Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Melewati malam ke empat


__ADS_3

Willy menyeringai dan mulai mendekati Eve yang tampak sedang menahan sesuatu di sana.


"Aku tidak melakukan apa-apa, Aku hanya menemukan sesuatu yang sudah menjadi milikku, apa salahnya jika Aku memainkannya," ucapnya sembari tersenyum smirk kepada Eve yang terlihat memejamkan matanya.


"Plis Sayang! Jangan lakukan itu, Aku tidak bisa tahan kalau Kamu bermain di sana, singkirkan tanganmu!" pinta Eve sembari menatap wajah Willy dalam-dalam.


"Enggak mau!"


"Singkirkan!"


"Enggak!"


"Singkirkan! Atau Aku akan ... Akhh!" desaahnya saat dua jari itu mulai menggelitik indah di bawah sana. Eve semakin erat mencengkram pundak sang suami, ada sensasi rasa yang aneh dan luar biasa sehingga membuat Eve tidak terima jika Willy hanya melakukan hal itu saja.


"Faster Baby! Tapi Akun tidak suka di sini!" bisiknya sembari menatap wajah Willy penuh harap. Willy yang mengerti maksud sang istri, Ia lantas menarik dua jarinya dari tempat itu, kemudian dengan cepat Ia mengangkat tubuh istrinya dan membawanya di bawah guyuran air shower.

__ADS_1


Dalam guyuran air yang mengalir membasahi tubuh mereka, di situ Willy mulai memainkan perannya, tentu saja kemesraan yang tercipta membuat keduanya larut dalam buaian kenikmatan bersama.



Apalah daya seorang manusia, jika di hadapkan pada sesuatu yang membuat hasrat itu mulai bergejolak, setiap sentuhan, setiap kecupan, setiap cumbuan yang dilakukan oleh Willy membuat Eve tak berdaya, untuk ke empat kalinya, mereka merasakan kembali kekuatan cinta itu telah membuat mereka kembali dalam penyatuan.


Entah sejak kapan benda keras itu sudah masuk ke dalam tempatnya, dengan satu kaki Eve yang Willy angkat keatas, membuatnya lebih mudah melesatkan senjata pamungkasnya menelusuri dasar lembah kenikmatan.


"Great Baby! Aku suka ini!"


Bibir mereka saling bertautan, mengiringi gerakan pada inti tubuh mereka, begitu nikmat dan sangat menggairahkan. Sejenak Eve melepaskan ciumannya karena merasa ada sesuatu yang membuatnya tak bisa menahan rasa itu.


"Sayang! Aku ... ," Eve menggeleng-gelengkan kepalanya saat detik-detik pelepasan nya.


Eve meraung panjang dan mencengkram kuat punggung Willy, dengan nafas yang naik turun Eve telah mencapai puncaknya lebih dulu. Willy tersenyum bahagia, akhirnya untuk kesekian kali Ia mampu membawa terbang wanita yang dulu menjadi karyawan nya itu.

__ADS_1


Sangat terasa hangat dalam liang itu, membasahi kepemilikan Eve yang masih menyisakan denyutan kecil di sana. Dan sekali lagi Willy menggerakkan pinggulnya semakin dalam, sensasi rasa itupun mulai terasa kembali sesaat Eve melepaskannya.


Untuk kali ini Willy berharap mereka mencapai puncak bersama, dengan gerakan lembut namun sangat terasa nikmat pada syaraf sensorik pada area kepemilikan itu, menerima gesekan benda keras yang keluar masuk, sesekali berputar dengan lembut dan kembali menghentakkan nya dalam-dalam. Dan setelah beberapa detik pelepasan itupun tidak dapat dielakkan lagi.


Dengan cepat Willy mencabut colokan itu dan menyemburkannya di luar area sensitif itu, lenguhan panjang itupun terdengar begitu indah memenuhi kamar mandi mewah itu, keduanya saling memandang satu sama lainnya, saling tersenyum bahagia, karena akhirnya percintaan mereka terasa begitu lebih menggairahkan daripada malam-malam sebelumnya, dan akhirnya malam keempat pun sudah mereka lalui dengan bahagia.


"Thanks Baby! Kamu memang tidak ada duanya," ucap Willy memberi pujian kepada Eve.


"Hmm ... Suamiku memang paling sempurna, Aku mencintaimu!" balasnya sembari membasuh belalai panjang yang sudah melemas itu.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Maafkan othor ya, panas dingin nggak sih 😁

__ADS_1


...


__ADS_2