
"Sayang! Mbak Netta meninggal karena sakit, dan bukan karena William Anthony." seru Ellen mencoba meyakinkan suaminya.
"Kalau saja laki-laki itu tidak memenjarakan Kak Netta, mungkin sekarang dia masih hidup dan Aku akan membahagiakan kakakku. Dia sakit saat di penjara padahal sebelumnya kak Netta baik-baik saja," ucap Rafael penuh sesal.
"Tapi setidaknya Mbak Netta juga kakak dari Pak Willy! Kamu dan Pak Willy sama-sama memiliki ikatan darah dengan Mbak Netta, Ayah Mbak Netta juga ayah Pak Willy, dan Ibumu juga merupakan ibu Mbak Netta." jelas Ellen.
"Apapun itu, William Anthony yang sudah membuat Kak Netta pergi untuk selamanya, belum lagi jantungnya harus Ia donorkan kepada Tante Willy, pengorbanan Kakakku sangat banyak terhadap keluarga mereka, tapi apa balasannya?" seru Rafael dengan tatapan penuh dendam.
Ellen benar-benar tak habis pikir, Rafael benar-benar sudah dibutakan oleh dendamnya itu, sehingga akal sehatnya tidak Ia gunakan, sudah jelas-jelas Netta mendonorkan jantungnya kepada Amara atas permintaan mendiang sendiri, namun Rafael seakan tutup mata, dan tetap menyalahkan William Anthony.
Rafael menghampiri istrinya yang tengah hamil itu dan berkata, "Sekarang waktunya Aku akan memberikan sebuah kejutan untuk William Anthony, sebuah pembalasan yang setimpal untuk pria yang sudah merebut semuanya dariku." ucapnya dengan menatap wajah istrinya, kemudian Ia segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Ellen yang tampak masih berdiri di tempatnya.
Ellen melihat Rafael yang keluar dari ruangan itu dan kemudian menghilang dari pandangan nya. Sejenak Ellen berpikir untuk melakukan sesuatu agar suaminya tidak melakukan hal sejauh itu, dan itu akan berakibat buruk bagi Rafael ataupun Ellen dan bayinya.
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan ini sayang! Tidak akan, Kamu akan menghancurkan hidupmu sendiri, Aku harus melakukan sesuatu, iya Aku harus melakukan secepatnya." ucapnya lirih sembari pergi meninggalkan ruangan Rafael.
__ADS_1
*
*
*
*
*
Hari itu tampaknya Willy memimpin sebuah rapat dengan seorang tamu yang di kirim oleh Rafael, Michelle Vlora seorang wanita yang sengaja di utus oleh Rafael untuk menggoda suami dari Evelyn Angelina itu, wanita itu datang dengan menawarkan kerjasama dengan William Anthony.
Seusai rapat tampaknya Michelle mulai mendekati Willy dengan lembut.
"Senang bisa bekerja sama dengan Anda pak Willy! Saya benar-benar bangga bisa memiliki partner yang begitu hebat seperti Anda, seorang pengusaha muda sukses yang namanya sudah terkenal sampai mancanegara, saya sangat beruntung." seru perempuan yang sengaja berpakaian seksi itu. Willy menanggapi nya santai dan tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih Bu Michelle, Saya juga senang bisa bekerja sama dengan Anda dalam proyek ini, semoga kerjasama kita akan berjalan lancar, dan tentunya bisnis kita bisa sukses selalu." balas Willy.
"Oh iya Pak Willy, sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat Saya, bagaimana kalau kita makan siang bersama, anggap saja ini sebagai bentuk dimulainya kerjasama kita, Saya mohon pak Willy tidak menolaknya." pinta Michelle.
"Baiklah, tapi maaf Saya tidak bisa lama-lama, karena Saya sudah janji dengan dengan seseorang." ucapnya menerima undangan dari Michelle tanpa harus melupakan Eve yang akan menunggunya nanti.
"Sepertinya kita tidak bisa lama-lama."
"Hmm ... tapi Kita masih bisa membicarakan tentang sesuatu yang tentunya akan sangat menarik untuk di bicarakan." balas Willy sembari tersenyum.
Michelle menatap tajam ke arah Willy, rupanya Pria yang ada di depannya ini mempunyai kharismatik yang begitu mempesona, Ia tidak bisa pungkiri Willy memiliki daya tarik tersendiri, setiap wanita pasti luluh terhadap pesona pria yang memiliki postur tubuh tinggi tegap itu.
"Kita lihat saja William Anthony, apa kamu bisa bertahan dengan godaan ku, Pak Rafael benar-benar memberikan mangsa yang sempurna untukku."
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥