy tersenyum dan menarik kembali tubuh Eve ke dalam pelukannya. Eve terlihat memberontak karena Dirinya merasa sudah mandi dan keramas. Eve takut jika Willy akan melakukannya lagi dengannya.


"Jaka plis! Lepaskan Aku, Aku sudah mandi Jaka!" rengeknya sambil menahan bobot tubuh Willy yang sedang menindih tubuhnya. Sementara itu Willy dengan sigap menyingkap kemeja Eve, sehingga terlihat perut Eve yang putih itu, Eve mencoba menahan tangan Willy yang sedang meraba perut bawahnya.


"Jaka jangan! Singkirkan tanganmu!" pintanya sambil memegang tangan Willy.


(Sebentar dong Sayang! Aku tuh ingin mengelus-elus anakku yang di dalam sini! Gimana kabarnya, kira-kira apakah kepalanya pusing, melihat ayahnya oleng semalaman, muncul terus," kata Willy dengan logat jawanya.


Eve sedikit mengerti, meskipun Dia sendiri tidak terlalu mendalami tentang logat Jawa, namun Dirinya faham apa yang Willy sampaikan.

__ADS_1


Perlahan Eve membiarkan Willy mengusap perutnya, Ia tahu jika Willy sedang rindu dengan anaknya. Willy mulai mengusap dan mencium perut sang istri yang masih terlihat rata itu.


Willy berbisik pada sang jabang bayi yang kini masih berada di dalam kandungan Istrinya.


"Selamat pagi Sayang! Bagaimana kabarmu di sana? Kamu baik-baik saja kan? Daddy berharap Kamu selalu baik-baik saja, maafkan Daddy ya! Jika semalam Daddy-mu nakal, muach," Willy mengecup lembut perut Eve dengan lembut sembari mengusap-usapnya perlahan.


Eve tersenyum melihat tingkah lucu Suaminya saat berbicara kepada bayi mereka, lama kelamaan senyum itu berubah menjadi ekspresi yang tampak sedang menahan sesuatu. Eve membulatkan matanya saat melihat apa yang sedang Willy lakukan.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2