Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Apa kamu tidak rindu padaku?


__ADS_3

Dalam acara malam itu tentu saja si kembar di ajak untuk menghadiri pesta bahagia itu, Baby Filio dan Baby Fiona terlihat begitu lucu, di usianya yang sudah dua bulan, tentunya kedua bayi kembar William Anthony dan Evelyn Angelina adalah bayi yang sudah terlihat ketampanan dan kecantikan nya sejak dini, mewarisi bibit unggul dari kedua orang tuanya.


Baby Filio mewarisi wajah Sang Daddy hampir seratus persen, bentuk wajah, mata hidung, warna rambut serta senyumnya, sungguh seperti William Anthony kecil, benar-benar mirip.


Sementara Baby Fiona, ah bayi cantik ini terlihat begitu menggemaskan, wajah sang Mommy benar-benar menurun padanya, bibir mungil, hidung mancung, rambut hitam, dan mata yang indah, benar-benar kemiripan yang hakiki.


Kedua bayi kembar itu di gendong oleh Willy dan Eve, masing-masing menggendong satu bayi mereka, Willy menggendong Baby Filio dan Eve menggendong Baby Fiona, ah sungguh pemandangan yang begitu menyejukkan mata, para tamu undangan ikut senang melihat kebahagiaan Willy dan Eve.


Veren dan Boy pun ikut bahagia melihat Bos mereka sudah lengkap dengan kehadiran Baby kembar itu.


"Mereka berdua bahagia sekali kan, sayang? Aku jadi ngiri deh." ucap Veren saat melihat Eve dan Willy yang begitu bahagia.


"Iya ... akhirnya, perjalanan cinta Tuan muda karena cinta satu malamnya, berakhir dengan bahagia."


Meskipun Boy terlihat konyol namun Ia selalu mendukung keputusan Willy, Boy selalu setia menemani Willy dalam masalah terberat sekalipun.


Sementara itu kedua bayi kembar Willy dan Eve terlihat mulai mengantuk, bagaimana pun juga mereka masih sangat kecil, Baby Filio dan Baby Fiona terlihat sedikit rewel.

__ADS_1


"Sepertinya mereka berdua mengantuk, Sayang! Aku ajak mereka dulu ke kamarnya," ucap Eve kepada suaminya.


"Iya!" jawab sang suami sembari memberikan Baby Filio pada pengasuh yang menemani mereka, Willy membayar pengasuh untuk menemani bayi kembar mereka, meskipun Eve bisa merawatnya sendiri, karena Willy tidak mau istrinya terlalu capek, bayi mereka bukan hanya satu tapi dua, apalagi sekarang waktunya bayi besar Eve sudah mulai meminta haknya.


Pada akhirnya acara itupun berakhir, berangsur-angsur tamu undangan pulang dan tiba waktunya, Willy dan keluarga beristirahat, sementara sang istri masih berada di dalam kamar si kembar.


Setelah Eve berhasil membuat dua bayi mereka tertidur, maka ia segera beranjak pergi dari kamar itu.


"Bobo ya sayang! Kalian berdua sungguh manis." ucapnya sembari mencium lembut kening Baby Filio dan Baby Fiona. Terlihat Willy datang ke kamar bayi kembar mereka. Pria itu mulai mendekati Istrinya yang sedang menidurkan bayi mereka.


"Apa mereka sudah tidur?" tanya Willy sembari duduk di samping istrinya. Eve terkejut melihat kedatangan suaminya yang tiba-tiba.


"Mereka berdua sangat menggemaskan." ucap Eve saat memadangi wajah kedua bayi mungil itu.


"Hmm ... tentu saja, tentu saja mereka berdua sangat menggemaskan, kau lihat Daddy-nya juga begitu menggemaskan iya, kan?"


Sontak apa yang dikatakan oleh Willy membuat Eve mengerutkan keningnya dan tersenyum.

__ADS_1


"Percaya diri sekali Anda Pak Willy." balas Eve dengan tersenyum.


"Aku tidak percaya diri, tapi itu Kenyataan, benar bukan?" seloroh Willy sembari meraih paha Eve yang terlihat begitu terpampang jelas di depan Willy, Eve yang menggunakan gaun dengan belahan pada area kaki jenjangnya, membuat paha mulusnya begitu terekspos ketika Ia sedang duduk, dan tentu saja itu membuat Sang suami tergiur untuk menyentuhnya.


Eve merasa jika suaminya mulai berani menggodanya, Eve berusaha mengalihkan perhatian dengan mengajak Willy keluar dari kamar bayi mereka.


"Hmm ... kita keluar dari sini, biarkan mereka berdua tidur." ucap Eve sembari berdiri dari tempat tidur bayi mereka.


Willy menghela nafasnya dan menuruti perintah istrinya, Ia pun beranjak berdiri dan menghampiri Eve yang malam ini terlihat sangat cantik. Sejenak Willy meraih pinggang sang istri dan berkata, "Apa malam ini, Aku bisa mendapatkan hak milik ku, sudah dua bulan lamanya Aku menunggunya, Sayang!" ucapnya dengan tatapan yang mesra.


Eve tersenyum dan berkata, "Tapi ... Aku masih takut." Jawabnya dengan malu-malu.


"Ora usah wedi Yeyayi! Aku ora bakal ngelarani, awakmu pasti seneng, opo awakmu ora kangen karo Aku?"


(Tidak usah takut Sayang! Aku tidak akan menyakitimu, kamu pasti suka, apa Kamu tidak rindu padaku?) bisik Willy pada telinga istrinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Kira-kira Eve mau mengabulkan permintaan suaminya nggak sih 🤭...


__ADS_2