Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Sehidup semati


__ADS_3

Tiba waktunya hari yang paling dinantikan oleh Boy dan Veren, pada pagi yang cerah ini keduanya akan melangsungkan akad nikah yang bertempat di kediaman mempelai wanita, kedua mempelai tampaknya sudah siap untuk melaksanakan Akad nikah, Boy terlihat curi-curi pandang kepada Veren yang berada di sampingnya, Veren yang tampak cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih gading itu memang terlihat berbeda hari ini.


Sesekali Boy berbisik sebelum akad nikah dimulai.


"Kamu kelihatan lebih cantik dari biasanya,"


Veren yang mendengar itu merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Boy kepadanya.


"Oh ... jadi biasanya Aku jelek dong!" jawabnya sedikit kesal.


"Eh ... bukan begitu maksudku!" bantah Boy


"Halah, bilang saja kalau biasanya Aku tuh jelek iya, kan!" ucapnya dengan memalingkan wajahnya.


"Aduh ... bukan begitu sayang! Kamu salah faham, maksud ku hari ini aura pengantin pada dirimu terlihat cantik sekali, beneran!" ucap Boy meyakinkan, sementara Veren tampak tersenyum malu. Namun Ia tak menunjukkannya pada Boy.

__ADS_1


Bu Bambang yang berada di belakang mereka terlihat geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua cal calon pengantin ini. Bu Bambang tampak membisikkan sesuatu pada mereka berdua.


"Eh ... kalian berdua ini, udah mau akad nikah, masih saja bertengkar, nanti bertengkarnya di dalam kamar saja," seru Bu Bambang.


"Hehehe ... kalau di kamar kita nggak bakalan bertengkar Bu!" ucap Boy sembari tersenyum.


"Ya bagus tuh,"


"Tapi ... kita bakalan perang!" ucapan Boy sontak membuat Bu Bambang membulatkan matanya, dan Veren tampak menoleh ke arah Boy.


Agaknya suara Veren dan ibunya mendapat perhatian dari para tamu undangan, Boy tampak melihat ke seluruh sisi, dilihatnya semua orang sedang memperhatikan mereka.


"Sssttt!" Boy tampak menutupkan mulutnya dengan satu jari tangannya.


Veren dan Ibunya tampak cengar-cengir dan mencoba tersenyum di depan tamu undangan, hingga akhirnya sang penghulu mulai memandu akad nikah, setelah Boy menjabat tangan Pak Bambang selaku wali dari Veren, Boy mengucapkan akad nikah untuk menjadikan Veren sebagai pasangan halalnya, sampai akhir nanti.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Veren Ayunda binti Bambang Permana dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Boy dengan yakin dan hanya sekali saja Ia berhasil mengucapkan ijab kabul dengan jelas.


"Saaahhhh" Dan akhirnya perjalanan Boy mendapatkan istri akhirnya berakhir, Ia berhasil memperistri Veren yang selama ini sudah mengusik hatinya.


"Bahagianya melihat mereka menikah dan sah sebagai suami istri," ucap Eve yang tampak bahagia melihat Veren menikah dengan asisten pribadi Suaminya.


"Kamu benar sayang! Aku melihat Boy sangat mencintai Veren, semoga pernikahan mereka bahagia hingga maut memisahkan, seperti halnya kita, tak akan ada satu orangpun yang mampu memisahkan kita berdua, dan hanya maut lah yang akan memisahkannya," ucap Willy sembari melihat Boy yang bersanding bersama Veren.


Eve menatap wajah suaminya dan langsung memeluknya.


"Jangan bicara tentang maut, Aku tidak mau berpisah dengan mu, jika Kamu mati maka Aku juga akan mati, tiada guna Aku hidup tanpamu, plis jangan ucapkan itu lagi," ucap Eve dengan sedikit sedih.


"Siapa bilang Aku meninggalkan mu, Aku sudah bersumpah pada diriku sendiri, Aku akan selalu bersamamu hingga akhir hayat ku nanti, kita akan menua bersama dan kita akan mati bersama, Aku dan Kamu sehidup semati selamanya," ucap Willy sembari mengecup kening istrinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2