
Tiba waktunya jam pulang kantor, Willy telah mempersiapkan segalanya untuk mempertemukan Eve dan Liora, Ia telah memerintahkan pelayan untuk memasak menu-menu spesial malam ini, karena malam ini Eve akan makan malam bersama dengan Mommy nya.
Eve sudah masuk ke dalam mobil Willy, hari itu juga Eve bersiap menemui sang calon mertua, meskipun dirinya sudah pernah bertemu dengan Liora sebelumnya, tapi kali ini Eve akan bertemu dalam suasana yang berbeda.
"Kamu sudah siap?" tanya Willy kepada Eve yang kini berada di dalam mobilnya.
"Hmm ... ." jawabnya sembari menganggukkan kepalanya.
Kemudian mobil mewah itu melaju ke jalan raya, ada sedikit rasa tegang dalam diri Eve, karena Liora tahu jika Eve sedang mengandung, apakah pandangan Liora akan berubah padanya atau justru Ia akan menerima segala kekurangan dan kelebihan Eve.
Willy melihat Eve terlihat begitu tegang, dengan satu tangan menyetir kemudi dan satu tangan nya yang lain memegang tangan Eve, mencoba menenangkan Eve yang terlihat gugup.
"Apa yang kamu pikirkan Sayang?" tanya Willy sembari menggenggam erat tangan Eve.
"Aku gugup!" jawabnya singkat.
__ADS_1
"Kenapa harus gugup, Mommy bukan Ibu yang galak, Kamu jangan khawatir, percayalah ... Mommy sudah tahu semuanya tentang kita, tentang kehamilanmu, tentang pertemuan kita yang tidak disengaja, Mommy sudah tahu semuanya," ungkap Willy yang membuat Eve sangat terkejut.
"Apa? Jadi Mommy kamu sudah tahu semuanya? Tentang kejadian di antara kita?" Eve terlihat membulatkan matanya sembari memperhatikan Willy yang sedang mengendarai mobilnya.
"Hmm ... " jawabnya sambil menatap balik wajah Eve yang tampak bersemu merah.
"Kamu jangan takut gitu dong! Mommy ku bukan tipe wanita pemarah, dan kamu tahu, ternyata Mommy sudah mengenalmu sejak kecil," ucapan Willy membuat Eve terkejut.
"Apa? Mommy kamu udah kenal Aku sejak kecil? Bagaimana bisa?" tanya Eve penasaran.
"Jeffry Anthony! Iya tentu saja, Papa sering sekali menceritakan tentang Daddy-mu, bahkan Papa memberikan satu bukti kepadaku tentang bukti kecurangan dalam perusahaan ini," ucap Eve.
"Iya! Dan kini kita sudah mengetahui siapa orangnya, yang tak lain adalah Om Wira, Aku tidak menyangka saja Om Wira tega melakukan itu kepada kami, apalagi dengan kehadiran Netta yang mulai masuk ke dalam kehidupan Om Wira, semakin membuat Om Wira menjadi-jadi, sayangnya Aku tidak bisa memecat Om Wira dalam perusahaan, Aku masih mengingat Tante Amara, Dia pasti sangat sedih, dan Aku takut saja jika penyakit jantung nya kambuh," ucapnya sedih.
"Sudahlah sayang! Lupakan semuanya, sekarang kita sudah tahu siapa sebenarnya Pak Wira dan juga Netta, untuk kedepannya kita harus hati-hati," ucap Eve menenangkan hati Willy.
__ADS_1
Willy tersenyum dan mencium tangan Eve sekilas dan berkata.
"Dan Kamu juga, kenapa kamu tidak bilang, jika Kamu putri Tuan Ernest Federico, kalau saja Aku tahu sejak awal, mungkin ... mungkin ...," Willy tidak melanjutkan kata-katanya.
"Mungkin apa?" Eve tampak mengerutkan keningnya.
"Mungkin Aku sudah menikahimu dari dulu" ungkap Willy dengan senyum manisnya.
Eve terlihat malu-malu sembari berkata.
"Aku sengaja tidak memberi tahukan kepada mu tentang siapa diriku, cukup kamu mengenalku sebagai karyawan yang baik, itu saja sudah cukup buatku, dan yang paling penting semua aset-aset perusahaan tetap aman," ucapnya.
Dan tak terasa mereka berdua sudah tiba di depan Mansion mewah milik William Anthony.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥