Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Aku menyesal


__ADS_3

Akhirnya Rafael bebas dari penjara setelah Dirinya menandatangani surat perjanjian itu, hari itu juga Rafael pulang ke rumahnya, terlihat Ellen yang sedang duduk di atas tempat tidurnya, wajahnya pucat dan lesu, sudah beberapa hari ini semenjak Dirinya dinyatakan hamil, Ellen tidak mau makan dan minum, kalaupun Ia makan itupun cuma sedikit, Linda yang melihat itu sangat bersedih, bagaimana pun juga dirinya juga seorang Ibu.


"Kamu yang sabar ya sayang, Mama sudah bicara kepada pak Willy untuk membebaskan Rafael dari penjara, semoga saja Pak Willy mau mengabulkan permintaan Mama, Mama rela jika harus memohon dan bersimpuh di hadapan Pak Willy, asalkan Dia mau membebaskan suamimu, Mama tidak tega melihatmu seperti ini," seru Linda dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini belum seberapa dibandingkan dengan penderitaan Kak Eve, dia menjalani kehamilannya sendiri, sementara kita dengan mudah menuduhnya macam-macam, mungkin ini pelajaran buat kita Ma! Kita sudah terlalu jahat kepada nya, Aku yang selalu menginginkan apa yang dimiliki oleh Kak Eve! Tapi dia tidak pernah mempermasalahkan, dia selalu memberikan apa yang Ia punya, bahkan saat Aku meminta Rafael pun, meskipun hatinya hancur, tapi Dia tetap memberikannya, Aku jahat sekali Ma! Aku benar-benar tidak tahu diri, sekarang ... Aku harus menerima kenyataan ini, bayi ini tidak akan bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah seutuhnya, Dia akan lahir tanpa ayah yang mendampinginya," Ellen terlihat menundukkan wajahnya sembari tersedu-sedu.


Sebagai seorang Ibu, Linda merasa gagal membahagiakan putrinya, dan tentunya Ia juga tahu jika perbuatannya kepada putri tirinya itu sangatlah tidak adil.


"Mama yang salah, seharusnya Mama tidak berlaku seperti itu kepada Eve, Mama tahu Dia gadis yang baik, tapi karena nafsu, Mama tidak bisa melihat ketulusan hati gadis itu, Mama akan meminta maaf kepadanya, setidaknya Mama sudah ingin menunjukkan bahwa Mama sangat menyesal atas perbuatan Mama selama ini, di maafkan atau tidak, Mama akan tetap meminta maaf," ucap Linda. Hingga akhirnya seseorang datang dan mengetuk pintu kamar Ellen.


Ellen dan Linda terkejut, tidak biasanya pelayan datang ke kamar mereka, tapi kenapa tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamar.

__ADS_1


Kemudian Linda beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu, setelahnya Linda membuka pintu dan alangkah terkejutnya saat ia melihat Rafael berdiri di depan pintu. Linda terkesiap dan tidak percaya, jika Rafael sudah dibebaskan dari penjara.


"Rafael! Kamu sudah bebas?" seru Linda terkejut sekaligus senang.


Ellen menatap Rafael, ada rasa haru sekaligus bahagia, kedatangan Rafael adalah sebuah kebahagiaan untuknya, karena sang jabang bayi telah mendapatkan ayahnya pulang, sementara kesedihan itu terasa pasti ada campur tangan Eve didalamnya, bagaimanapun juga Eve adalah istri William Anthony, apa yang menjadi keputusan Willy pasti tak jauh dari permintaan istrinya, mengingat Willy sudah bertekad memenjarakan Rafael untuk waktu yang lama.


Rafael mendekati istrinya dan berkata.


"Seperti yang Kamu lihat, Aku senang melihatmu kembali," jawabnya sembari tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bagaimana keadaan bayi kita?" tiba-tiba saja Rafael memegang perut Ellen yang masih rata.

__ADS_1


Ellen terkejut dengan sikap ramah Rafael, biasanya Rafael tidak terlalu memperdulikannya, tapi saat ini sangat berbeda, Rafael terlihat mengusap lembut perut Ellen dan menciumnya lembut.


Ellen tak bisa membendung air matanya, bagaimana pun juga Dirinya merasa bersalah atas perlakuan nya terhadap Eve, Ellen yang sudah merebut calon suami Kakaknya.


"Maafkan Aku!" ucap Ellen lirih.


"Untuk apa?" Rafael tampak mengerutkan keningnya.


"Aku sudah memisahkan cinta kalian berdua, Aku sangat jahat, seharusnya bukan Aku yang mendampingimu, tapi Kak Eve," tiba-tiba saja Rafael menutup mulut Ellen dengan satu jarinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥


__ADS_2