Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Cari - cari kesempatan


__ADS_3

Veren dan Boy saling melepaskan tangan mereka, kemudian Veren kembali ke asalnya dengan sikap cuek dan juteknya.


"Hiii ... Pak Boy sengaja ya curi-curi kesempatan!" ketus Veren sembari merapikan bajunya.


"Eh ... siapa juga yang cari-cari kesempatan, kamu kesandung terus mau jatuh, makanya Aku pegangin, entar jatuh beneran Aku yang disalahin 'kok bapak nggak tolongin Aku sih' bukannya terima kasih malah sewot, dasar cewek aneh," ucap Boy kesal.


"Hmm ... itu alasan Pak Boy saja, supaya bisa deket-deket kan sama Saya, iya kan? Hmm ... nggak mempan," sahut Veren sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Busyet nih cewek, galak amat tak cium klepek-klepek kamu!" celetuk Boy yang membuat Veren bergidik ngeri.


"Hiii ... dasar Pak Boy mesum, ayok Lin!"


Veren dan Alinda langsung pergi dari tempat Boy, sementara Boy tampak senyum-senyum sendiri melihat tingkah wanita yang mulai mencuri perhatian nya itu.


Sementara itu Eve sudah tiba di depan ruangan Willy dengan membawa makanan untuk Ayah dari bayi yang dikandungnya itu.


Willy mendengar suara ketukan dari luar, Ia pikir itu pasti Boy, Willy menyuruh masuk tanpa melihat kearah pintu, karena dirinya masih terlihat memejamkan matanya sembari memijit-mijit kepalanya yang sangat pusing.


"Masuk Boy! Aduh Boy kenapa lama sekali, kepalaku pusing sekali, ambilkan Aku obat Boy," seru Willy yang dikiranya Dia sedang berbicara kepada Boy.

__ADS_1


Eve tersenyum dan meletakkan makanan itu di atas meja, kemudian Eve berjalan menghampiri Willy yang tampak duduk sembari menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kerjanya.


Willy belum membuka matanya, Dia belum tahu jika yang datang bukanlah Boy, tapi Eve.


"Boy! Kenapa kamu diam saja, cepat ambilkan obatnya,"


Tiba-tiba saja tangan Eve meraih kepala Willy dan memijit nya dengan lembut seraya berkata.


"Jangan sering-sering minum obat, itu tidak baik, sini Aku pijitin," spontan Willy membuka matanya dan meraih tangan Eve yang tengah memijit-mijit kepalanya.


"Eve!"


"Greep"


"Aaaahhh ... Willy, apa yang kamu lakukan, jangan gini ah ... nanti ada orang lihat," ucap Eve sembari mencoba melepaskan dirinya dari tangan Willy yang sudah melingkar pada tubuhnya.


"Tidak akan ada yang berani datang ke ruangan ini, karena Aku sudah mengunci pintunya," ucap Willy berbisik lembut di telinga Eve.


"Apa? Terus nanti kalau Aku mau keluar lewat mana dong?" seru Eve sembari menahan sentuhan Willy yang mulai membuat nya merinding.

__ADS_1


Pintu ruangan itu terkunci secara otomatis dari dalam, karena Willy telah menekan tombol remote untuk mengunci pintu secara otomatis.


"Kamu tidak akan kemana-mana, di sini saja dulu, temani Aku sebentar," bisik Willy semakin mesra.


"Tapi kamu belum makan! Kata Boy kamu muntah-muntah terus, Aku tidak tega melihat mu seperti itu," ucap Eve sembari mengusap lembut wajah Willy.


"Aku tidak lapar dengan makanan, tapi Aku selalu lapar melihat dirimu!" Willy kembali mengecup bibir mungil itu. Apalah daya kemesraan mereka selalu membuat mereka terbuai dalam suasana romantis.


Dalam ruangan kerja Willy, kedua insan itu saling menautkan bibir mereka, menikmati rasa manis yang begitu candu, setiap gigitan yang Willy ciptakan menjadi penyebab Eve mengeluarkan suara manjanya, hingga tak terasa Willy mencoba melakukan hal yang lebih dalam lagi.


Namun dengan segera Eve menghentikan tangan Willy dan menepisnya. Membuat pria yang kini tengah bersemangat itu tampak mengerutkan keningnya.


"Ada apa? Kamu menolakku?" ucapnya dengan tatapan semu.


"Hmm ... Aku tidak menolaknya, tapi untuk saat ini tunggu sampai kita sah menikah, akan terasa lebih romantis," balas wanita yang selalu membuat Willy tergila-gila itu.



BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...VISUAL HANYA MENGGAMBARKAN ADEGANNYA SAJA YA 😊...


__ADS_2