Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Pesta dansa


__ADS_3

Akhirnya Ellen dan Linda keluar dari ruangan itu dan segera pergi dari sana, tampak setiap mata yang menatap mereka berdua, terlihat memandang dengan tatapan sinis, keduanya pergi dan segera naik ke dalam taksi.


Dan setelah beberapa menit, mereka berdua tiba di rumah mereka, kedua wanita itu masuk ke dalam rumah, Ellen tampak membuang tasnya ke segala arah, sementara Linda terlihat merebahkan tubuhnya di atas sofa sembari memijit-mijit kepalanya yang terasa pusing.


"Hahh ...kita sial banget hari ini Ma!" ucap Ellen sembari memukul-mukul pahanya, sementara itu Linda tampak sedang memijit kepala nya yang terasa sangat pusing. Ellen terus saja mengomel, Dia terus merutuki Eve yang selalu menang dalam hal apa saja. Eve menang dalam hukum waris, belum lagi Eve selalu dicintai oleh Rafael, dan itu yang membuat Ellen berusaha untuk merebut Rafael dengan cara apa saja, termasuk menjebak Rafael dalam permainan ranjang, dan Ia pun berhasil.


"Hiii ...Aku sebel, sebel ...Ayo dong Ma! Lakukan sesuatu, Eve sudah mempermalukan Aku di depan semua orang, apalagi sekarang Rafael di penjara lagi, kita musti gimana dong Ma!" oceh Ellen yang membuat Linda semakin pusing.


"Cukup Ellen! Kamu pikir Mama tidak pusing mikirin ini semua? Ini semua diluar dugaan kita, ternyata Office Boy itu adalah William Anthony sendiri, Bagaimana mungkin kita bisa mempermalukan Eve, justru kita sendiri yang mendapat malu." ungkap Linda dengan perasaan kacau.


Ellen berdiri dan tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat pusing dan berputar-putar. Linda yang melihat sang putri tiba-tiba seperti itu, dengan segera menghampiri Ellen.


"Ellen! Kamu kenapa sayang?" tanya Linda yang melihat Ellen mulai melemas dan terjatuh.


"Ellen! Ellen! Bangun Ellen! Astaga ... kenapa nih anak," Linda memapah Ellen untuk duduk di sebuah sofa, kemudian Linda memanggil dokter untuk datang ke rumah nya.

__ADS_1


*


*


*


*


Sementara itu di ruangan pesta, Netta terlihat jengah dengan suasana pesta itu, Akhirnya Dirinya memutuskan pergi dari ruangan itu untuk melihat kondisi Rafael adiknya yang sedang berada di kantor polisi. Namun tiba-tiba saja Netta di hadang oleh beberapa pria berseragam serba hitam tampak tidak mengizinkan Netta untuk pergi.


Netta dibawa masuk ke dalam mobil dan segera diantarkan ke kantor polisi. Netta tidak bisa berbuat apa-apa, karena bukti-bukti kejahatannya telah terbongkar, polisi sudah menemukan orang-orang suruhan Netta untuk mencelakai Willy.


Akhirnya kedua kakak beradik itu dijebloskan ke penjara secara bersamaan.


Sementara di tempat pesta, suasana mulai membaik, si perusuh Ibu dan anak sudah pergi, begitu pun juga dengan Netta dan Rafael yang harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, yang berusaha mencelakai William Anthony.

__ADS_1


Acara itu berlanjut dengan pesta dansa sesama couple, musik yang terdengar romantis membuat suasana kian terasa hangat, Eve dan Willy terlihat begitu romantis, dengan di sorot lampu ke arah mereka berdua, membuat kedua pasangan tersebut terlihat seperti Romeo and Juliet. Dengan kedua tangan Eve yang tampak melingkar sempurna pada leher Willy, sementara tangan Willy juga terlihat melingkar sempurna pada pinggang Eve.


Eve memandang lekat-lekat bola mata Willy, begitu pun dengan Willy yang tak bosan-bosannya menatap bibir tipis Eve, seolah ingin sekali Dia menggigitnya.


"Kamu begitu cantik sekali malam ini!" Willy berkata sembari membisikkan ke telinga Eve.


Eve tersipu malu dan balik berbisik.


"Pak Willy mulai menggodaku rupanya!" jawabnya dengan senyuman.


"Beberapa hari lagi Kamu akan menjadi milikku selamanya, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua, Kamu akan selalu menjadi milikku," ucap Willy sembari mengecup pipi Eve sekilas.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2