
Di saat Willy sedang asyik mengobrol dan melihat video Michelle, tiba-tiba saja perutnya terasa sangat sakit melilit, entah kenapa bisa seperti itu.
"Eh ... aduh-aduh, perutku kok mules banget nih!" pekik Willy sembari memegangi perutnya.
"Loh loh, Tuan muda kenapa? Pasti keracunan apem nya Michelle nih, makanya Tuan muda jangan lama-lama melihat video Michelle, jadi keracunan, kan?" seru Boy panik.
Anton segera mematikan video itu, dan memberikan file nya kepada Boy untuk disimpan, setelahnya Ia mencoba menolong Willy yang tampak sangat kesakitan.
"Pak Willy! Kenapa bisa seperti ini? Apa tadi Bapak tidak sarapan? Mungkin maag nya kambuh nih." seru Anton yang ikut panik melihat keadaan Willy yang memegangi perut dan pinggangnya.
"Nggak tahu nih! Tiba-tiba saja seperti ini, Aku nggak punya riwayat maag, memang tadi aku belum sarapan, apa gara-gara itu perutku jadi begini." ucapnya dengan wajah yang mulai berkeringat.
"Kita ke dokter ya Tuan muda?" seru Boy. Namun Willy menolaknya, sepertinya rasa sakit itu sudah menghilang begitu saja.
"Nggak nggak usah, sekarang sudah tidak sakit lagi, kok aneh ya!" Willy tampak mengelap keringat yang keluar dari pori-pori wajahnya yang tampan.
"Beneran nih Tuan muda tidak apa-apa?" tanya Boy meyakinkan.
"Iya bener!" jawabnya sambil mengatur nafasnya.
Boy agaknya sedikit berpikir kenapa tiba-tiba saja Willy mengalami hal semacam itu.
"Apa jangan-jangan! Ada orang yang sengaja mengirimkan sesuatu untuk Anda Tuan muda!" seru Boy menebak.
"Apa maksudmu?" Willy tampak mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Santtet Tuan muda! Iya ... bisa jadi itu santtet nya dari apem si Michelle," seru Boy.
Willy dan Anton tampak tetawa saat mendengar ucapan Boy yang tidak masuk akal.
"Loh malah ketawa, gimana sih!" Boy tampak garuk-garuk kepalanya.
"Pak Boy! Hari gini masih percaya sama gituan, dosa loh!" seru Anton yang tampak menahan rasa gelinya ketika Boy mengucapkan itu.
"Eh ... Jangan salah, lah tadi kita lihatin si apem nya Michelle, apa nggak dosa tuh, terpampang nyata loh itu." balas Boy mengingatkan.
"Itu tadi kewajiban, kita harus lihat hasilnya dong! Kalau nggak lihat, gimana kita bisa tahu kalau itu apemnya si Michelle, kalau itu apemnya Markonah, gimana dong!" sahut Willy.
"Markonah? Markonah siapa?" tanya Boy menelisik.
Ketiganya pun terkekeh kembali, dan tiba-tiba saja rasa sakit perut itu muncul lagi pada Willy.
"Aduh aduh, perutku! Ini kenapa sih perut." pekik Willy yang tampak sedang menahan rasa sakit itu.
"Aduh ... Tuan muda! Kita ke dokter aja yuk, takut kenapa-kenapa nih, udah mukanya jadi merah gitu." ucap Boy yang memaksa Willy untuk pergi ke dokter.
"Pak Boy benar Pak Willy! Sebaiknya Anda ke dokter." seru Anton yang juga tidak tega melihat Willy yang tampak kesakitan.
Di saat Willy berangkat ke rumah sakit, tiba-tiba saja ponselnya berdering, namun Ia tidak bisa mengangkat teleponnya karena menahan rasa sakit di pinggang dan perutnya yang semakin intens.
"Angkat telponnya, Aku tidak bisa, pinggang ku rasanya mau patah." Willy memerintahkan Boy untuk mengangkat teleponnya.
__ADS_1
"Baik Tuan muda!"
Boy segera mengambil ponsel Willy di dalam saku jasnya, kemudian Ia melihat layar ponselnya, tertera nama Liora di sana.
"Dari Nyonya Liora!"
"Mommy!" Willy terus menahan pinggangnya dengan kedua tangannya, dan mengatur nafasnya seolah-olah dirinya tengah mengalami persalinan seperti wanita yang sedang melahirkan.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
Yuhuuu othor bawa bacaan seru lagi nih bestie mampir dulu yuk ke karya punya Nurma Azalia Miftach Poenya yang berjudul RAHASIA ISTRI CULUNKU .... Cuss ah ramaikan.🏃🏃
Perjuangan Seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan di kantor ayahnya. Hingga Ia mengubah penampilan demi menutupi identitas sebenarnya, bahwa ia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos tempatnya bekerja. Lalu bagaimana perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish??
__ADS_1