
Liora dan Eve melihat dengan mata kepala jika Willy sedang makan siang bersama wanita lain, tapi kenapa mereka cuma berdua, kemana Boy?
"Ah sudahlah Mommy, mungkin suamiku sedang bersama kliennya, Mommy tahu sendiri bagaimana bisnis suamiku, pasti banyak kalangan yang ingin bekerja sama dengannya." ucap Eve tetap bersikap tenang dan positif.
"Hah ... semoga saja itu benar, tapi kenapa Willy tidak mengajak Boy? Biasanya mereka selalu berdua!" balas Liora sedikit curiga.
"Hmm mungkin saja Boy sedang melakukan tugas penting Mommy, ah sudahlah ... biarkan mereka menyelesaikan urusannya, kita tidak usah mengganggunya." ucap Eve mencoba menenangkan Liora.
Akhirnya Liora dan Eve pergi meninggalkan tempat itu, Eve mencoba meyakinkan dirinya jika itu hanyalah pertemuan kerjasama.
Sementara itu Willy dan Michelle sudah selesai makan siang, mereka memutuskan untuk segera kembali ke kantor. Willy dengan elegan berjalan di belakang Michelle, Ia tetap profesional bagaimanapun juga Michelle adalah tamunya, meskipun sebenarnya wanita itu memiliki rencana jahat kepadanya, Willy masih berpura-pura tidak mengerti apa-apa.
"Siapa yang sebenarnya yang sudah mengirim mu kesini? Aku rasa selama ini Aku tidak memiliki musuh, wanita ini datang dari Singapura, itu berarti orang yang sudah menyuruhnya berada di Singapura, Aku harus segera mencari informasi tentang siapa yang sudah coba-coba mempermainkan Aku." gumamnya sembari memperhatikan sosok Michelle dari belakang.
Di sisi lain Eve dan Liora tampak sedang masuk ke dalam sebuah toko perlengkapan bayi, mereka berdua memilih-milih perlengkapan bayi dan baju-baju bayi yang lucu, sepertinya Eve merasa ingin buang air kecil, Ia berpamitan kepada Liora untuk pergi ke toilet.
"Mommy, Aku ke toilet sebentar!" ucapnya kepada sang mertua.
"Baiklah!" Liora mengiyakan permintaan menantunya.
Kemudian Eve keluar dari toko, Ia berjalan mencari toilet terdekat dengan sedikit terburu-buru tanpa melihat kearah depan, tiba-tiba saja tanpa sengaja Eve menabrak seseorang.
__ADS_1
"Aww ... maaf Sa ...!" Eve tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia sedang menabrak seseorang yang sangat Ia kenal, iya ... Eve menabrak suaminya sendiri yang sedang berjalan bersama Michelle.
Willy tentu saja menahan tubuh istrinya, namun tiba-tiba saja Michelle berbicara sesuatu kepada Eve dengan sedikit kasar.
"Hei ... hati-hati dong kalau jalan, kamu tahu siapa yang kamu tabrak ini?" Michelle menarik tangan Willy untuk menjauh dari Eve.
"Pak Willy tidak apa-apa?" tanyanya sambil merapikan jas Willy yang membuat Eve tampak memperhatikan suaminya.
"Ah ... sudah cukup, Aku tidak apa-apa." Willy menyingkirkan tangan Michelle supaya istrinya tidak curiga. Willy ingin mendekati istrinya namun Michelle berusaha mengajak Willy pergi. Eve tampaknya masih diam elegan, dalam hatinya wanita itu adalah tamu klien dari suaminya, yang belum mengetahui jika Eve adalah istri dari William Anthony, Eve tidak mau mempermalukan suaminya dengan marah-marah di tempat umum, meskipun sebenarnya dirinya juga sedikit kesal.
"Kita pergi saja Pak dari sini, dengar ya! Yang kamu tabrak ini adalah pemilik perusahaan PT Megantara, jadi kamu harus hati-hati, setidaknya kalau jalan bawa suamimu dong, biar nggak nabrak orang sembarangan." ucap Michelle sembari menarik tangan Willy, namun Willy menolaknya dengan halus.
"Maafkan Saya Pak Direktur! Saya permisi dulu." pamit Eve sembari berlalu meninggalkan mereka berdua, namun Willy tiba-tiba bertanya kepada Eve.
"Tunggu! Kamu mau kemana?"
Eve berhenti saat Willy menanyakan itu kepadanya.
"Ke kamar mandi." jawabnya singkat, dan setelah itu Eve segera pergi ke kamar mandi, Willy memperhatikan langkah istrinya, Ia khawatir jika kejadian tadi membuatnya marah, Willy memutuskan untuk menyusul istrinya dan menyuruh Michelle untuk kembali ke mobil duluan.
"Bu Michelle! Sepertinya ada sesuatu yang tertinggal, Anda duluan nanti saya akan menyusul." ucapnya kepada wanita itu.
__ADS_1
"Baiklah Pak Willy, kalau begitu Saya pergi dulu, sampai jumpa di kantor!" ucapnya sembari pergi meninggalkan Willy.
Setelah Willy melihat Michelle yang keluar dari tempat itu, Willy segera menghampiri istrinya yang masih berada di dalam toilet. Ia sedikit berlari karena takut jika Eve keburu pergi dari sana.
Di dalam toilet, Eve tampak mencuci muka dan mencoba menenangkan dirinya. Semoga saja Suaminya tidak membohonginya, sedikit ada rasa cemas memang, apalagi kondisinya yang sedang hamil, membuat tingkat emosional Eve sedikit meningkat.
Willy telah sampai di toilet, Ia melihat beberapa toilet cewek yang kosong dan hanya ada satu toilet yang masih tertutup, dan Ia yakin jika istrinya masih berada di dalam.
Willy mulai mendekati kamar mandi itu, dan benar saja pintu toilet mulai terbuka perlahan, wajah Eve mulai terlihat menyembul dari balik pintu, Eve begitu terkejut saat melihat suaminya sedang berdiri tepat di hadapannya.
"Hah ... Sayang kamu!" Eve membulatkan matanya saat Willy mendorongnya masuk kembali ke dalam kamar mandi.
"Braakk."
"Ceklek -ceklek."
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Weih ngapain mereka? 🤔😁...
__ADS_1