
Sementara itu Willy yang sudah sampai di gedung pernikahan, tampak harap-harap cemas menunggu kedatangan mempelai wanita, Dirinya terlihat tegang, Willy sudah tidak sabar lagi untuk segera membawa Eve bersanding menghadap penghulu.
Boy yang melihat Bosnya yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Eve, mencoba menghibur Willy yang terlihat tegang hari itu.
"Ya ampun, kenapa lama sekali sih datangnya," ucap Willy dengan wajah yang terlihat cemas.
"Memangnya jam berapa akad nikahnya di mulai Tuan muda, penghulu saja belum datang, ini masih pukul 9 pagi," seru Boy sembari melihat jam tangannya.
"Jam sepuluh," jawab Willy singkat.
"Ya sallaaaaammmmmm, ini juga baru jam sembilan lebih dikit, akad nikahnya entar jam sepuluh, ya pantas saja Eve belum datang, Ia lagi sibuk masang konde," jawab sang asisten.
Willy tampak mengusap keringat pada wajahnya yang tampan. Sementara itu Boy terus mencoba menenangkan hati Bosnya dengan memberikan segelas cocktail kepada Willy.
"Sebaiknya Anda minum dulu Tuan muda! Supaya tenggorokan tidak kering dan nanti suaranya biar ijab Kabul nanti terdengar nyaring tidak terputus-putus," seru sang asisten.
Willy menerima segelas cocktail itu dan meminumnya sampai habis, karena Willy sendiri sebenarnya sangat haus.
__ADS_1
"Tuh di habisin, haus kan ... nih minum lagi, mumpung masih banyak, entar kalau udah banyak tamu, Tuan muda bakal susah minum, pasti sibuk mandangin Eve terus, hmm ..." ucap Boy sembari mengambilkan lagi segelas cocktail untuk Bosnya.
Tak berselang lama sang penghulu mulai datang, dan hari itu pernikahan akan segera di laksanakan, tinggal menunggu kedatangan calon mempelai wanita.
Willy tampak sangat cemas, kenapa Eve belum datang juga, sementara penghulu dan Dirinya sudah sangat siap.
"Eve! Came on baby, cepatlah datang," ucap Willy lirih sembari menghubungi nomor Eve, namun tidak jua Eve angkat, karena Eve sedang tidak membawa ponsel.
Tak berselang lama terlihat dari arah pintu utama gedung itu, seorang wanita dengan anggunnya berjalan dan masuk ke dalam gedung pernikahan. Semua mata tertuju pada sosok cantik yang datang bagaikan bidadari itu masuk menghampiri Willy yang sudah sedari tadi menunggunya.
"Pantas saja Pak Willy nggak bisa nahan, emang cantik banget sih,"
"Eve beruntung banget, dapat suami kayak pak Willy, udah ganteng, kaya, Direktur lagi,"
Beberapa tamu undangan tampak kagum dengan sosok Eve yang baru saja masuk ke dalam gedung pernikahan. Willy berjalan menghampirinya, Willy mengulurkan tangannya kepada Eve dan mengajak calon istrinya untuk segera duduk di depan penghulu.
"Ayo cantik! Kita sudah ditunggu oleh penghulu," seru Willy sembari membawa Eve berjalan menuju ke depan penghulu.
__ADS_1
Keduanya terlihat seperti Raja dan Ratu, terlihat aura bahagia pada keduanya, hingga akhirnya mereka tiba di depan penghulu. Dan akhirnya sang penghulu menikahkan Eve dengan William Anthony, Eve sedikit terharu karena sang Ayah tidak ikut menyaksikan Dirinya menikah.
Dengan satu tarikan nafas, Willy berhasil menjadikan Evelyn Angelina sebagai istrinya yang sah secara hukum dan agama. Dan akhirnya para saksi mengucapkan "Saaaaahhhh" kepada kalimat Ijab Kabul yang sudah Willy ucapkan.
Akhirnya semua lega, kini William Anthony dan Evelyn Angelina sudah sah menjadi suami istri, Willy tampak mencium kening istrinya dengan lembut seraya berkata.
"Sekarang Kamu sudah menjadi milik William Anthony, apapun yang dalam Dirimu, Aku berhak memiliki nya, begitu juga semua yang ada dalam Diriku hanya kamu yang berhak memiliki nya, harta, uang semua akan Aku berikan kepada Ibu dari anak-anakku kelak, yaitu Kamu Evelyn Angelina," ucap Willy sembari menatap lekat-lekat bola mata indah itu.
"Untuk apa uang, jika Suamiku tidak punya waktu untuk ku, bukan uang atau harta, tapi perhatian dan kasih sayangmu, itulah yang selalu Aku dambakan, suamiku,"
Willy langsung mendekap erat tubuh Eve yang kini telah resmi menjadi istrinya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
HAYUK BESTIE, KITA KONDANGAN YUK!😁
__ADS_1