
"Ayo masuklah! Aku akan mengantar kalian pulang" ajak Willy kepada ketiga karyawan nya itu.
"Em ... maaf Pak, Saya tidak bisa soalnya Saya dan Alinda mau ke supermarket sebentar, Eve aja yang bareng sama Bapak, kasihan dia nunggu taksi terlalu lama, mana lagi hamil." ucap Veren
"Iya bener Pak! Saya dan Veren mau belanja dulu, Eve! Sudah kamu ikut pak Willy aja, kita nggak apa-apa Kok kamu tinggal, ayo kasihan bayimu jangan capek-capek ya." seru Alinda sembari membawa Eve untuk masuk ke dalam mobil Willy.
"Eh ... eh ... kalian ini apa-apaan sih, Veren, Alinda" Nyatanya kini Eve sudah berada di dalam mobil Willy.
"Dadah Eve! Sampai jumpa besok!" seru keduanya sembari melambaikan tangannya.
Dan akhirnya pintu jendela mobil itupun telah tertutup otomatis, mobil mewah itu mulai melaju, dan kini yang ada hanya keheningan diantara mereka berdua. Eve masih sedikit canggung setelah kejadian tadi di ruangan kantor Willy.
Tiba-tiba saja Willy membuka suara.
"Kenapa tadi kamu pergi tanpa izin dulu padaku?" Willy berkata sembari menatap kearah depan.
__ADS_1
Eve menatap wajah Willy dari arah samping, dilihatnya betul-betul wajah Willy, apakah ada kesamaan dengan bentuk wajah Jaka. Sekilas memang ada sedikit persamaan, bentuk bibir yang tidak bisa dibohongi dan juga hidung mancung yang hampir sama dengan kepunyaan Jaka, yang membedakan adalah bentuk rahang, suara dan rambut Jaka, Jaka berpenampilan kalem dengan rambut yang rapi dan selalu tertata dengan baik, sedangkan Willy adalah seorang bos yang tentu saja penampilannya sangat dominan dengan pria modern, memberi kesan jika Willy adalah pria perfeksionis dan sangat menawan.
"Memang sih ada kemiripan, tapi Aku masih belum yakin jika pak Willy adalah Jaka, hanya ada satu yang bukti yang belum Aku ketahui, iya itu dia ... Aku harus secepatnya melihat tanda itu, apakah pak Willy memiliki tanda yang sama dengan Jaka!" gumamnya sembari mencari cara yang lebih dalam.
"Tapi bagaimana caranya Aku bisa mengetahui nya?" gumamnya sekali lagi.
Willy yang menyadari jika Eve tengah memperhatikannya, tampak membuka kacamatanya dan menatap Eve penuh tanda tanya.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Willy penasaran.
"Em ... tidak pak! Tidak ada apa-apa" jawabnya gugup.
Tiba-tiba saja ditengah perjalanan mereka berdua di hadang oleh sebuah minibus, Willy maupun Eve sangat terkejut, kenapa tiba-tiba mobil itu menghadang mobilnya. Setelah mobil itu berhenti, terdapat beberapa pria yang turun dari mobil dan berdiri di depan mobil Willy sembari menantang Willy.
"Hei ... keluar kau! Aku ada urusan sama kamu!" seru salah seorang pria diantaranya.
__ADS_1
Eve tampak sangat takut dan khawatir, apalagi Willy beranjak turun dari mobilnya.
"Pak Willy Anda mau kemana? Mereka berbahaya Pak, sebaiknya Anda jangan turun, mereka banyak sekali, nanti Bapak kenapa-kenapa," seru Eve yang khawatir jika Willy disakiti oleh orang-orang yang tak dikenal itu.
"Kamu jangan khawatir, Aku tidak akan kenapa-kenapa, Kamu jangan keluar dari mobil ini, apapun yang terjadi kamu jangan keluar, setelah Aku turun dari mobil, kamu kunci dari dalam, mengerti!" titah Willy yang bersiap untuk menghadapi bandit-bandit itu.
"Ta_tapi Pak Willy!"
Willy melepaskan jasnya dan menaikkan lengan bajunya, Ia tahu apa yang harus Ia lakukan, Willy segera turun dari mobil.
"Eve! Kunci mobilnya." kata terakhir yang Willy ucapkan setelah Ia turun dari mobil.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
__ADS_1