
Sementara itu di dalam kamar perawatan, Netta benar-benar sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang sudah sangat menyiksanya, rasa perih dan sakit itu mungkin tidak sebanding dengan hancurnya perasaan seorang istri yang telah Ia sakiti, Sembari menahan rasa sakit itu Netta meminta seorang suster untuk menuliskan sesuatu pada selembar kertas.
"Suster! Boleh saya minta tolong!" pintanya sambil memegang perut bawahnya yang terasa begitu sakit luar biasa.
"Apa yang bisa Saya bantu Nyonya? Tapi sebaiknya Anda istirahat saja dulu," tanya sang Suster yang tak tega melihat kondisi Netta yang semakin memprihatinkan.
"Tidak Suster, Saya ingin suster melakukannya sekarang, tidak ada waktu lagi, cepat suster!" Netta memohon kepada sang suster agar segera memenuhi permintaan nya.
"Baiklah Nyonya! Apa yang bisa lakukan untuk Anda?"
__ADS_1
"Aku ingin suster membantu saya menulis sesuatu untuk William Anthony,"
Kemudian Suster mengambil sepucuk kertas dan ballpoint yang diminta oleh Netta, setelah itu Netta mulai berucap.
"William Anthony, Aku Arnetta Marchetti menyatakan permintaan maafku yang sebesar-besarnya kepadamu dan juga kepada seluruh keluarga D'angelo, maafkan Aku jika selama ini Aku sudah berusaha merebut sesuatu yang belum tentu menjadi milikku, Aku sadar jika apa yang sudah aku lakukan adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, Dan untukmu William Anthony, kita sesungguhnya adalah saudara, ayahku adalah ayahmu juga, dan ayahmu adalah ayahku, kita lahir dari rahim yang berbeda, tapi kita tercipta dari satu orang pria yang sama, Jeffry Anthony ... setelah Kamu membaca surat ini, mungkin Aku sudah pergi untuk selamanya, tapi degupan jantungku masih terdengar dalam tubuh Nyonya Amara"
"Sekali lagi maafkan Aku, adikku! Selamat tinggal ... Arnetta Marchetti,"
"Nyonya Arnetta Marchetti telah tiada," ucap dokter dengan sangat menyesal. Kemudian alat-alat medis yang masih menempel pada tubuh Netta segera dilepaskan, dan setelah semuanya terlepas wajah pucat wanita itupun kini telah ditutupi oleh kain putih.
__ADS_1
"Sesuai wasiat dari pasien, bahwa jantungnya akan didonorkan kepada Nyonya Amara, maka dari itu kita akan melakukan transplantasi jantung secepatnya terhadap Nyonya Amara," seru dokter kepada suster untuk segera menyiapkan ruang operasi.
"Kita juga hubungi pak Willy, jika pasien atas nama Arnetta Marchetti telah meninggal dunia," seru dokter kepada suster itu. Kemudian sang perawat segera menyiapkan ruang operasi untuk transplantasi jantung Amara.
Seorang Dokter ahli bedah jantung tiba-tiba memberikan tahukan informasi kepada Liora dan Eve jika hari ini Amara akan dioperasi, dan pendonor itu sudah meninggal dunia.
"Bersyukurlah Nyonya, akhirnya adik Anda bisa di selamatkan, sang pendonor hari ini meninggal dunia, dan kami akan segera mempersiapkan ruangan operasi untuk Nyonya Amara," seru Dokter kepada Liora yang tampak bahagia mendengar berita itu, tapi ada satu pertanyaan, dimana pasien yang meninggal itu, Liora ingin berterimakasih kepadanya, meskipun hanya berupa jasad setidaknya Ia yakin jika Sukmanya masih berada di sekitar jasadnya.
"Dokter, dimana jasad pasien yang akan mendonorkan jantungnya pada adik saya?" tanya Liora penasaran.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥